Tampilkan postingan dengan label pks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pks. Tampilkan semua postingan

200 ribu Kader PKS Tetap Solid

Selasa, 29 Maret 2011


CikarangNews6:  Ahad, 27 Maret 2011 menjadi istimewa bagi kader PKS. Di sela-sela hiruk pikuknya media memblow-up berbagai isu miring tentang PKS, kader PKS justru menjawabnya dengan kerja nyata. Bahwa ada pekerjaan lebih banyak daripada waktu yang dimiliki. Maka perlu skala prioritas melaksanakan agenda lebih besar. Salah satunya adalah aksi solidaritas dan kepedulian terhadap krisis di Timur Tengah.
200 ribu kader memutihkan sepanjang jalan dari Monas sampai Bunderan HI. Sedemikian banyaknya kader yang meluapkan solidaritas bagi dunia Islam. Ketika ujung barisan longmarch sudah kembali dari bunderan HI dan berada di depan gedung Panitia Pengawas Pemilu, ekor barisan massa masih di Monas.

Tokoh tua muda PKS juga turun ke jalan setelah berorasi bersama di panggung di Silang Monas. Hadir Dr. Hidayat Nurwahid, Sekjen Anis Matta, Ustadzah Yoyoh Yurso, Tri Wisaksana alias Bang Sani, Cagub DKI, Ketua DPW DKI Selamat Nudin. Juga ada Ketua Salimah Nur Hidayati. Selain itu juga hadir menyampaikan solidaritas dan dukungan atas acara ini adalah Sabam Sirait, sesepuh PDIP, Ketua Wali Gereja Injil Indonesia Nus Riemas, dan cendekiawan Hindu Ketut Widiarto.

Dalam orasinya para tokoh nasional ini sepakat untuk menentang pasukan multinasional yang menyerang Libya dimana yang menjadi korban adalah rakyat sipil. Mereka menentang kediktatoran Khaddafi dan memintanya segera mundur mengikuti jejak Ben Ali di Tunisia dan Husni Mubarrak di Mesir. Meskipun demikian mereka juga menolak cara-cara brutal Amerika dan sekutunya yang menunggangi resolusi DK PBB demi menguasai kilang-kilang minyak Libya
READ MORE - 200 ribu Kader PKS Tetap Solid

Sepeda Itu Jadi Milik Pengasong

Minggu, 07 November 2010

CikarangNews6 - Satu acara menarik pada saat acara Jalan Sehat dan Senam PKS adalah pembagian doorprize. Acara ini diselenggarakan untuk memeriahkan MUSDA ke-2 PKS Kab. Bekasi yang diadakan tanggal 7-8 November di Hotel Sahid Lippo Cikarang.

Pak Miska dari Karang Bahagia yang kini bahagia dapatkan sepeda
Setelah jalan sehat dan melaksanakan senam PKS Nusantara, diadakan pengundian doorprize. Setiap peserta mendapatkan satu kupon doorprize. Pengundian dilakukan setelah beberapa sambutan dari pengurus teras DPD Kab. Bekasi.

Antusias mengikuti kuis berhadiah kaos
Doorprize yang disediakan oleh panitia adalah kipas angin, rice cooker, hape, TV, sepeda mini dan sepeda balap. Selain itu juga ada beberapa hadiah kaos dan kemeja koko untuk kuis-kuis ringan sekitar ke-PKS-an. Kuis ini diikuti secara antusias oleh peserta yang memang kebanyakan adalah kader PKS.

Yang menarik adalah saat pengocokan nomor untuk sepeda mini. Ternyata sepeda mini ini menjadi milik anak Pasir Gombong yang hadir di acara itu. Karuan saja ketika sepeda digotong turun panggung, dia segera menaikinya pulang.

