Berita Terbaru
Post terpopuler
-
Banyak warga Cikarang yang tidak tahu dimana posisinya secara geografis terhadap Karawang. Maka wajar ketika CikarangNews6 pertama kali memb...
-
CikarangNews6 - Al Ichwan adalah sebuah yayasan pendidikan Islam yang tergolong generasi awal di Cikarang ini. Berdiri tahun 1995 yayasan in...
-
CikarangNews6 - Hari ini test Penerimaan Peserta Didik Baru di SMAN 1 Cikarang Utara dimulai. Hampir 300 siswa telah hadir di sekolah ini pa...
-
CikarangNews6 - Warga Cikarang Baru yang suka jalan-jalan pagi di hari Ahad, mungkin tidak asing lagi dengan Senam Nusantara. Senam ini seti...
CN6 Fans Page
Pendidikan Antikorupsi Jadi Mulok di SMA/SMK Kab Bekasi
Rabu, 16 Februari 2011laporan dari al-asyhar at 22.03 2 comments
Labels: Cikarang, Kabupaten, Kejari, korupsi, Undang Mugopal
Dishub Bakal Tertibkan Baktor
Selasa, 08 Juni 2010

Kepala Dishub Iwan Achmad Septadi mengungkapkan, selayaknya Baktor hanya diperkenankan beroperasi di pemukiman dan dilarang beroperasi di jalan raya. Karena bentuknya, menurut Iwan baktor telah menambah kemacetan. ”Seharusnya kendaraan jenis itu beroperasi hanya di dalam pemukiman,” kata Iwan.
Meski mengakui belum ada landasan hukumnya, namun kata Iwan, penertiban baktor harus segera dilakukan. Pasalnya jenis kendaraan tersebut belum jelas, masuk kategori sepeda motor atau justru mobil.
Iwan mengaku pihaknya perlu berkoordinasi dengan kepolisian untuk menertibkannya. ”Polisi juga sebenarnya bingung, mau ditangkap atau dibiarin saja. Kendaraan itu masuk kategori sepeda motor atau mobil,” kata Iwan.
Sementara dimata pengendara baktor, seperti Wanto yang berprofesi sebagai pedagang mengaku keberatan dengan niatan Dishub. Pasalnya, baktor telah sangat membantu usahanya.
Diungkapnya, untuk satu kali mengangkut barang belanjaan, ia hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 120 ribu. ”Kalau becak gak bisa satu kali, kalau mobil harganya di atas Rp 300 ribu,” tuturnya di Pasar Induk Cibitung. (hum)
http://radar- bekasi.com/ index.php? mib=berita. detail&id=58402
Kapolri Beri Penghargaan Bagi Polisi Masyarakat
Minggu, 02 Mei 2010
"Reward atas nama Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri akan diberikan kepada masyarakat yang membantu kita dalam mengungkap kejahatan," kata Kapolres Bekasi Kabupaten, Kombes Pol Herri Wibowo, kepada detikcom, Kamis (29/4/2010).
Herri mengatakan, penghargaan yang diberikan berupa plakat dan bantuan uang pembinaan. Pemberian penghargaan akan diberikan pada tanggal 17 Mei mendatang di Polres Bekasi Kabupaten.
"Kalau untuk polisi kan ada punishment and reward. Begitu juga buat masyarakat, kita berikan reward," imbuhnya.
Menurut Herri, jumlah rasio polisi dengan masyarakat lebih sedikit. Tanpa bantuan masyarakat, sambungnya, pengungkapan kejahatan tidak mungkin berjalan lancar.
"Dengan rasio polisi yang kurang, kita tentunya sangat memerlukan bantuan masyarakat," sambungnya.
Selain itu, reward juga diberikan sebagai bentuk motivasi kemitraan polisi dengan masyarakat untuk menekan angka kejahatan. "Karena masyarakat sendiri yang menjadi korbannya," katanya.
Sebagai contoh kasus, tindak pidana penculikan bayi Fairuz Kamil (1,5) pada Rabu (28/4) di Jalan Kramat, Desa Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara, Bekasi. Pelaku penculikan dapat ditangkap kurang dari 24 jam berkat kerjasama masyarakat dengan polisi.
"Kami juga berharap, masyarakat senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban bersama," tandasnya
10 Desa Bakal Jadi Kelurahan
Minggu, 25 April 2010
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial, Ahmad Kosasih, memastikan perubahan 10 desa menjadi kelurahan akan dilakukan tahun 2010 ini. Menurut Ahmad Kosasih, hal ini dilakukan setelah dilakukan kajian dan dorongan dari masyarakat.
Mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bekasi ini mengatakan, hasil kajiannya sudah diserahkan ke Sekretaris Daerah, juga pada Bupati Bekasi. Usulan tersebut juga sudah dimasukkan dalam Prolegda (Program Legislasi Daerah).
Warga Ancam Tutup Ekplorasi Minyak di Hurip Jaya
Jumat, 09 April 2010
"Kami ini hanya meminta sedikit kebijaksanaan dari rekanan Pertamina yang sedang mengeksplorasi minyak untuk memberikan dana kompensasi atau paling tidak pekerjaan bagi warga yang masih menganggur," ucap Anggota Karang Taruna Hurip Jaya, Rosidi saat ditemui "PRLM", Kamis (8/4).
