Tampilkan postingan dengan label Bekasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bekasi. Tampilkan semua postingan

BERBEDA ITU INDAH

Jumat, 19 November 2010


CikarangNews6 : Agaknya, perbedaan bagi jama'ah masjid Mekar Indah adalah hal biasa dan bukan menjadi masalah.Terbukti ketika terdapat perbedaan dalam menyikapi tibanya Hari Raya Idul Adha 1431H, DKM Mekar Indah memfasilitasi 2x pelaksanaan shalat Ied, yaitu pada hari selasa 16/11 dan hari rabu, 17/11.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha di hari yang kedua (Rabu, 17/11/2010) dilaksanakan di halaman depan masjid.Suasana tak kalah bejubel sebagaimana yang terjadi pada hari selasa sebelumnya.Jama'ah banyak yang tidak mendapatkan tempat shalat dan terpaksa menggunakan Jalan raya di depan Masjid dengan beralaskan koran.

Idul Adha merupakan sebuah moment ketaatan seorang hamba kepada Rabb-nya melalui media menyembelih hewan Qurban, sebagaimana yang di contohkan oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as.

Betapa beliau (Nabi Ibrahim as) memiliki ketaatan yang tiada bandingnya, ketika Allah memerintahkan beliau untuk meninggalkan anak dan istri yang sangat dicintainya di padang tandus, dan ketaatan beliau ketika harus menyembelih anak yang begitu dicintainya, yang begitu dinantinya berpuluhtahun yaitu Nabi Ismail as.

Sehingga Allah SWT kemudian menggantikan beliau dengan seekor Qibas.Qurban juga sebagai bentuk ibadah sekaligus implementasi dari kepedulian terhadap sesama, terutama kaum fakir miskin/dhuafa.

Demikian pesan yang disampaikan oleh Ust.Mahmud Abdurrahman (al-hafidz) dalam khotbah Idul Qurban.

Shalat Ied diakhiri dengan salam-salaman antara sesama jama'ah.Sedangkan pemotongan hewan Qurban dilaksanakan mulai pukul 08.00Wib.

Pada Idul Adha 1431H ini, dkm Mekar Indah mendapatkan kepercayaan titipan hewan qurban sebanyak 35ekor kambing dan 7 ekor sapi.Semuanya telah disebar oleh pengurus ke wilayah Cikarang dan sekitarnya.

Salut kepada pengurus DKM Mekar Indah yang begitu 'indah' me-manage perbedaan diantara jama'ahnya sehingga tidak ada benturan-benturan.Sebagaimana sebuah ungkapan yang berbunyi : Hormati Ikhtilaf, Pererat ukhuwah.Hormati perbedaan, pererat persaudaraan sesama kaum muslimin. (*nik)

READ MORE - BERBEDA ITU INDAH

MABIT & PENGUMPULAN DANA

Kamis, 11 November 2010

assalamu'alaikum....


Undangan dari Forum Komunikasi Rohis Antar Perusahaan (FKRAP) mengundang saudara sekalian untuk mengikuti Malam Bimbingan Iman & Taqwa (MABIT) sekaligus penggalangan dana untuk korban bencana.


Undangan ini bersifat umum dan berlaku untuk LAKI-LAKI (Ihwan) & WANITA (Akhwat).


FKRAP1.jpg


FKRAP166.jpg

READ MORE - MABIT & PENGUMPULAN DANA

Tanggul Muaragembong Diperbaiki

Senin, 08 November 2010

CikarangNews6:Warga di Kecamatan Muaragembong dan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi masih dibayangi ancaman banjir. Meski Tanggul Kali Citarum sudah diperbaiki, namun karena letak wilayah dekat dengan Pantai, ancaman bannjir dari air pasang laut (rob) tak bisa dihindarkan.



Perbaikan tanggul Kali Citarum sekitar 6.575 meter di Kecamatan Muaragembong dan Cabangbungin yang jebol April kini sudah diperbaiki oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum meski belum sempurna. Hingga kini pengerjaannya selesai sekitar 90 persen.
"Pengerjaannya terhenti karena terkendala cuaca. Namun, kami sudah terbantu dengan dibangunnya tanggul di wilayah kami,jika tidak mungkin di kecamatan Muaragembong sudah seperti lautan, "ucap Kepala Desa Pantaibakti, Supriyatna kepada "PRLM", Minggu (7/11).
Beberapa titik perbaikan tanggul yang hampir selesai, kata dia, diantaranya tanggul di Kampung Kedungbokor, Desa Pantaibakti sepanjang 50 meter sudah dikerjakan sekitar 90 persen, tanggul di Kampung Kedungcinde, sepanjang 500 meter, Kampung Biangbong sepanjang 475 meter dan Kampung Bokorpesing 275 meter.
Supriyatna mengatakan, kini ancaman Banjir datang dari rob yang tidak bisa diprediksi datangnya. Namun, selama ini, kata dia, warga mensiasatinya dengan membangun loteng di rumah mereka. Jika rob datang, mereka tinggal di lantai dua rumah mereka.
Salah seorang warga Pantai Mekar, Sahrudin Aji(35) mengatakan warga berterima kasih kepada BBWS yang sudah memperbaiki tanggul. Perbaikan ini diharapkan dapat diselesiakan secepatnya.
"Saat ini yg menjadi konsen kami adalah perbaikan jalan akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu. Kami sudah mendapatkan bantuan 1500 kantong pasir dari anggota DPRD Jabar dan beberapa pihak lainnya, namun pengerjaan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat," ujarnya.
Sedikitnya ada 18 titik sepanjang Jalan Raya Muara Gembong yang rusak parah akibat abrasi dari kali tersebut. Kerusakan yang cukup parah, salah satunya adalah jalan yang berada di depan Sekolah Menengah Umum I Muara Gembong, depan kantor kecamatan dan depan Polsek Muara Gembong.

sumber : pikiran rakyat
READ MORE - Tanggul Muaragembong Diperbaiki

KH Noer Alie: Singa Karawang-Bekasi

Rabu, 25 Agustus 2010

CikarangNews6:  
Siapa yang tak kenal puisi Karawang-Bekasi karya Chairil Anwar? Tapi adakah yang tahu mengapa ia menciptakan puisi yang melegenda itu? Mungkin tak banyak yang menduga jika Chairil terinpsirasi oleh seorang warga Bekasi asli bernama KH Noer Alie.