Juga tak kalah menariknya adalah pengocokan nomor untuk sepada balap. Ternyata sepeda ini jatuh ke tangan Pak Miska dari Karang Bahagia. Ketika ditanya oleh MC untuk apa sepeda ini nantinya. Pak Miska menjawab, ”Saya kan pedagang asongan, nanti bisa saya pake jualan.” yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

TV 21" pun dibagi untuk doorprize
Kemudian di depan Bu Cucu, istri Bupati yang sedang asik main futsal, Pak Miska menyampaikan kesannya dengan Bupati. ”Di suatu acara, Pak Bupati memborong dagangan saya dan teman-teman. Rupanya panitia lupa membayarkan uangnya Bupati. Maka saya mewakili teman-teman menemui beliau di teras masjid Kabupaten. Dan beliau dengan ringan mengganti semua dagangan kami. Pak Bupati memperhatikan rakyat kecil!” kata Pak Miska dengan penuh semangat sambil meneriakkan dukungannya untuk Bupati. Hadirinpun membalas dengan tepuk tangan.
READ MORE - Sepeda Itu Jadi Milik Pengasong

Bupati Bekasi Menciptakan Hattrick

CikarangNews6 - Tak lelah setelah jalan pagi dan senam, Bupati Bekasi juga turun memeriahkan pertandingan futsal antar DPC se-Kabupaten Bekasi. Bahkan turun di partai pertama.
Pak Sa'ad, Bupati Bekasi, sedang menggiring bola menuju gawang lawan.


Peratandingan Futsal dilaksanakan Sabtu (6/11) di gedung futsal Hadhamas, Pasir Gombong, Cikarang Utara. Acara ini dilaksanakan dalam rangka pembukaan Musyawarah Daerah ke-2 PKS Kabupaten Bekasi.

Stamina yang bagus tampak dimiliki oleh para pemain. Mereka bermain dua babak yang diikuti dengan penuh semangat, termasuk juga Bupati Bekasi Dr. Sa’aduddin. Bukan hanya itu, Pak Sa’ad –demikian ia biasa dipanggil- bahkan menciptakan hattrick dengan menyarangkan 3 gol ke gawang lawan. Pertandingan melawan DPC Cikarang Utara ini berakhir dengan skor 6 – 6.
READ MORE - Bupati Bekasi Menciptakan Hattrick

Senam Etnis se-Nusantara

CikarangNews6 - Setelah mengikuti jalan sehat bersama Bupati, seluruh kader dan simpatisan PKS Sabtu kemarin (6/11) mengikuti senam PKS Nusantara di halaman parkir gedung futsal Hadhamas. Senam yang dilahirkan oleh Departemen Olah Raga PKS ini memang menarik. Karena gerakannya yang energik, mudah, dan meriah karena diiringi oleh beberapa lagu daerah di Indonesia.

Disini Anda akan bersenam aerobik dengan diiringi lagu Jali-jali dari Betawi, Bungong Jeumpa dari Aceh, Manuk Dadali dari Jawa Barat, Yamko Rambe Yamko dari Papua, Dindin Badindin dari Sumatera Barat, dan lain-lain.

Bagi peserta yang setiap Ahad mengikutinya di Botanic Garden Cikarang Baru, tentu sudah bisa menghafal gerakan senamnya. Tapi bagi yang belum pernah, tentu tak mudah mengikuti gerakan senamnya. Meskipun demikian tiga instrukrur di atas panggung terus bergerak dan memberi aba-aba agar gerakan peserta lebih seragam dan tetap energik. 

Di barisan depan, tampak Bupati Bekasi, Dr. Sa’aduddin, ketua panitia Musda ke-2, Ust. Adih Amin, Lc, M.A., ketua DPD Ust. Asmeldi Firman, dan lain-lain.

Setelah senam ini sebagian peserta akan bertanding futsal. Bupati Bekasi juga akan turun berlaga dalam pertandingan Futsal dalam memeriahkan MUSDA ke-2 PKS Kab. Bekasi ini.
READ MORE - Senam Etnis se-Nusantara

Jalan Sehat Bersama Bupati

CikarangNews6- Ada yang luar biasa di hari Sabtu (6/11/2010) ini di Pasir Gombong dan sekitarnya. Pagi-pagi jam 6.00 bergerak rombongan jalan sehat. Di barisan paling depan ada orang nomor satu di Kabupaten Bekasi, yaitu Dr. Sa’aduddin, Bupati Bekasi.


Diikuti para kader dan simpatisan PKS, rombongan ini sedang melaksanakan jalan sehat. Start dari Hadhamas, Pasir Gombong, rombongan menuju jalan Industri Pasir Gombong, lalu masuk ke kawasan Industri Jababeka I. Diikuti oleh laki-laki, perempuan, dewasa dan anak-anak, rombongan bergerak penuh semangat menyongsong pagi yang cerah ini.