Desakan tersebut, kata dia, sudah lama dilakukan, bahkan warga ingin melakukan diskusi dan musyawarah untuk membicarakan hal ini pun, perusahaan tidak mau mendengar apalagi mendatangi undangan musyawarah dari warga. "Jangan hanya warga sekitar ini dapat kerugiannya saja dan tidak bisa menikmati keuntungannya. Kalau ada limbahnya, warga yang menanggung namun tidak pernah dilibatkan untuk sedikit mencicipi keuntungan dari ekplorasi minyak ini," ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Forum Masyarakat Desa Penghasil Migas (FMDPM) Kabupaten Bekasi, Ibnu Hajar. Ia meminta kepada PT Pertamina memprioritaskan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja profesional melalui pembinaan kemampuan masyarakat.
Sekretaris Desa Hurip Jaya, Supriadi membenarkan kekesalan warga. Bahkan, warga melakukan aksi pemasangan spanduk dengan isi tuntutan mereka. "Sejauh ini tuntutan warga kami anggap wajar saja, dan aksi dalam melakukan penuntutan juga tidak mengarah tindakan anarkis. Kami sebagai aparat desa meminta hendaknya kedua belah pihak bertemu saja melakukan musyawarah," tuturnya.sumber : pikiran-rakyat
Dana Kematian bagi Rakyat Miskin pun Disunat
Dana bantuan bagi keluarga miskin yang mendapat musibah ini, telah dua tahun dianggarkan dari Pemkab Bekasi yang dicairkan melalui Dinas Sosial. Kematian yang wajar misal karena sakit maupun kematian karena lanjut usia yang berhak mendapat dana kematian.
Salah seorang warga lain, Manta (40) mengatakan, dana kematian yang diperolehnya langsung dipotong Rp 500 ribu dengan alasan yang sama, yaitu biaya administrasi dan ongkos petugas desa mengurusnya ke Dinsos Kab. Bekasi. "Seharusnya kan kami mendapat Rp 2 juta seperti yang dinjanjikan Bupati. Kalau memang meminta uang terima kasih, harusnya bilang dulu, tapi ini langsung dipotong saja," tuturnya.
Meski begitu, hal tersebut dibantah oleh Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Desa Sukamulya, Marjaya. Menurut dia, pemotongan tersebut untuk biaya transport pengurusan pencairan bantuan. "Mengurus cairnya dana kematian tidak cukup dua kali bolak balik. Bisa empat sampai lima kali, itu semua kan pakai ongkos," ungkapnya.
Proses pencairan dana kematian yang dianggap bertele-tele, juga mendapatkan sorotan dari DPRD Kab. Bekasi. DPRD akan mengevaluasi proses tersebut. Meski sudah dianggarkan Rp 9 miliar tahun ini, proses pencairan dana tersebut oleh Dinas Sosial dinilai terlalu bertele-tele.
”Jumlah orang meninggal di Kabupaten Bekasi ini paling banyak mungkin hanya 10 orang dalam sehari. Tapi kenapa pencairan dananya, bisa lambat hingga dua bulan lebih,” tutur Ketua DPRD Kab. Bekasi, Mustakimsumber : pikiran-rakyat
laporan dari Unknown at 09.18 2 comments
Labels: Bekasi, dinas sosial, dinsos, DPRD, Kabupaten
Banjir Labansari, Tidak Ada Korban Jiwa
Rabu, 24 Maret 2010
Mengapa Ribuan Koperasi Mati Suri?
Jumat, 19 Maret 2010
Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewkopimda Kabupaten Bekasi, Ayit Prayitno, menyatakan siap membenahi koperasi. Ayit mengungkapkan, pemerintah dan swasta menyediakan anggaran cukup besar bagi pembinaan koperasi. Namun karena kekurang-pahaman koperasi, dana tersebut akhirnya tak pernah dijemput.
Cikarang Semakin Dekat
Rabu, 03 Maret 2010
Dulu tinggal di Cikarang serasa tinggal di daerah pedalaman. Keluar dari Cikarang menuju Jakarta harus ke Bekasi dulu. Setelah itu bisa meneruskan ke mana saja. Kini sudah ada bis kota yang menghubungkan Cikarang langsung ke Jakarta. Pernah ada feeder busway, saat awal-awal ada angkutan dalam kota Jakarta yang bernama busway. Maksudnya dari Cikarang warganya akan diantar ke halte busway terdekat di Jakarta dengan feeder ini.
Kini juga ada Airport Bus yang menghubungkan Cikarang dengan Bandara Soekarno-Hatta dan sebaliknya. Kita tak perlu lagi pergi ke Bekasi Barat dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara. Demikian pula sebaliknya. Dari terminal kedatangan di Bandara kita bisa langsung ke Jababeka dengan Airport Bus.
Benar. Cikarang sekarang semakin dekat!
laporan dari al-asyhar at 22.46 3 comments
Labels: Bandara, Bekasi, Busway, Cikarang, Ibukota, Kabupaten, Soekarno-Hatta
Cikarang News 6- Tahun 2011 ini pendidikan antikorupsi dimasukkan dalam kurikulum mata pelajaran muatan lokal (mulok) bagi setiap sekolah di Kabupaten Bekasi. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan korupsi dengan memberikan pemahaman di kalangan pelajar di Kab. Bekasi.