Hingga kini, nama KH Noer Alie memang belum dikenal luas di pentas nasional. Bahkan, di kalangan masyarakat Bekasi pun, masih ada yang belum mengenalnya. Namun, jika ia bisa menginspirasi seorang Chairil Anwar, pasti ada suatu keistimewaan yang dimilikinya.
Ya, KH Noer Alie memiliki jejak perjuangan yang tak kelah heroiknya dengan pahlawan nasional lain semisal Soekarno, Hatta, Agus Salim, Natsir dan lainnya. Tercatat, dari sekian banyak pertempuran antara KH Noer Alie dan masyarakat Bekasi dengan penjajah, ada dua perlawanan yang melegenda.
Pertama,  Pertempuran Sasak Kapuk. Pertempuran sengit itu meletus pada 29 November 1945, antara pasukan KH Noer Alie dengan Sekutu – Inggris di Pondok Ungu. Pasukan rakyat KH Noer Alie mendesak pasukan Sekutu dengan serangan mendadak. Melihat pasukan Sekutu  terdesak, mulai timbul rasa takabur pada pasukannya, sehingga ketika pasukan Sekutu mulai berbalik setelah sekitar satu jam terdesak, pasukan rakyat berbalik terdesak sampai jembatan Sasak Kapuk, Pondok Ungu, Bekasi.
Melihat kondisi pasukannya yang  kocar-kacir, KH Noer Alie memerintahkan untuk mundur. Tapi, sebagian pasukannya masih tetap bertahan, sehingga sekitar tiga puluh orang pasukan Laskar Rakyat gugur dalam pertempuran tersebut.
Kedua, Peristiwa Rawa Gede. Untuk menunjukkan bahwa pertahanan Indonesia masih eksis, KH Noer Alie memerintahkan pasukannya bersama masyarakat di Tanjung Karekok, Rawa Gede, dan Karawang, untuk membuat bendera merah – putih ukuran kecil terbuat dari kertas.
Ribuan bendera tersebut lalu ditancapkan di setiap pohon dan rumah penduduk dengan tujuan membangkitkan moral rakyat bahwa di tengah – tengah kekuasaan Belanda, masih ada pasukan Indonesia yang terus melakukan perlawanan.
Aksi heroik tersebut membuat Belanda terperangah dan mengira pemasangan bendera merah-putih tersebut dilakukan oleh TNI.  Belanda langsung mencari Mayor Lukas Kustaryo. Karena tidak ditemukan, mereka marah dan membantai sekitar 400 orang warga sekitar Rawa Gede.
Pembantaian yang terkenal dalam laporan De Exceseen Nota Belanda itu, di satu sisi mengakibatkan terbunuhnya rakyat, namun disisi lain para para petinggi Belanda dan Indonesia tersadar bahwa di sekitar Karawang, Cikampek, Bekasi dan Jakarta masih ada kekuatan Indonesia. Sedangkan citra Belanda kian terpuruk, karena telah melakukan pembunuhan keji terhadap penduduk yang tidak bedosa.
Siapa sebenarnya KH Noer Alie?
Ia lahir di Desa Ujung Malang, Babelan, Bekasi pada 15 Juli 1914. Noer Alie adalah  anak keempat dari sepuluh bersaudara pasangan Anwar bin Layu dan Maimunah binti Tarbin. Tanda-tanda kepahlawanannya sudah terlihat sejak kecil. Suatu saat, ia pernah ditanya, apa cita-citanya di dunia. “Ingin membangun perkampungan surga,” jawab Noer Alie kecil.
Ia memiliki semangat belajar yang tinggi. Di usianya yang masih di bawah lima tahun, ia telah mampu menghapal surat –surat pendek dalam Al-Qur’an yang diajarkan oleh kedua orangtua dan kakaknya. Pada usia tujuh tahun, Noer Alie mengaji pada guru Maksum di kampung Ujung Malang Bulak. Pelajaran yang diberikan oleh gurunya lebih dititikberakan pada pengenalan dan mengeja huruf Arab, menyimak, menghafal dan membaca Juz-amma serta menghafal dasar – dasar Rukun Islam, Rukun Iman, tarikh para nabi, akhlak dan fikih.
Dua tahun kemudian, Noer Alie kecil mendapat guru baru bernama Mughni, masih  di Ujung Malang. Ia mendapatkan pelajaran-pelajaran alfiah atau tata bahasa Arab, Al-Qur’an, tajwid, nahwu, tauhid dan fiqih.
Saat beranjak remaja, Noer Alie pindah ke Klender. Ia mondok di sebuah pesantren dan menuntut ilmu pada guru Marzuki. Noer Alie remaja mempelajari kitab kuning (kitab Islam Klasik ) sebagai inti pendidikan. Di samping itu, ia juga belajar cara menunggang kuda dan berburu bajing, hewan pemakan buah kelapa yang dianggap sebagai hama.
Ketika usianya 20 tahun, ia pergi ke Mekkah. Di sana, ia menuntut ilmu di Madrasah Darul Ulum. Semangat belajarnya yang tinggi membuat ia berguru pada beberapa ulama di lingkungan Masjidil Haram, antara lain pada Syeikh Alie Al-Maliki (hadits); Syeikh Umar Hamdan (kutubusittah: hadits yang diriwayatkan oleh enam perawi: Buchori, Tarmizi, Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Majah ); Syeikh Ahmad Fatoni (fikih, dengan kitab Iqna sebagai acuan); Syeikh Mohamad Amin al-Quthbi (ilmu nahwu, qawati/sastra ), badi’/mengarang, tauhid dan mantiq/ ilmu logika yang mengandung filsafah Yunani, dengan kitab Asmuni sebagai acuan); Syeikh Abdul Zalil (ilmu politik); Syeikh Umar Atturki dan Syeikh Ibnu Arabi (hadits dan ulumul Qur’an).
Selama di negeri orang, ia aktif berorganisasi. Salah satunya, dengan menjadi anggota pelajar Islam dari Jepang, sebagai Ketua Persatuan Pelajar Betawi (PBB), dan  aktif di Perhimpunan Pelajar – Pelajar Indonesia (PPPI), Persatuan Talabah Indonesia (Pertindo) dan Perhimpunan Pelajar Indonesai Melayu (Perindom).
Noer Alie muda memutuskan kembali ke Tanah Air pada 1939 setelah mendapat kabar negerinya ditindas kaum penjajah. Sebuah pesan penting disampaikan Syeikh Alie Al – Maliki padanya. “ Ingat, jika bekerja jangan jadi penghulu (pegawai pemerintah). Kalau kamu mau mengajar, saya akan ridho dunia akhirat.” Pesan itu terus terngiang di benaknya hingga tiba di Indonesia.
Ulama Pejuang
Setibanya di Tanah Air, Noer Alie membuat gebrakan dengan mendirikan madrasah. Suami Siti Rahmah binti Mughni itu lalu menghimpun kekuatan umat, di antaranya membangun jalan tembus Ujung Malang – Teluk Pucung pada 1941.