Tampak beberapa pengurus teras DPD PKS Bekasi dan juga anggota legeslatif dari PKS. Ya, acara ini memang dalam rangka pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 PKS Kab. Bekasi yang akan digelar tanggal 7-8 Novemver 2010 di Hotel Sahid Lippo Cikarang.

Jalan sehat berakhir kembali ke komplek Futsal Hadhamas. Lalu dilanjutkan dengan senam bersama Senam PKS Nusantara. Sebelum dilanjutkan dengan kejuaraan Futsal antar DPC PKS se-Kabupaten Bekasi.
READ MORE - Jalan Sehat Bersama Bupati

Oleh-Oleh Munas PKS: Terbuka, Pragmatis, atau Konsepsi?

Rabu, 30 Juni 2010

CikarangNews6: Partai ini terus membuat berita. Kali ini membuka wacana baru. PKS menjadi partai terbuka. Menjadi Partai Untuk Semua. Banyak pihak yang menanggapinya dengan skeptis. Menganggap partai ini mulai pragmatis demi meraih kemenangan menjadi 3 besar pada pemilu 2014.


Meskipun demikian banyak yang menanggapi positif. Bahkan bagi orang dalam PKS yang berasal dari Indonesia Timur. Wacana PKS menjadi Partai Terbuka bukan hanya isapan jempol. Bukan pula berarti melunturkan nilai-nilai dasar partai ini. Karena justru inilah salah satu nilai yang ada di dalam partai ini.


Berikut ini adalah kesaksian mereka:

Terius Yigi Balom, 32 tahun, mengenal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pertama kali dari media massa. Putra seorang pendeta itu rajin memantau aksi sosial yang kerap dilakukan kader PKS, seperti penanggulangan bencana alam. Ia pun mulai membandingkan aktivitas PKS itu dengan partai lainnya, baik yang nasionalis maupun yang berasaskan agama. "Mereka memang berperan paling kongkret dibandingkan dengan partai lainnya," begitu kesimpulan Terius, seperti disampaikan kepada Gatra.

Ia menilai PKS konsisten melaksanakan aksi-aksi sosial tanpa tergantung momen politik tertentu, seperti pemilihan kepala daerah (pilkada). "Maka itu saya tertarik," kata Terius. Ia lantas bertekad untuk bergabung dengan PKS. Namun status PKS sebagai partai dakwah dengan asas Islam sempat membuat ia ragu. Terius pun sempat bergabung dengan partai lain yang berasaskan nasionalis. Tapi, tak lama kemudian, ia hengkang dan bergabung dengan PKS.

Terius terkejut ketika diterima dengan tangan terbuka, meski beragama Kristen. "PKS mampu mengejawantahkan prinsip toleransi antarumat beragama, meski konsisten dengan asas Islam dan dakwah," kata pengurus DPD PKS Kabupaten Lanny Jaya, Papua, itu. Ia mengaku tidak ada paksaan untuk pindah agama ataupun sikap curiga dari kader yang muslim.

Setelah beberapa lama bergabung, ia juga mulai terbiasa dengan rutinitas kegiatan di PKS yang bernuansa Islami. Pada saat perayaan Idul Fitri, misalnya, kader-kader non-muslim tanpa canggung ikut membantu merayakan dan saling mengucapkan selamat. Tak hanya ucapan selamat, spanduk pun ia buat untuk ungkapan saling menghormati. Begitu pula ketika kader muslim merayakan Idul Adha, Terius mengaku ikut menyumbang hewan kurban, seperti sapi dan kambing.

Sebaliknya, ketika ada perayaan hari raya kaum Nasrani, kader muslim tidak melarang kaum Nasrani memotong babi. Meski babi haram bagi umat Islam, para kader PKS non-muslim tidak dihalangi untuk menyembelihnya dalam perayaan agama, pesta adat, acara duka, atau acara pemilu untuk disajikan kepada penduduk yang juga beragama Kristen. "Sinyal keterbukaan seperti inilah yang menarik massa non-muslim lebih banyak lagi untuk bergabung dan memilih PKS," tutur Terius.

Hal serupa dialami Maximus Taek, 45 tahun, seorang penganut Katolik Politikus asal Nusa Tenggara Timur itu tadinya adalah kader sebuah partai berhaluan nasionalis. Hanya saja, ia merasa tak sreg berkecimpung di partai
tersebut. "Kepentingan kelompok lebih besar, bahkan mengalahkan AD/ART partai," katanya kepada Gatra. Belum lagi, partai itu sangat bergantung pada satu figur. "Seolah-olah figur itu adalah segalanya," ia menambahkan.

