Tampilkan postingan dengan label sa'adudin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sa'adudin. Tampilkan semua postingan

Senam Etnis se-Nusantara

Minggu, 07 November 2010

CikarangNews6 - Setelah mengikuti jalan sehat bersama Bupati, seluruh kader dan simpatisan PKS Sabtu kemarin (6/11) mengikuti senam PKS Nusantara di halaman parkir gedung futsal Hadhamas. Senam yang dilahirkan oleh Departemen Olah Raga PKS ini memang menarik. Karena gerakannya yang energik, mudah, dan meriah karena diiringi oleh beberapa lagu daerah di Indonesia.

Disini Anda akan bersenam aerobik dengan diiringi lagu Jali-jali dari Betawi, Bungong Jeumpa dari Aceh, Manuk Dadali dari Jawa Barat, Yamko Rambe Yamko dari Papua, Dindin Badindin dari Sumatera Barat, dan lain-lain.

Bagi peserta yang setiap Ahad mengikutinya di Botanic Garden Cikarang Baru, tentu sudah bisa menghafal gerakan senamnya. Tapi bagi yang belum pernah, tentu tak mudah mengikuti gerakan senamnya. Meskipun demikian tiga instrukrur di atas panggung terus bergerak dan memberi aba-aba agar gerakan peserta lebih seragam dan tetap energik. 

Di barisan depan, tampak Bupati Bekasi, Dr. Sa’aduddin, ketua panitia Musda ke-2, Ust. Adih Amin, Lc, M.A., ketua DPD Ust. Asmeldi Firman, dan lain-lain.

Setelah senam ini sebagian peserta akan bertanding futsal. Bupati Bekasi juga akan turun berlaga dalam pertandingan Futsal dalam memeriahkan MUSDA ke-2 PKS Kab. Bekasi ini.
READ MORE - Senam Etnis se-Nusantara

Sa'aduddin, Kesederhanaan Seorang Bupati

Jumat, 16 April 2010


CikarangNews6:Sederhana. Itulah prinsip utama Sa'aduddin. Orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini ke mana-mana kerap tampil seadanya. Kedua kakinya sangat jarang berbalut sepatu kulit mengkilat. Ditambah lagi, sikap cueknya terhadap aturan protokoler yang serba formil.

Banyak peristiwa unik dari sikap santai serta jauh dari protokoler yang dilakoni Sa'aduddin. Salah satunya ketika melakukan kunjungan kerja ke salah satu kecamatan. Dia diam-diam duduk di sebuah warung kopi tak jauh dari lokasi acara tujuannya. Dia tersenyum geli saat mendengar obrolan beberapa pengunjung warung kopi itu.

"Mereka bertanya-tanya, kok bupatinya nggak datang-datang ya," ungkap Sa'aduddin saat berbicara dengan detikcom, Kamis (15/4/2010).

Bapak dari 8 anak ini mengaku dirinya tidak anti protokoler yang serba resmi. Dia hanya ingin tidak terlalu formil saat bertemu warganya. Sebab dengan demikian, dia bisa mendengar dan melihat lebih dekat kondisi warganya.

"Kalau kita jauh, warga tentunya ya juga jauh. Ukuran sukses juga tidak dinilai dari harta atau jabatan, tapi bagaimana saya bisa siap melayani dan memberikan yang terbaik bagi warga masyarakat sepanjang jabatan saya ini," ujar Sa'aduddin.

Sejak memimpin Kabupaten Bekasi, penyandang gelar doktor ini telah melakukan berbagai terobosan. Untuk urusan pendidikan, dia menggratiskan biaya pendidikan mulai tingkat SD hingga SMP. Tunjangan bagi kesejahteraan para guru pun tak luput diberikan.
Layanan kesehatan masyarakat pun menjadi perhatiannya. Termasuk di antaranya mengupayakan peningkatan pelayanan rumah sakit di Kabupaten Bekasi dengan meningkatkan kelas plus ketersediaan peralatan.

Demikian pula dengan sektor ekonomi. Sa'adudin tengah gencar melakukan optimalisasi sumber penerimaan serta merevisi beberapa regulasi terkait retribusi daerah. Dia juga menggiring pihak swasta agar terlibat dalam proses pembangunan.

"Keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan sangat strategis. Terlebih jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Bekasi mencapai lebih dari 143 ribu orang," tutur Sa'aduddin.

Diakui Sa'aduddin, menarik minat swasta untuk melakukan investasi di wilayahnya bukan perkara sepele. Sebab, para investor butuh kepastian hukum dan iklim yang kondusif. Terutama masalah birokrasi dan perizinan usaha yang berbelit-belit. Untuk itulah, Pemkab Bekasi berniat menerapkan pelayanan perizinan satu atap.

"Ke depan, layanan perizinan ini akan kita tingkatkan statusnya menjadi sebuah badan," terang Sa’duddin.

Di akhir cerita, Sa'aduddin mengaku mempunyai 3 doa utama yang selalu dilafalkan setiap hari. Pertama, dirinya selalu berdoa agar bisa menjalani hidup dengan ikhlas. Kedua, dia berdoa agar dirinya selalu istiqomah.

"Yang terakhir adalah bagaimana saya ini nanti dapat meninggal dalam kondisi beriman dan khusnul khotimah," ungkapnya.

sumber : detiknews
READ MORE - Sa'aduddin, Kesederhanaan Seorang Bupati