Untuk mempersiapkan diri bila sewaktu – waktu bangsa Indonesia harus bertempur secara fisik, Noer Alie menyalurkan santrinya ke dalam Heiho (pembantu prajurit), Keibodan (barisan pembantu polisi) di Teluk Pucung. Salah seorang santrinya, Marzuki Alam, dipersilakan mengikuti latihan kemiliteran Pembela Tanah Air (Peta).
Saat Rapat Ikada digelar pada pada 19 September 1945 di Monas, Noer Alie datang dengan mengendarai delman. Nama Noer Alie kian dikenal di kalangan pejuang saat Bung Tomo meneriakkan namanya beberapa kali dalam siaran radionya di Surabaya, Jawa Timur.
Pada bulan November 1945, KH Noer Alie membentuk Laskar Rakyat. Seluruh badal (pasukan) dan santrinya diperintahkan menghentikan proses belajar-mengajar untuk mendukung perjuangan. Ia kemudian mengeluarkan fatwa: “Wajib hukumnya berjuang melawan penjajah.” Dalam waktu singkat, Laskar Rakyat berhasil menghimpun sekitar 200 orang yang merupakan gabungan para santri dan pemuda sekitar Babelan, Tarumajaya, Cilincing, Muaragembong. Mereka dilatih mental  oleh KH Noer Alie dan secara fisik dilatih dasar-dasar kemiliteran oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Bekasi dan Jatinegara.
Akhir 1945, dibentuk kesatuan bersenjata yang berafiliasi kepada partai politik. Saat itu, Abu GhozAlie sebagai komandan resimen Hizbullah Bekasi (badan pejuangan Partai Majelis Sjuro Muslimin Indonesia/ Masjumi) menunjuk KH Noer Alie sebagai komandan Batalyon III Hizbullah Bekasi.
Setelah Agresi Militer Pertama Belanda pada 1947, KH Noerl Alie mengadakan musyawarah darurat di Karawang. Itu dilakukan karena ia tidak rela melihat negerinya terus dijajah. Hasil musyawarah itu memutuskan untuk mengirim KH Noer Alie bersama lima orang rekannya menemui Panglima Besar Jenderal Soedirman di Jogjakarta.
Sesampai di Jogjakarta, rombongan KH Noer Alie diterima oleh Letnan Jenderal Oerip Soemohadjo karena Jenderal Soedirman tidak berada di tempat. KH Noer Alie diminta untuk melakukan perlawanan secara bergerilya. Ia kemudian mendirikan Hizbullah - Sabilillah pusat dengan nama Markas Pusat Hizbullah-Sabilillah ( MPHS ) yang diketuai langsung oleh dirinya.
Pada 10 Januari 1948, Mohammad Moe’min, Wakil Residen Jakarta dari pihak Republik Indonesia, mengangkat KH Noer Alie sebagai Koordinator (Pejabat Bupati) Kabupaten Jatinegara. Namun jabatan pemerintahan yang seharusnya dimulai pada 15 Januari 1948 tidak berlangsung lama, karena pada 17 Januari 1948 terjadi Perjanjian Renville yang mengharuskan tentara Indonesia di Jawa Barat hijrah ke Jawa Tengah dan Banten. KH Noer Alie memilih hijrah ke Banten dengan membawa 100 orang pasukan dari Kompi Syukur.
Ketika perlawanan bersenjata mulai mereda, pada 1949 KH Noer Alie memilih berjuang di lapangan sipil. Ia diminta membantu Muhammad Natsir sebagai anggota delegasi Republik Indonesia Serikat di Indonesia dalam konperensi Indonesia – Belanda.
Dalam kesempatan tersebut, KH Noer Alie sempat membahas kelanjutan perjuangan dengan tokoh – tokoh nasional di Jakarta, seperti Muhammad Natsir, Mr. Yusuf Wibisono, Mr. Muhammad Roem, Muhammad Syafe;I dan KH Rojiun, dan kemudian ia diminta untuk menyalurkan aspirasi polotiknya, bergabung dalam partai Masjumi.
Pada  Januari 1950, KH Noer Alie bersama teman – teman dan anak buahnya, seperti R. Supardi, Madnuin Hasibuan, Namin, Taminudin, Marzuki Hidayat, Marzuki Urmani, Nurhasan Ibnuhajar, A. Sirad, Hasan Syahroni dan Masturo membentuk Panitia Amanat Rakyat. Pada 17 Januari 1950, Panitia Amanat Rakyat itu kemudian menghimpun sekitar 25.000 rakyat Bekasi dan Cikarang di Alun – Alun Bekasi. Mereka mendeklarasikan resolusi yang menyatakan penyerahan kekuasaan pemerintah Federal kepada Republik Indonesia. Pengembalian seluruh Jawa Barat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dan KH Noer Alie bersama Lukas Kustaryo menuntut agar nama kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi. Tuntutan tersebut diterima oleh Perdana Menteri Mohammad Natsir, sehingga pada 15 Agustus 1950 terbentuklah Kabupaten Bekasi di Jatinegara, serta selanjutnya dimasukkan ke dalam wilayah Provinsi Jawa Barat.
Ulama Kharismatik
KH Noer Alie dikenal dengan sebutan “Engkong Kiai.” Jika ia berjalan, tidak ada seorang pun, baik pejalan kaki atau pun yang memakai kendaraan, yang berani mendahuluinya. Mereka lebih cenderung untuk memilih jalan lain atau melompati got sebagai jalan pintas apabila terpaksa harus mendahului Engkong Kiai.
Pada zamannya, tidak ada akses jalan yang rusak di sekitar desa, karena apabila terjadi kerusakan jalan dan diketahui oleh KH Noer Alie, aparat pemerintah akan langsung buru – buru memperbaikinya, mengingat besarnya jasa beliau terhadap pembangunan, terutama di wilayah Bekasi.
Salah satu karya fenomenal yang berhasil diwujudkan oleh KH Noer Alie adalah pembangunan dan pembukaan akses jalan secara besar – besaran di sekitar Desa Ujungharapan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Semua warga dengan sukarela dan ikhlas akan mewakafkan tanahnya jika yang meminta KH Noer Alie. Ia pun tak segan untuk turun langsung bergotong-royong bersama warga membangun jalan seperti saat pelebaran Gang Perintis pada 1980.
Jasa-jasanya itulah yang akhirnya membuat ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan bintang Maha Putra Adipradana oleh pemerintah Republik Indonesia pada 2006. Penghargaan lainnya adalah dengan menjadikan nama “Singa Karawang-Bekasi” itu sebagai nama jalan di sepanjang Kalimalang menuju Jakarta.