Akhirnya, pada 2008, Maximus bergabung dengan PKS. Salah satu alasan ia memilih PKS: tak ada figur status quo yang mengendalikan partai secara otoriter. Apalagi, kata Maximus, sebagai partai dakwah, PKS selalu mengajak orang lain tanpa memandang latar belakang sosial, politik, dan agama untuk menuju kebaikan. "Dari situ mulai muncul ketertarikan saya," ungkapnya.

***

Sejak 1999, PKS membuka diri bagi masuknya kader-kader non-muslim. Menurut Ketua Majelis Syura PKS, KH Hilmi Aminuddin, keterbukaan itu adalah bagian dari pelaksanaan ajaran Islam. "Menjadi partai terbuka itu bukan taktik dan bukan strategi, melainkan justru muncul dari keimanan atas ajaran Islam," katanya kepada Haris Firdaus dari GATRA.

Menurut Hilmi, Al-Quran memerintahkan umat Islam untuk menerima pluralitas atau kemajemukan. "Allah menciptakan semua secara plural. Tidak ada keseragaman. Yang ada adalah keberagaman," ujarnya. Keberagaman itu mendorong terjadinya dinamika kehidupan. Jika pada tahap awal PKS terkesan eksklusif, menurut Hilmi, karena pada saat itu PKS masih harus membangun identitas dan integritas kadernya.

Masuknya orang-orang non-muslim dalam kepengurusan PKS bermula dari banyaknya orang non-muslim yang datang ke kantor dewan pengurus wilayah PKS di daerah yang mayoritas penduduknya non-muslim. Mereka mengajukan ide mendirikan kepengurusan di level kabupaten dan kota. "Kami bilang, PKS
adalah partai Islam. Tapi mereka tidak mempermasalahkan agama. Yang penting, agendanya sesuai dengan aspirasi mereka," kata Hilmi. Akhirnya kepengurusan daerah dibentuk oleh orang-orang non-muslim secara mandiri dan disahkan.

Sejak itulah PKS menerima kader dari kalangan non-muslim. Hal ini, menurut Hilmi, adalah bagian dari proses penyiapan kader PKS menjadi pemimpin negara. Untuk itu, pertama mereka harus bisa menjadi tokoh Islam, kemudian pemimpin dakwah, lalu menjadi tokoh bangsa, dan akhirnya negarawan.
"Masuknya non-muslim bisa membantu kader-kader PKS yang akan menjadi negarawan untuk bisa berkomunikasi dan bekerja sama dengan banyak kalangan di luar Islam," tutur Hilmi.

Bahkan, dari proses itu, PKS bisa menjalin hubungan dengan partai yang berhaluan non-Islam di negara lain. "Sekarang ini PKS punya hubungan dengan Partai Buruh Australia, Partai Komunis Cina, dan partai-partai di Eropa," katanya. Keterbukaan ini, lanjutnya, tidak akan mengganggu identitas PKS sebagai partai Islam. "Kalau ditanya siapa PKS? Ya, partai Islam," Hilmi menegaskan.

***

Hingga saat ini, PKS memiliki ribuan kader non-muslim. Posisi mereka pun bukan sekadar figuran. Selain ada yang menjadi pengurus aktif di tingkat daerah, kini ada 26 kader non-muslim di PKS yang menjadi anggota DPRD. Menurut Sekjen PKS, Anis Matta, masuknya kader non-muslim sebagai anggota DPRD terjadi sejak 2004. Natalis Kamo dan Jimmi Gerung, misalnya, adalah dua kader pertama non-muslim PKS yang berhasil menjadi anggota DPRD di Papua.

Untuk mengakomodasi keberadaan mereka, dalam musyawarah nasional yang berlangsung Sabtu-Minggu lalu, PKS memutuskan mengubah AD/ART partai dan secara resmi menerima anggota dari kalangan non-muslim. "Faktanya, masuknya anggota non-muslim ini kan mendahului konstitusi," kata Anis Matta kepada GATRA.

