Tampilkan postingan dengan label Citarum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Citarum. Tampilkan semua postingan

Warga Muara Gembong Bekasi Masih Terendam Banjir

Senin, 29 Maret 2010

CikarangNews6: Sekitar 5.198 rumah warga di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, masih terendam air pada ketinggian 10- 30 sentimeter.
Banjir akibat meluapnya Sungai Citarum itu, memang mulai surut tetapi sebagian besar rumah warga masih terendam selama satu pekan lebih.

Ketinggian air sungai Citarum, dari posisi semula 13,20 meter kini menjadi 11,30 meter. "Sudah mulai surut namun rumah warga masih terendam," kata Herman Susilo, Camat Muara Gembong kepada Tempo, Senin (29/3).

Perbaikan tanggul jebol belum bisa dilakukan. Terutama tanggul besar di Kampung Bokor RT 07 Desa Pantai Bhakti yang jebol sepanjang 75 meter.

Syahrudin Aji, pengurus lembaga swadaya masyarakat (LSM) Mitra Peduli Indonesia yang mendirikan posko bantuan korban banjir di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, mengatakan warga belum bisa kembali ke rumahnya.

Menurut dia, warga bergotongroyong membendung luapan air sungai Citarum tetapi gagal. Empat hari lalu, warga menutup tanggul jebol memakai batang pohon kelapa, namun karena derasnya arus sungai batang pohon kelapa hanyut.

sumber : tempointeraktif

READ MORE - Warga Muara Gembong Bekasi Masih Terendam Banjir

Banjir Rendam Empat Kecamatan di Bekasi

Senin, 22 Maret 2010

Wakil Bupati Bekasi Darip Mulyana mengungkapkan wilayah yang paling luas terkena banjir akibat luapan Sungai Citarum adalah Kecamatan Muaragembong. Sebab, daerah ini berada paling dekat dengan muara sungai di Pantai Utara Bekasi.

Darip mengatakan di Kecamatan Muaragembong terdapat sedikitnya 3.000 rumah warga yang tergenang air. Kecamatan lain yang juga terkena dampak luapan Sungai Citarum yakni Cabang Bungin. Di sana terdapat sedikitnya 450 rumah terendam air.

Kemudian Kecamatan Kedungwaringin, luapan air merendam sedikitnya 100 rumah di sini. Sementara itu, air juga menggenangi sedikitnya 70 rumah di Kecamatan Pebayuran.

Sungai Citarum telah meluap sejak empat hari lalu. Bahkan, ketinggian air, pada Minggu 21 Maret 2010 mencapai dua meter di beberapa kawasan.

sumber : TVOne
READ MORE - Banjir Rendam Empat Kecamatan di Bekasi

Banjir di Labansari: Dibutuhkan Lilin dan Lotion Obat Nyamuk

Banyak warga Cikarang yang tidak tahu terjadi banjir di Labansari. Bahkan ternyata banjir di Labansari terjadi sejak Sabtu (20/3/2010) dini hari. Demikian laporan seorang warga Kancil, Cikarang Baru yang kemarin (21/3/2010) mengirimkan bantuan nasi uduk ke lokasi banjir. 


Banjir ini terjadi akibat meluapnya sungai Citarum karena curah hujan yang tinggi di wilayah Kab. Bandung. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan bendungan Walahar dan Saguling tak mampu lagi menampung sebagian luapan sungai Citarum itu. Karena khawatir bendungan jebol maka pintu air dibuka sedikit demi sedikit.

Dampak meluapnya sungai Citarum sampai saat ini masih dirasakan warga Labansarisari dan sekitarnya. Kini (22/03/2010) wilayah banjir semakin meluas sampai desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin. Tingginya debit air dan pasangnya air laut menyebabkan air tidak kunjung mengalir ke laut. 



"Kalau malam gelap gulita karena PLN melakukan pemadaman listrik dan banyak nyamuk." demikian laporan Rizal.  "Warga memerlukan banyak lilin dan autan (lotion obat nyamuk-red)." lanjutnya.

Badan Meteorologi dan Geofisika memperkirakan curah hujan di Wilayah Bandung dan sekitarnya masih tinggi. Artinya wilayah sepanjang aliran sungai Citarum masih teramcam banjir. Termasuk Desa Labansari, Cikarang Timur dan sekitarnya. 



Jika pembaca tergerak untuk menyalurkan bantuan silakan hubungi Rizal (081 316 239 733) atau posko Banjir Ustadz Ja'far 0878 804 11187.     
READ MORE - Banjir di Labansari: Dibutuhkan Lilin dan Lotion Obat Nyamuk