Sumber: www.esqmagazine.com

READ MORE - KH Noer Alie: Singa Karawang-Bekasi

Kereta Khusus Wanita di Bekasi Aktif Besok

Kamis, 19 Agustus 2010

CikarangNews6: Di Bekasi, kereta khusus wanita akan disediakan besok, Jumat (20/8). Hal ini untuk mengurangi pelecehan seksual terhadap wanita di atas kereta listrik itu.
Kepala Stasiun Bekasi Eman Sulaeman mengatakan, sudah ada dua gerbong kereta khusus wanita di Bekasi, tadi pagi untuk pemberangkatan pukul 07.00 dan 08.00 WIB. Tetapi masih difungsikan untuk penumpang umum karena peluncuran kereta khusus wanita di Depok baru dilaksanakan pukul 10.00 WIB. "Jadi besok (Jumat)baru beroperasi di stasiun Bekasi," kata Eman, Kamis (19/8).
Setiap pemberangkatan kereta listrik disediakan dua gerbong khusus wanita, yaitu, gerbong paling depan dan gerbong terakhir. Di pintu masuk gerbong kereta dilengkapi stiker tanda wanita, serta dijaga petugas keamanan wanita. "Gebong khusus disediakan di kereta Ekspress dan kereta AC Ekonomi," katanya.
Setiap pemberangkatan, Eman melanjutkan, petugas stasiun melakukan sosialisasi kepada calon penumpang agar naik di gerbong yang telah ditentukan. Pada gerbong khusus wanita itu, penumpang laki-laki dilarang masuk. Sebaliknya, penumpang wanita boleh masuk digerbong umum.
Pasangan suami istri atau seorang ibu bersama anak laki-laki, apabila tidak ingin berpisah di atas kereta bisa masuk ke dalam gerbong umum.
Saat ini, kereta AC Ekonomi dari stasiun Bekasi menuju Jakarta hampir setiap jam mulai pukul 06.00- 21.00 WIB. Sementara kereta Ekspress hanya delapan kali dalam sehari.
sumber : tempointeraktif
READ MORE - Kereta Khusus Wanita di Bekasi Aktif Besok

Perbaikan Jalan di Depan Jababeka

Sabtu, 14 Agustus 2010


CikarangNews6: Bagi Anda yang setiap hari melalui jalan Industri raya di depan Jababeka, jalan yang menjadi jalan utama ini saat ini sedang mengalami perbaikan. Perbaikan jalan ini berkaitan dengan pemakain jalur ini sebagai salah satu jalur utama penghubung Kab. Bekasi dengan Karawang. Tentu saja, jalur ini akan menjadi jalur utama transportasi mudik lebaran 1431H.
Perbaikan jalan ini dilakukan oleh pemda kab. bekasi, terlihat dengan tanda hati-hati yang terpasang di sepanjang jalan yang sedang diperbaiki. Pada tanda tersebut tercantum logo kabupaten Bekasi. Selain untuk memperlancar arus mudik 2010, perbaikan jalan ini tentu diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang sering terjadi di depan Jababeka setiap pagi dan sore.
Hampir setiap pagi, jalan ini memang penuh sesak dengan lalu lintas para pekerja, baik yang bekerja di kawasan Jababeka maupun yang akan berangkat bekerja di kawasan lain termasuk di luar kota. Kondisi seperti itu pun terjadi ketika sore hari saat jam pulang kerja.
Maka bagi Anda yang sering melewati jalur tersebut, bersabarlah sejenak, semoga setelah perbaikan jalan, kemacetan yang ada semakin berkurang dan bahkan tidak ada lagi. (prs)
READ MORE - Perbaikan Jalan di Depan Jababeka

Senam Nusantara Bersama Bupati Bekasi

Minggu, 18 Juli 2010

CikarangNews6: Bagi anda yang biasa mengunjungi Pasar Festival di wilayah Botanic Garden Cikarang Baru, maka tidak akan merasakan asing dengan keramaian di setiap akhir pekan hari Minggu pagi.

Bersebelahan dengan Pasar Festival ada kelompok pecinta senam aerobik Nusantara yang secara rutin mengadakan acara “senam gratis” dengan dipandu instruktur berpengalaman.

Ada yang berbeda di hari Minggu 18/07/2010, pagi itu peserta senam tiba-tiba saja luber hingga mulut parkiran motor. Ada apa gerangan…. ???

Senam Nusantara yang dibidani oleh Departemen Olah Raga PKS ini memang semakin digemari masyarakat Cikarang. Peserta yang heterogen terlihat berbaur, dari anak-anak hingga dewasa. Meskipun demikian ada jarak jelas antara pesenam laki-laki dan perempuan. Para peserta mengikuti gerakan senam yang ringan dan fun, diiringi musik yang berlatar belakang etnis dari Sabang sampai Merauke.

Nampak berbaur dengan peserta senam Ust. Dr. Sa’duddin, Bupati Bekasi. Dengan berpakaian olah raga lengkap, di sebelahnya ada Ust. Imam Hambali, Ust. Adih Amin Lc, Ust. Faisal Hafan Farid dan Ust. Budiyanto.

Jika dilihat dari gerak-geriknya, Bapak Bupati Bekasi ini sepertinya sudah akrab dengan Senam Nusantara. Beliau dengan lincah melompat kesana-kemari sambil tersenyum riang, bersama lebih kurang 300 peserta senam lainnya.

Seusai senam, Bupati Ust. Dr. Sa’duddin berkenan untuk foto-foto bersama para peserta senam dan para instruktur. Tampak bergantian para peserta senam minta berfoto dengan Pak Bupati yang murah senyum ini. Setelah berfoto-foto, Bupati mengajak sarapan nasi pecel di Pasar Festival untuk sarapan pagi.




Ketika CikarangNews menanyakan kesan Bupati terhadap kegiatan senam ini, beliau menjawab “Kegiatan ini sangat positif dan perlu untuk dilestarikan dan ditularkan di tempat lain”.

Bagaima jika diundang untuk senam di tempat lain, Pak?
“Tergantung situasi, namun pada dasarnya Insya Allah saya hadir kalau diundang” . (nik)
READ MORE - Senam Nusantara Bersama Bupati Bekasi

Jalan di Cikarang Rusak Parah, Ganggu Perekonomian Warga

Selasa, 15 Juni 2010

CikarangNews6: Jalan rusak sepanjang kurang lebih lima kilometer di Jalan HOS Cokroaminoto, Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, sudah menganggu aktivitas perekonomian warga. Pasalnya, jalan rusak tersebut hingga depan pasar Cikarang Utara yang menjadi pusat kota di Cikarang. Bahkan, beberapa pedagang mengancam akan menutup akses jalan jika tidak juga diperbaiki.
"Kami mengeluhkan kondisi jalan ini sudah lama. Apalagi jalan yang rusak ini merupaka jalan yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan industri dan beberapa kecamatan lainnya. Ya bisa dibilang, ibu kotanya Kab Bekasi ya di sini ini. Tapi kok kondisi jalannya gak pernah diperhatikan," kata salah seorang pedagang pasar, Acep (33) saat ditemui "PRLM", Senin (14/6).
Jalan berlubang sepanjang lima kilometer dari Jalan Industri menuju bundaran pasar Cikarang pun sudah menjadi pemandangan biasa. Tidak hanya itu bahkan genangan sepanjang hampir setengah kilometer dengan diamter setengah lebar jalan pun tak pernah kering dari air.
"Entah ini kenapa, musim kemarau pun ada airnya. Mungkin sistem drainasenya yang jelek. Ini kan pusat kota kenapa Pemkab Bekasi masih saja menutup mata. Harusnya turun di jalan-jalan seperti ini, jangan kebanyakan lewat tol jadi gak tau kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat," ucapnya.
Beberapa pedagang yang berada di depan kubangan sekitar 50 sentimeter tersebut mengaku bisnis mereka terganggu dengan kondisi jalan seperti itu. Para pelanggan menjadi enggan untuk beli karena tidak ada tempat parkir akibat jalannya ada kubangan. "Sudah tiga tahun saya berdagang di sini kondisi jalan ya tidak berubah, paling juga diperbaiki oleh warga setempat dengan urukan pasir, tidak lama juga rusak lagi," ujar Pedagang lainnya, Karman (38).
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Kab Bekasi, Saefullah menuturkan, jika prioritas pembangunan jalan sudah direncanakan satu tahun sebelumnya, jadi jika ada keluhan saat ini, sementara akan ditampung dan direncanakan tahun depan, karena sekitar 200 kilometer dari total 900 kilometer panjang ruas jalan di Kab. Bekasi rusak akibat genangan air selama musim hujan dan lintasan kendaraan tonase besar.