Resminya PKS menjadi partai terbuka itu membawa optimisme bagi Terius Yigi Balom dan Maximus Taek. Terius berharap, ada peluang bagi kader non-muslim menjadi pengurus pusat. Maximus juga yakin, dengan keterbukaan ini, PKS akan menjadi partai besar. Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara itu pun yakin, PKS bisa lebih diterima di wilayah Indonesia Timur.

Pengamat politik Bachtiar Effendi menyambut baik penegasan sikap terbuka PKS itu. Strategi itu, kata Bachtiar, seperti mengadopsi nilai kehidupan yang semakin maju. Namun langkah membuka diri ini harus tetap dijalankan dengan baik. "Ideologi dan nilai dasar PKS tidak akan ditinggalkan," katanya kepada Eko Rusdianto dari GATRA.

Ia berharap, PKS tidak menjadi partai pragmatis. "Beberapa kader mulai menjalankan kepentingan pragmatis," ujarnya. Ini akan berbahaya bagi PKS yang selama ini dikenal sebagai partai yang mementingkan pelayanan publik.

Ia pun berharap, PKS tidak kehilangan warna Islam sebagai landasan. "Kader non-Islam nantinya memegang ideologi partai dengan keterbukaan itu, bukan patuh pada nilai keagamaan partai," tuturnya.

Jika itu bisa diwujudkan, Bachtiar yakin, PKS akan menjadi lebih baik. Buktinya, dalam tiga pemilu terakhir, suara PKS menunjukkan grafik naik. Jika awalnya hanya tujuh kursi, pada pemilu berikutnya naik menjadi 45, dan
pemilu terakhir 57 kursi. "Ini cukup baik. Banyak partai yang baik tapi dukungan kurang. Jadi, PKS harus menjaga itu," ujar Bachtiar.

Sumber: GATRA Nomor 34 Beredar Kamis, 24 Juni 2010
READ MORE - Oleh-Oleh Munas PKS: Terbuka, Pragmatis, atau Konsepsi?

Terima Kasih Posko Banjir dan Dapur Umum

Sabtu, 27 Maret 2010


CikarangNews6 - Memasuki hari ke-10 banjir di Cikarang Timur dan sekitarnya, ketinggian air masih belum surut. Pengungsipun masih tetap bertahan. Sebagian bertahan di pengungsian dan sebagian lagi bertahan di rumah atau sekitar rumah yang cukup aman dari jangkauan tingginya air. Dari pantauan tim Ciknews6 ketika berkunjung ke lokasi banjir (26/03/10) seputaran pasar Bojongsari, ternyata jumlah korban banjir yang bertahan di rumah atau mengungsi di sekitar rumah yang cukup aman dari banjir tergolong sangat banyak. Hal ini sebenarnya masih sangat riskan, apalagi ketika air semakin tinggi, sangat dimungkinkan mereka akan terendam.

Berdasarkan data di satlak PBP banjir Cikarang Timur, data pengungsi mencapai 953 jiwa dari jumlah penduduk 4044 jiwa. Kondisi korban banjir yang tetap tinggal di sekitar rumah yang terendam selain sangat riskan juga perlu mendapatkan perhatian lebih karena akses ke area sana yang cukup sulit. Salah satu yang menjadi titik perhatian adalah makanan. Dengan kondisi dingin dan banjir, maka sebenarnya diperlukan makanan dan minuman yang cukup dan higienis.

Ketika tim Ciknews6 berada di sana, tampak hanya satu buah dapur umum yang sedang menyiapkan makan malam untuk para korban. Dapur umum ini terletak di Posko Banjir PKS. Menurut Irawan yang menjadi koordinator di Posko Banjir PKS, dapur umum yang didirikan tersebut beraktifitas selama 24 jam. Dalam sekali waktu makan, dapur umum ini membuat sekitar 1000 bungkus makanan untuk didistribusikan kepada para korban banjir. Tidak kurang dari empat juta rupiah setiap harinya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan korban banjir di daerah seputaran pasar Bojongsari dan Labansari. Untuk memasak makanan yang akan didistribusikan, dapur umum ini memiliki juru masak khusus yang bertugas untuk memasak. Sementara untuk mendistribusikan makanan yang sudah jadi, Posko Banjir PKS mendapat dukungan dari beberapa relawan. Posko ini juga menerima sumbangan dari para donatur yang ingin membantu para korban banjir.

