Banjir di Labansari: Dibutuhkan Lilin dan Lotion Obat Nyamuk

Senin, 22 Maret 2010

Banyak warga Cikarang yang tidak tahu terjadi banjir di Labansari. Bahkan ternyata banjir di Labansari terjadi sejak Sabtu (20/3/2010) dini hari. Demikian laporan seorang warga Kancil, Cikarang Baru yang kemarin (21/3/2010) mengirimkan bantuan nasi uduk ke lokasi banjir. 


Banjir ini terjadi akibat meluapnya sungai Citarum karena curah hujan yang tinggi di wilayah Kab. Bandung. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan bendungan Walahar dan Saguling tak mampu lagi menampung sebagian luapan sungai Citarum itu. Karena khawatir bendungan jebol maka pintu air dibuka sedikit demi sedikit.

Dampak meluapnya sungai Citarum sampai saat ini masih dirasakan warga Labansarisari dan sekitarnya. Kini (22/03/2010) wilayah banjir semakin meluas sampai desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin. Tingginya debit air dan pasangnya air laut menyebabkan air tidak kunjung mengalir ke laut. 



"Kalau malam gelap gulita karena PLN melakukan pemadaman listrik dan banyak nyamuk." demikian laporan Rizal.  "Warga memerlukan banyak lilin dan autan (lotion obat nyamuk-red)." lanjutnya.

Badan Meteorologi dan Geofisika memperkirakan curah hujan di Wilayah Bandung dan sekitarnya masih tinggi. Artinya wilayah sepanjang aliran sungai Citarum masih teramcam banjir. Termasuk Desa Labansari, Cikarang Timur dan sekitarnya. 



Jika pembaca tergerak untuk menyalurkan bantuan silakan hubungi Rizal (081 316 239 733) atau posko Banjir Ustadz Ja'far 0878 804 11187.     

0 comments:

Posting Komentar