READ MORE - Jalan di Cikarang Rusak Parah, Ganggu Perekonomian Warga

Aparat Desa Sewakan TPU untuk Tujuan Komersil

CikarangNews6:Warga memprotes tindakan sejumlah aparat pemerintah yang justru menyewakan Lahan Tempat Pemakaman Umu (TPU) di Kabupaten Bekasi untuk tujuan komersil sementara warga susah mencari lahan untuk memakamkan kerabat dan tetangga mereka. Tidak jarang, justru mereka memakamkannya di belakang rumah. Lahan 13,5 hektar yang ada di Kampung Balongjaer, Desa Sukabudi, Kecamatan Sukawangi yang seharusnya dialokasikan untuk TPU, namun justru disewakan kepala desa setempat untuk para penggarap sawah.

"Kami ini masih memakamkan kerabat dan tetangga kami di belakang rumah, karena TPU yang disediakan tidak dikelola dengan baik dan masih berupa lahan persawahan. Kami baru tahu beberapa waktu lalu ternyata yang disewakan kepala desa itu lahan untuk TPU, ini kan tindakan tidak benar," ujar salah seorang warga Desa Sukabudi, Usman (38) kepada "PRLM", Senin (14/6).

Kepala Desa Sukabudi, Bawani justru mengakui kalau wilayahnya membutuhkan lahan TPU. Namun, kata dia, butuh dana besar untuk mengubah lahan tersebut menjadi TPU. Sementara Pemkab Bekasi, kata dia, tak kunjung menunjukkan tanda-tanda akan merealisasikan lahan tersebut menjadi TPU. "Ya sudah kami sewakan saja, tapi kan hasil sewa masuk kas desa," katanya.

Sama halnya di Kampung Glatik, Desa Sukaindah Kecamatan Sukakarya. Lahan seluas 42 hektar yang dialokasikan untuk TPU saat ini masih berbentuk sawah yang disewakan kepala desanya pada warga penggarap. Bahkan pada tahun 2007 sempat memicu bentrokan warga. ”Lahan TPU seluas 42 hektar kini disewa oleh Kades, padahal lahan tersebut mestinya sudah bisa dijadikan lahan TPU, karena sudah ada spanduknya,” ujar Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Sukaindah, Jamaludin.

Demikian halnya dengan lahan seluas 38 hektar yang merupakan TPU di Wanajaya di Kecamatan Cibitung. Sama dengan dua wilayah lainnya, lahan tersebut pun disewakan untuk lahan pertanian. Petani penggarap lahan tersebut mengaku menyewa garapan pada seseorang berinsial BP pensiunan PNS Kabupaten Bekasi. “Saya menyewa Rp 1 juta per hektar per musim atau Rp 2 juta per tahun. Udah lama dari tahun 2005. Cuma harganya naek terus, kalo dijumlah sih di 2009 ini bisa Rp 76 juta untuk berapa hektar,” kata petani yang menyewa lahan TPU tersebut, Memet (45).

Sementara itu, Kepala Seksi Pemakaman, Dinas Kebersihan Kabupaten Bekasi, Nurida mengatakan, dari delapan TPU yang terdata, baru satu TPU, yaitu di Mangunjaya Tambun Selatan yang baru optimal pengelolaannya termasuk retribusinya. ”Kami hanya menerima PAD sebesar Rp 11 juta setiap tahunnya dari retribusi pemakaman, sedangkan lahan TPU yang masih digarap warga masuk ke dalam kas desa,” tuturnya.

sumber : pikiran rakyat

READ MORE - Aparat Desa Sewakan TPU untuk Tujuan Komersil

Festival Wirausaha Bekasi 2010

Rabu, 09 Juni 2010

CikarangNews6: Festival Wirausaha Bekasi 2010

Di pekan kedua bulan juni 2010 ini komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA) wilayah Bekasi akan menyelenggarakan festival kewirausahaan yang pertama dan terbesar di Bekasi, dalam rangka Milad TDA Bekasi yang pertama yaitu Festival Wirausaha Bekasi 2010 di Bekasi Square Jl. Ahmad Yani Kav. I, Bekasi Barat

Festival wirausaha tersebut akan diadakan pada hari sabtu-minggu, tanggal 12 – 13 Juni 2010. Selama dua hari peserta akan disuguhi berbagai rangkaian acara Seminar, Talkshow, Workshop, Expo, Lomba dan Hiburan serta Bussiness Chalenge yang diharapkan dapat menghilangkan dahaga akan wawasan kewirausahaan dan networking.

Dengan menghadirkan speaker dan enterpreneurship handal, diantaranya : Bob Sadino, Silih Agung Wasesa, Ir.Wahyu Saidi dan masih banyak lagi.

Dijadwalkan acara akan dihadiri sekitar 1000 peserta pengusaha atau calon pengusaha dari wilayah Bekasi dan sekitarnya.


Dalam menyambut dan ikut berpartisipasi di dalam Festival Wirausaha Bekasi 2010, kelompok Master Minda Cikarang (MMC3) memproduksi sebuah ide dan kreatifitas berupa kaos Motivasi Wirausaha.


Yang juga nantinya akan ikut di pajang dan di perjual-belikan dalam acara tersebut.Dengan bahan dasar cotton combed 20s, kaos produksi MMC3 hanya di bandrol seharga Rp 59.000,- saja.


Sample design kaos MMC3 :
















Silahkan pesan melalui :

Samsudin : 081585000815

Jika Anda pengusaha yang berdomisili di Bekasi, maka wajib menghadiri event ini.

Jika Anda calon pengusaha yang tengah mencari inspirasi dan siap beraksi, maka lebih wajib hadir dalam event ini.

Sampai jumpa di Festival Wirausaha Bekasi.