Posko banjir lain yang juga standby 24 jam adalah Posko Sub Satlak PBP Banjir Cikarang Timur. Posko ini dijaga oleh beberapa orang tentara dan menyediakan data pengungsi dan keadaan banjir terkini. Disamping itu, posko ini juga menerima bantuan dari para donatur. Hanya saja posko ini tidak menyediakan dapur umum.

Keberadaan posko-posko banjir ini tentu sangat membantu tidak hanya para korban banjir tetapi juga para donatur yang ingin menyalurkan bantuan serta para keluarga dan pencari berita yang ingin mendapatkan berita terbaru banjir. Semoga para relawan yang berada di posko, yang dengan keikhlasan dan semangatnya senantiasa diberikan kesehatan dan kemampuan untuk tetap membantu para korban banjir.
READ MORE - Terima Kasih Posko Banjir dan Dapur Umum

Dari Posko ke Posko

Kamis, 25 Maret 2010

CikarangNews6 - Bencana. Pengungsi. Sumbangan. Posko. Bendera Partai.
Lima hal ini selalu ada dalam setiap musibah alam yang terjadi di negeri ini. Setiap ada bencana alam, pengungsi bertebaran di beberapa tenda, masjid, sekolah, dan lain-lain yang posisinya masih aman. Lalu sumbanganpun dibutuhkan. Kemudian sumbanganpun berdatangan sebagai wujud simpati atas musibah yang menimpa.

Demikian juga yang terjadi di Desa Labansari dan Desa Bojongsari, yang sedang mengalami banjir karena luapan Sungai Citarum sejak Sabtu 20/3 yang lalu. Banyaknya pengungsi, maka mendorong dibentuknya posko-posko. Posko tujuannya untuk menampung para korban banjir. Posko juga menerima sumbangan para donatur. Posko didirikan oleh warga, tokoh masyarakat, dan instansi pemerintah.

Selain posko buatan pemerintah, ada pula posko partai-partai politik. Bahkan bisa jadi posko parpol telah lebih dulu berdiri daripada posko pemerintah. Meskipun dananya pas-pasan. Inilah yang diamati oleh CikarangNews6 ketika malam ini (25/3/10) meninjau lokasi banjir di Labansari dan Bojongsari.

Paling tidak ada 3 partai politik yang mendirikan posko di sini. Kalau Anda masuk ke lokasi dari jalan provinsi Cikarang-Karawang, pertama Anda akan melihat rumah di kiri jalan dengan bendera besar berwarna merah dengan lambang banteng gemuk bermoncong putih. Itulah posko banjir milik PDIP. CikarangNews6 melalui posko ini jam 18.00. Tapi sayang tidak tampak kegiatan berarti di posko ini. Sehingga CikarangNews6 meneruskan perjalanan.

Beberapa puluh meter maju mendekati lokasi, di kanan jalan ada truk wing box 40 feet yang berbendera matahari biru. Milik siapa lagi kalau bukan milik PAN. Tanpa banyak tulisan dan spanduk, CikarangNews6 menduga ini juga posko banjir. Sama, tidak tampak kegiatan di sini. Mungkin karena sudah hampir maghrib, jadi sudah tidak ada kegiatan. CikarangNews6 berharap tadi siang mereka cukup ramai membantu para korban banjir.

Kalau kita bergerak maju lagi ke arah jembatan pasar Bojongsari, tampak satu lagi bendera partai berkibar. Gambarnya bulan sabit kembar mengapit seuntai padi. Ya, ini pasti posko banjir milik PKS, partai yang selama ini memang paling rajin dan cepat membangun posko begitu ada bencana alam. Dengan penerangan yang baik, CikarangNews6 melihat ada peralatan masak di dalamnya. Ada juga beberapa tumpuk dus kornet kalengan, air dalam-kemasan, mie dan ratusan nasi bungkus yang siap dibagikan.

Untuk membuat posko banjir seperti ini memang tidak mudah, apalagi murah. Dari keterangan yang diperoleh, posko banjir PKS membutuhkan dana sekitar 3 juta per hari. Uang ini bisa dipakai untuk menyediakan 700-800 nasi bungkus, jumlah yang masih belum memadai untuk seluruh korban banjir di Labansari dan Bojongsari ini. Karena itu setelah dua hari berdiri, posko ini dikhawatirkan besok (25/3/10) akan tutup dulu, karena ketiadaan dana. Kecuali bila ada dermawan yang mau menitipkan uangnya ke posko ini. Ya, memang selama ini posko mengelola dana para dermawan yang terketuk hatinya membantu saudara-saudaranya yang sedang ditimpa musibah.