Berikut ini agenda acara Festival Wirausaha :

Seminar
Sabtu, 12 Juni 2010 (10.30 – 12.30)
Tema: Menangkap Peluang Usaha
Pembicara
1: Bob SadinoPembicara
2: Silih Agung Wasesa


Minggu, 13 Juni 2010 (13.30 – 17.00)
Tema: Berani Buka Usaha
Pembicara 1: Ir. Wahyu Saidi, Msc (Pakar Entrepreneur, Owner Taman Resto Rawalumbu)
Pembicara 2: Ippho Santosa
Talkshow
Sabtu, 12 Juni 2010 (14.00 – 15.30)
Tema: Kiat Memulai Bisnis, Mengembangkan dan Mempertahankannya
Pembicara 1: Teguh Atmajaya
Pembicara 2: Leni Nurlaeni

Minggu, 13 Juni 2010 (14.00 – 15.30)
Tema: Low Profile High Profit (Kisah Sukses)
Narasumber
1: Mbok JumNarasumber
2: Bu LelaNarasumber
3: Kang Maman

Workshop
Sabtu, 12 Juni 2010 (14.00 – 15.30)
Tema: Usaha Coklat, Peluang Bisnis Yang Lezat
Fasilitator: Ismed

Minggu, 13 Juni 2010 (14.00 – 15.30)
Tema: Membangun Usaha Mie Ayam
Fasilitator: Syamsu Irman

ExpoExpo Wirausaha Bekasi
Tersedia 80 stand expo di sekitar hall utama yang menampilkan berbagai macam bisnis dari wirausaha Bekasi.

Lomba dan Hiburan

Sabtu, 12 Juni 2010 (10.00 – 12.00)Lomba mewarnai tingkat TK.
Minggu, 13 Juni 2010 (10.00 – 12.00)Lomba menggambar tinggak SD

sumber tulisan : TDA Bekasi & Festival Wirausaha 2010
READ MORE - Festival Wirausaha Bekasi 2010

Dishub Bakal Tertibkan Baktor

Selasa, 08 Juni 2010

EFISIEN : Baktor disukai warga pedagang karena bisa mengangkut banyak barang, sementara tubuh kendaraan lebih ramping dari mobil. AHMAD KHUMAIDI/RADAR BEKASI

Cibitung
 – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi mengaku mulai dipusingkan dengan sepeda motor dengan gerobak (baktor) yang kian hari makin ramai berlalu lalang di jalan raya. Dishub berencana bakal berkoordinasi dengan polisi untuk menertibkan baktor yang dinilai mengganggu lalu lintas.

Kepala Dishub Iwan Achmad Septadi mengungkapkan, selayaknya Baktor hanya diperkenankan beroperasi di pemukiman dan dilarang beroperasi di jalan raya. Karena bentuknya, menurut Iwan baktor telah menambah kemacetan. ”Seharusnya kendaraan jenis itu beroperasi hanya di dalam pemukiman,” kata Iwan.

Meski mengakui belum ada landasan hukumnya, namun kata Iwan, penertiban baktor harus segera dilakukan. Pasalnya jenis kendaraan tersebut belum jelas, masuk kategori sepeda motor atau justru mobil.

Iwan mengaku pihaknya perlu berkoordinasi dengan kepolisian untuk menertibkannya. ”Polisi juga sebenarnya bingung, mau ditangkap atau dibiarin saja. Kendaraan itu masuk kategori sepeda motor atau mobil,” kata Iwan.

Sementara dimata pengendara baktor, seperti Wanto yang berprofesi sebagai pedagang mengaku keberatan dengan niatan Dishub. Pasalnya, baktor telah sangat membantu usahanya. 

Diungkapnya, untuk satu kali mengangkut barang belanjaan, ia hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 120 ribu. ”Kalau becak gak bisa satu kali, kalau mobil harganya di atas Rp 300 ribu,” tuturnya di Pasar Induk Cibitung. (hum)

http://radar- bekasi.com/ index.php? mib=berita. detail&id=58402 
READ MORE - Dishub Bakal Tertibkan Baktor

Kapolri Beri Penghargaan Bagi Polisi Masyarakat

Minggu, 02 Mei 2010

CikarangNews6 - Polres Bekasi Kabupaten memberikan penghargaan kepada masyarakat yang turut andil dalam Polisi Masyarakat (polmas). Penghargaan diberikan kepada masyarakat yang membantu Polres Bekasi Kabupaten dalam memberikan informasi terkait tindak pidana yang terjadi.

"Reward atas nama Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri akan diberikan kepada masyarakat yang membantu kita dalam mengungkap kejahatan," kata Kapolres Bekasi Kabupaten, Kombes Pol Herri Wibowo, kepada detikcom, Kamis (29/4/2010).

Herri mengatakan, penghargaan yang diberikan berupa plakat dan bantuan uang pembinaan. Pemberian penghargaan akan diberikan pada tanggal 17 Mei mendatang di Polres Bekasi Kabupaten.

"Kalau untuk polisi kan ada punishment and reward. Begitu juga buat masyarakat, kita berikan reward," imbuhnya.

Menurut Herri, jumlah rasio polisi dengan masyarakat lebih sedikit. Tanpa bantuan masyarakat, sambungnya, pengungkapan kejahatan tidak mungkin berjalan lancar.

"Dengan rasio polisi yang kurang, kita tentunya sangat memerlukan bantuan masyarakat," sambungnya.

Selain itu, reward juga diberikan sebagai bentuk motivasi kemitraan polisi dengan masyarakat untuk menekan angka kejahatan. "Karena masyarakat sendiri yang menjadi korbannya," katanya.

Sebagai contoh kasus, tindak pidana penculikan bayi Fairuz Kamil (1,5) pada Rabu (28/4) di Jalan Kramat, Desa Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara, Bekasi. Pelaku penculikan dapat ditangkap kurang dari 24 jam berkat kerjasama masyarakat dengan polisi.

"Kami juga berharap, masyarakat senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban bersama," tandasnya

Sumber: detik.com
READ MORE - Kapolri Beri Penghargaan Bagi Polisi Masyarakat

10 Desa Bakal Jadi Kelurahan

Minggu, 25 April 2010

CikarangNews6 (25/4/2010) - Setelah lima desa berubah statusnya menjadi kelurahan di Tahun 2009 lalu, kini Pemkab Bekasi bakal merubah status 10 desa lagi menjadi kelurahan. 


Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial, Ahmad Kosasih, memastikan perubahan 10 desa menjadi kelurahan akan dilakukan tahun 2010 ini. Menurut Ahmad Kosasih, hal ini dilakukan setelah dilakukan kajian dan dorongan dari masyarakat.

“Ini datang dari kemauan masyarakat, dimana sebagai pemerintah daerah, kita telah melakukan kajian tinggal menyelesaikan hasilnya. Dilihat dari aspek wilayah, tingkat sosial, ekonomi, dan lain-lain maka dalam waktu dekat ini Pemkab Bekasi akan berupaya meningkatkan status 10 desa menjadi kelurahan,” jelas Ahmad Kosasih.

Mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bekasi ini mengatakan, hasil kajiannya sudah diserahkan ke Sekretaris Daerah, juga pada Bupati Bekasi. Usulan tersebut juga sudah dimasukkan dalam Prolegda (Program Legislasi Daerah).
Untuk perubahan status ini dialokasikan dana Rp 20 miliar oleh Pemkab Bekasi. 
“Jadi anggaran untuk merubah satu desa sebesar Rp 2 miliar,” ungkapnya.
Kesepuluh desa tersebut adalah, Telaga Murni, Karang Asih, Kertasari, Lambang Sari, Telaga Asih, Tambun, Wanajaya, Kalijaya, Tamanrahayu dan Sukadami.  “Tapi di dalam paripurna ABT bulan Juni nanti, kita prioritaskan dua desa, Telaga Asih dan Tambun yang akan ditetapkan bulan Agustus 2010. Jadi dua wilayah itu sudah mendapatkan anggaran ABT, dan kebetulan saja masa Kepala Desa Telaga Asih sudah habis masa jabatanya,” terangnya.

Sumber: Radar-Bekasi.com 
READ MORE - 10 Desa Bakal Jadi Kelurahan

Sa'aduddin, Kesederhanaan Seorang Bupati

Jumat, 16 April 2010


CikarangNews6:Sederhana. Itulah prinsip utama Sa'aduddin. Orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini ke mana-mana kerap tampil seadanya. Kedua kakinya sangat jarang berbalut sepatu kulit mengkilat. Ditambah lagi, sikap cueknya terhadap aturan protokoler yang serba formil.

Banyak peristiwa unik dari sikap santai serta jauh dari protokoler yang dilakoni Sa'aduddin. Salah satunya ketika melakukan kunjungan kerja ke salah satu kecamatan. Dia diam-diam duduk di sebuah warung kopi tak jauh dari lokasi acara tujuannya. Dia tersenyum geli saat mendengar obrolan beberapa pengunjung warung kopi itu.

"Mereka bertanya-tanya, kok bupatinya nggak datang-datang ya," ungkap Sa'aduddin saat berbicara dengan detikcom, Kamis (15/4/2010).

Bapak dari 8 anak ini mengaku dirinya tidak anti protokoler yang serba resmi. Dia hanya ingin tidak terlalu formil saat bertemu warganya. Sebab dengan demikian, dia bisa mendengar dan melihat lebih dekat kondisi warganya.

"Kalau kita jauh, warga tentunya ya juga jauh. Ukuran sukses juga tidak dinilai dari harta atau jabatan, tapi bagaimana saya bisa siap melayani dan memberikan yang terbaik bagi warga masyarakat sepanjang jabatan saya ini," ujar Sa'aduddin.

Sejak memimpin Kabupaten Bekasi, penyandang gelar doktor ini telah melakukan berbagai terobosan. Untuk urusan pendidikan, dia menggratiskan biaya pendidikan mulai tingkat SD hingga SMP. Tunjangan bagi kesejahteraan para guru pun tak luput diberikan.
Layanan kesehatan masyarakat pun menjadi perhatiannya. Termasuk di antaranya mengupayakan peningkatan pelayanan rumah sakit di Kabupaten Bekasi dengan meningkatkan kelas plus ketersediaan peralatan.

Demikian pula dengan sektor ekonomi. Sa'adudin tengah gencar melakukan optimalisasi sumber penerimaan serta merevisi beberapa regulasi terkait retribusi daerah. Dia juga menggiring pihak swasta agar terlibat dalam proses pembangunan.

"Keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan sangat strategis. Terlebih jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Bekasi mencapai lebih dari 143 ribu orang," tutur Sa'aduddin.

Diakui Sa'aduddin, menarik minat swasta untuk melakukan investasi di wilayahnya bukan perkara sepele. Sebab, para investor butuh kepastian hukum dan iklim yang kondusif. Terutama masalah birokrasi dan perizinan usaha yang berbelit-belit. Untuk itulah, Pemkab Bekasi berniat menerapkan pelayanan perizinan satu atap.

"Ke depan, layanan perizinan ini akan kita tingkatkan statusnya menjadi sebuah badan," terang Sa’duddin.

Di akhir cerita, Sa'aduddin mengaku mempunyai 3 doa utama yang selalu dilafalkan setiap hari. Pertama, dirinya selalu berdoa agar bisa menjalani hidup dengan ikhlas. Kedua, dia berdoa agar dirinya selalu istiqomah.

"Yang terakhir adalah bagaimana saya ini nanti dapat meninggal dalam kondisi beriman dan khusnul khotimah," ungkapnya.

sumber : detiknews
READ MORE - Sa'aduddin, Kesederhanaan Seorang Bupati

Warga Ancam Tutup Ekplorasi Minyak di Hurip Jaya

Jumat, 09 April 2010

CikarangNews6:Ribuan warga empat kampung di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengancam akan menutup eksplorasi minyak oleh tiga perusahaan rekanan Pertamina, jika warga di sekitar ekplorasi minyak tersebut tidak diakomodir kepentingannya. Empat kampung yang berada di sekitar eksplorasi minyak tersebut di antaranya Kampung Cabang empat dan Kampung Setia Mekar.

"Kami ini hanya meminta sedikit kebijaksanaan dari rekanan Pertamina yang sedang mengeksplorasi minyak untuk memberikan dana kompensasi atau paling tidak pekerjaan bagi warga yang masih menganggur," ucap Anggota Karang Taruna Hurip Jaya, Rosidi saat ditemui "PRLM", Kamis (8/4).

Desakan tersebut, kata dia, sudah lama dilakukan, bahkan warga ingin melakukan diskusi dan musyawarah untuk membicarakan hal ini pun, perusahaan tidak mau mendengar apalagi mendatangi undangan musyawarah dari warga. "Jangan hanya warga sekitar ini dapat kerugiannya saja dan tidak bisa menikmati keuntungannya. Kalau ada limbahnya, warga yang menanggung namun tidak pernah dilibatkan untuk sedikit mencicipi keuntungan dari ekplorasi minyak ini," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Forum Masyarakat Desa Penghasil Migas (FMDPM) Kabupaten Bekasi, Ibnu Hajar. Ia meminta kepada PT Pertamina memprioritaskan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja profesional melalui pembinaan kemampuan masyarakat.