Selama CikarangNews6 mengamati posko ini, ada berberapa pihak yang menitipkan nasi bungkus di posko ini untuk didistribusikan. CikarangNews6 menghitung paling tidak ada 600 nasi bungkus. Alhamdulillah, ini bisa menjadi santapan makan malam para korban banjir.

"Posko sangat mengharapkan bantuan dana, lauk pauk, nasi bungkus dan lain-lain dari para dermawan, agar bisa terus mengoperasikan dapur umum ini." demikian harapan petugas piket di Posko PKS ini.

CikarangNews6 berharap agar lebih banyak posko berdiri dan berfungsi dengan baik sehingga bermanfaat bagi kemaslahatan para korban banjir. Semoga.
READ MORE - Dari Posko ke Posko

Banjir di Labansari Mencapai 2 Meter

Senin, 22 Maret 2010

Laporan: Choirul Asyhar

Banjir di Labansari sudah mencapai 2 meter. Ini terjadi di Kampung Nanggewer. Lebih tinggi dari itu terjadi di Kampung Jatiponcol. Kampung inilah yang pertama kali kemasukan air luapan Bendungan Saguling itu.

Ya, banjir di Labansari adalah banjir kiriman dari tak mampunya Bendungan Saguling menampung air dari Purwakarta dan sekitarnya. Karena Labansari termasuk paling rendah maka air mengalir ke Desa ini. Hari ini (22/3/2010) dikabarkan oleh sumber CikNews6 di Labansari, banjir telah mulai menggenang Desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin yang letaknya lebih tinggi dari Desa Labansari.

Sahyudin, Ketua DPC PKS Kedungwaringin, mengatakan bahwa air sudah menggenangi tiga sekolah SDN Bojongsari. Ketinggian sudah hampair mencapai atap. Menurut Sahyudin, PKS dari DPC Kecamatan Cikarang Timur dan Kecamatan Kedungwaringin telah mengirimkan tim kepanduannya sejak kemarin. Selain itu dari PKS Kabupaten Bekasi telah mengirimkan tim P2B (Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana) ke lokasi banjir.

Seorang warga, Ustadz Ja'far mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi juga telah mengirimkan dua perahu karet untuk evakuasi warga korban banjir. Posko sendiri secara resmi belum ada, tapi dia bersama warga telah membuat Posko darurat di Desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin yang berbatasan dengan Kampung Nanggewer tempat Ustadz Ja'far tinggal.

Menurut Ustadz Ja'far tadi pagi air sudah memasuki Kampung Babakan yang lokasinya lebih tinggi daripada kampungnya. Saat ini korban banjir mengungsi di rumah-rumah warga di Desa Bojongsari. Yang mengkhawatirkan, kata Ustadz Ja'far, desa Bojongsari sendiri kini sudah mulai digenangi air kiriman bendungan Saguling ini. Selain itu warga juga khawatir jika bendungan Saguling jebol karena sudah tak mampu lagi menampung air dari daerah di sekitarnya.  

Masalah logistik, kata Ustadz Ja'far, kemarin (21/3/2010) sudah ada kiriman dari warga di Jalan Kancil Cikarang Baru. Selain nasi bungkus yang siap saji, warga juga datang membawa beberapa dus mie instant. Meskipun demikian, bantuan tetap masih sangat diperlukan.


Pembaca yang hendak menyalurkan bantuan silakan hubungi Rizal (081 316 239 733) atau posko Banjir Ustadz Ja'far (0878 804 11187).   






READ MORE - Banjir di Labansari Mencapai 2 Meter

Aksi Save Palestina Diikuti 150 Ribu Orang

Sabtu, 20 Maret 2010

Sabtu, 20 Maret 2010 Jakarta diwarnai oleh aksi dukungan terhadap perjuangan Palestina dalam menjaga setiap jengkal tanah airnya. Aksi yang dihadiri tak kurang dari 150 ribu peserta ini selain diisi orasi juga diisi dengan long march. Longmarch aksi ini mengambil jalur Monas menuju bundaran HI dan kembali lagi ke monas. Meskipun aksi ini ditujukan untuk menggalang dukungan untuk perjuangan Palestina, namun, para peserta aksi tak lupa membawa bendera Merah Putih raksasa sebagai simbol identitas bangsa Indonesia.