Sekretaris Desa Hurip Jaya, Supriadi membenarkan kekesalan warga. Bahkan, warga melakukan aksi pemasangan spanduk dengan isi tuntutan mereka. "Sejauh ini tuntutan warga kami anggap wajar saja, dan aksi dalam melakukan penuntutan juga tidak mengarah tindakan anarkis. Kami sebagai aparat desa meminta hendaknya kedua belah pihak bertemu saja melakukan musyawarah," tuturnya.

sumber : pikiran-rakyat
READ MORE - Warga Ancam Tutup Ekplorasi Minyak di Hurip Jaya

Dana Kematian bagi Rakyat Miskin pun Disunat

CikarangNews6:Pencairan dana kematian bagi rakyat miskin di Kabupaten Bekasi yang semestinya satu keluarga mendapat Rp 2 juta banyak dikeluhkan warga karena mereka menerima dana tersebut hanya Rp 1,5 juta. "Hampir semua penerima dana kematian disunat jumlahnya hingga Rp 500 ribu. Alasannya untuk biaya administrasi," ucap salah seorang warga Desa Sukamulya, RT 13/06, Wati (38) kepada "PRLM", Kamis (8/4).

Dana bantuan bagi keluarga miskin yang mendapat musibah ini, telah dua tahun dianggarkan dari Pemkab Bekasi yang dicairkan melalui Dinas Sosial. Kematian yang wajar misal karena sakit maupun kematian karena lanjut usia yang berhak mendapat dana kematian.

Salah seorang warga lain, Manta (40) mengatakan, dana kematian yang diperolehnya langsung dipotong Rp 500 ribu dengan alasan yang sama, yaitu biaya administrasi dan ongkos petugas desa mengurusnya ke Dinsos Kab. Bekasi. "Seharusnya kan kami mendapat Rp 2 juta seperti yang dinjanjikan Bupati. Kalau memang meminta uang terima kasih, harusnya bilang dulu, tapi ini langsung dipotong saja," tuturnya.

Meski begitu, hal tersebut dibantah oleh Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Desa Sukamulya, Marjaya. Menurut dia, pemotongan tersebut untuk biaya transport pengurusan pencairan bantuan. "Mengurus cairnya dana kematian tidak cukup dua kali bolak balik. Bisa empat sampai lima kali, itu semua kan pakai ongkos," ungkapnya.

Proses pencairan dana kematian yang dianggap bertele-tele, juga mendapatkan sorotan dari DPRD Kab. Bekasi. DPRD akan mengevaluasi proses tersebut. Meski sudah dianggarkan Rp 9 miliar tahun ini, proses pencairan dana tersebut oleh Dinas Sosial dinilai terlalu bertele-tele.

”Jumlah orang meninggal di Kabupaten Bekasi ini paling banyak mungkin hanya 10 orang dalam sehari. Tapi kenapa pencairan dananya, bisa lambat hingga dua bulan lebih,” tutur Ketua DPRD Kab. Bekasi, Mustakim

sumber : pikiran-rakyat
READ MORE - Dana Kematian bagi Rakyat Miskin pun Disunat

20 Tersangka Penjudi Dibekuk Polisi

Rabu, 31 Maret 2010

CikarangNews6:Sebanyak 20 tersangka penjudi dibekuk Polres Metro Bekasi Kabupaten dalam operasi yang lakukan selama satu pekan terakhir. Kasus perjudian bervariasi, dari judi biliar, togel, sabung ayam, hingga judi koprok.

Salah seorang tersangka kasus togel, JL, mengaku dalam melakukan judi togel, ia memiliki jaringan sendiri dengan menggunakan telefon selular. "Kami memiliki sedikitnya 100 anggota yang semua transaksi dilakukan menggunakan handphone. Misalnya, ada salah seorang yang menang juga diberitahu melalui sms dan uang ditransfer," katanya saat ditanyai di Polres Metro Bekasi Kabupaten, Selasa (30/3).

Dari operasi yang dilakukan, Polres berhasil menyita Barang Bukti Uang sebanyak Rp 1.774.000, dua ekor ayam, stik biliar dan bolanya, serta 8 unit handphone. "Kami memang melakukan operasi di seluruh Kabupaten Bekasi selama satu pekan terkahir. Dari 20 tersangka tersebut kami tangkap di Tambun, Cikarang, dan Serang Baru," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kabupaten, Komisaris Polisi NT Nurohmad.

Semua tersangka dikenai pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman seberat-beratnya 10 tahun penjara dan denda Rp 25 juta.

sumber : pikiran rakyat
READ MORE - 20 Tersangka Penjudi Dibekuk Polisi

Alhamdulillah, Banjir Labansari Mulai Surut

Minggu, 28 Maret 2010

CikarangNews6 - Banjir di Desa Labansari sudah mulai surut sejak tadi malam. Siang ini (28/3/10) ketika CikarangNews6 ke lokasi menyerahkan bantuan dari pembaca, tampak air sudah menurun drastis. SDN Bojongsari 01 di sebelah lapangan Labansari juga sudah nampak utuh. Tinggal menyisakan tanah becek di depannya. Di lapangan sepak bola Labansari, tiga perempat tinggi gawang sudah tampak. Warga sudah mulai pulang ke rumah membersihkan rumahnya masing-masing dari sampah dan lumpur.

Untuk menuju Desa Nanggewer, warga masih harus menggunakan perahu karet milik Kecamatan Kedungwaringin yang masih standby di lokasi. Karena lapangan Labansari masih tergenang air.

Sepanjang jalan menuju Labansari barang-barang milik warga sudah diangkut pulang. Di stasiun Bojongsari pengungsi juga sudah tidak terlihat lagi.

Kini warga bersiap-siap membersihkan rumahnya masing-masing. Bantuan air minum dan nasi bungkus juga masih dibutuhkan, karena mulai hari ini dan beberapa hari ke depan mereka belum aktif bekerja. Air minum bisa dimanfaatkan warga melepas lapar dan dahaga karena berkerja keras membersihkan sisa-sisa banjir.
READ MORE - Alhamdulillah, Banjir Labansari Mulai Surut

Peta Banjir: Anda Dimana?

Sabtu, 27 Maret 2010

Banyak warga Cikarang yang tidak tahu dimana posisinya secara geografis terhadap Karawang. Maka wajar ketika CikarangNews6 pertama kali memberitakan musibah banjir di Labansari, banyak yang terhenyak. Mereka tahu ada banjir di Karawang, tapi tak menyangka kalau dampaknya sampai sebuah desa di Kecamatan Cikarang Timur dan Kedungwaringin. Dan dua kecamatan ini berada di Cikarang.

CikarangNews6 memberitakan kondisi banjir di kedua wilayah ini setiap hari. Dan bersyukur ternyata banyak yang tercerahkan dan berbondong-bondong menuju ke lokasi banjir untuk menyerahkan bantuan demi meringankan beban korban banjir.

Untuk lebih memahami posisi Cikarang dalam peta geografis, berikut ini CikarangNews6 menampilkan peta banjir. Tujuannya dengan demikian kita jadi sadar dengan musibah ini, dan begitu banyak warga Bekasi yang membutuhkan bantuan kita.

Mari berlomba-lomba menanamkan kebaikan sebagai salah satu wujud syukur kita yang masih diberikan keamanan dan kenyamanan oleh Allah SWT.
READ MORE - Peta Banjir: Anda Dimana?