Tercatat beberapa tokoh nasional melakukan orasi, diantaranya Mantan Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Hidayat mengajak seluruh rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia untuk buka mulut terhadap kekejaman Israel di Palestina. Selain Hidayat, salah seorang politisi PDIP, Sabam Sirait juga turut hadir dan menyampaikan orasi. Sabam mengajak semuanya untuk menghapuskan segala bentuk tindak penjajahan di muka bumi. Hal ini juga yang tercantum dalam pembukaan Undang Undang Dasar 45, yang diamanatkan oleh para pejuang Indonesia. Bahkan Sabam juga mengajak seluruh kader PDIP untuk mengikuti aksi-aksi save Palestina yang diadakan oleh PKS.


Aksi yang berjalan tertib dan rapi ini berakhir sekira pukul 16.00 WIB.
READ MORE - Aksi Save Palestina Diikuti 150 Ribu Orang

Terima Kasih Atas Dukungannya....

Kamis, 18 Maret 2010

Ucapan selamat terus berdatangan dari berbagai pihak.
Ini menyemangati kami untuk giat berkerja membesarkan media online milik warga Cikarang ini.
Doa dan dukungan dari berbagai pihak semoga menjadi doa tulus yang mendorong terwujudnya kemajuan bagi Cikarang dan sekitarnya.

Berikut beberapa dukungan yang masuk ke email redaksi:

Abdurrahman Oktobriyanto, ST, Ketua Yayasan Mitra Imani Cikarang
Cikarang dengan berbagai potensi yang ada, adalah kawasan yang sangat strategis. Terlebih ada ratusan bahkan mungkin ribuan pabrik disini. Banyak orang dari berbagai daerah, karakter, budaya dan lain sebagainya membanjiri cikarang.Adanya sebuah media yang bisa menjadi perekat dan pemersatu dari berbagai latar belakang tersebut adalah suatu keniscayaan. Saya berharap Cikarang News 6 bisa menyajikan informasi yang berimbang.
Saya ucapkan selamat.

Fauzi, Ketua Forum Muslim Graha Asri



Untuk CikarangNews6 kami ucapkan selamat atas ke hadirannya. Mudah-mudahan bisa menambah khasanah informasi yang tetap berimbang dalam menebarkan berita untuk semua kalangan masyarakat di Cikarang dengan tetap memegang kaidah-kaidah akhlaqul karimah. Ayo, .. tetap semangat menebar kebaikan. Wassalam.



Denny Dwi Indrianto, ST, Ketua LP3MB-Cikarang
Cikarang apabila diibaratkan sebagai sebuah peradaban, ia adalah peradaban yang baru muncul, ini ditandai dengan sebagian besar penduduknya adalah orang-orang muda, usia produktif. Di harapkan dengan hadirnya Cikarang News6 menjadi sarana bagi pemuda untuk mendapatkan informasi yang "sehat" & edukatif . Selamat Kepada Cikarang News6 "Be Smart, Be Informed".


Ceppy Indra Bestari, Ketua DPC PKS Cikarang Utara


Selamat atas diluncurkannya CikarangNews6.com. Ditengah maraknya media dengan berbagai informasi yang seringkali kontradiktif satu sama lain, semoga CikarangNews6 menjadi sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jujur, adil dan objektif. Hadirnya Cikarangnews6 juga diharapkan menjadi pendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat Cikarang dan sekitarnya disegala bidang terutama dari segi Intelektual, Spiritual dan Sosial - Ekonomi.







MAS'UD, MANAGER MUSLIMSEIN

Assalamu'alaikum.
Ijinkan saya mewakili beberapa kawan komunitas muslim di sein (muslimsein.wordpress.com)untuk mengucapkan selamat atas lahirnya media baru di dunia maya 'cikarangnews6'.
Semoga menjadi corong berita yang aktual, dapat dipercaya dan menjadi penggerak atau motifasi pembaca dalam BERLOMBA-LOMBA mengerjakan kebaikan dan amal soleh.
Semoga Allah SWT meridhoi langkah2 kecil kita untuk menjadikan keluarga, negara
dan ummat ini menjadi lebih baik lagi.
Allahu Akbar!!!

READ MORE - Terima Kasih Atas Dukungannya....