Tampilkan postingan dengan label Posko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Posko. Tampilkan semua postingan

In action : KPMI peduli banjir cikarang timur

Senin, 29 Maret 2010


CikarangNews6(28/03/2010) - Kelompok Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) turut peduli dengan korban banjir cikarang timur.Mereka menyumbangkan dana sebesar 2.5juta rupiah

Team cikarangnews6 kembali bergerak ke Posko utama hari minggu siang dengan membawa bantuan obat-obatan dari KPMI berupa : salep kulit, obat batuk, obat flu, plester, betadyne, alkohol, balsem dan obat-obatan yang lain.

selain berbentuk obat-obatan juga ada perlengkapan bayi seperti : sabun, minyak telon, kayu putih, celana bayi pendek, sabun, odol dan juga bedak bayi.

Juga diserahkan bantuan berupa uang tunai untuk dana operasional sebesar Rp 330.000,-

Bantuan dari KPMI langsung diserah terimakan dari Pak Rusmaya sebagai wakil KPMI kepada Pak Nursalam sebagai wakil dari posko relawan cikarang timur.

Selesai serah terima dan ramah tamah bersama team relawan, rombongan cikarangnews6 berkesempatan untuk meninjau lokasi dengan diantar oleh Pak Nuralam.

Rombongan bergerak ke arah posko Ust Jafar.Nampak rumah-rumah gubuk berjejer dipinggir jalan dan beberapa warga mengulurkan kotak air mineral untuk meminta bantuan.

Kondisi banjir memang telah surut cukup drastis, meskipun di beberapa wilayah yang rendah maih tergenang.

banjir selama 10hari telah meninggalkan jejak kotoran tanah yang cukup banyak, sehingga akan menyita waktu untuk membersihkannya.
READ MORE - In action : KPMI peduli banjir cikarang timur

Donasi dari DKM ANNAHL SEIN

CikarangNews6 (26/03/2010) - Bantuan untuk korban musibah banjir cikarang timur terus mengalir.kali ini datangnya dari DKM ANNAHL Pt.SEIN di kawasan industri jababeka.

Bantuan yang di kolektif dari uang kotak infaq jum'at jama'ah dan dari beberapa orang relawan, terkumpul sebanyak 3.3juta rupiah.

Total dana tersebut dialokasikan untuk 2 tempat.yaitu posko utama cikarang timur sebesar 2jt rupiah dan posko banjir karawang sebesar 1.3juta rupiah.

Rombongan dari Team cikarangnews6 sampai di posko utama menjelang Isya.Suasana dapur umum di posko utama cikarang timur terlihat sangat sibuk ketika team cikarangnews6 sampai di tempat.

Terlihat para relawan baru selesai memasak dan sedang menyiapkan nasi bungkus untuk makan malam warga musibah banjir.

Kondisi air malam itu masih belum surut, sehingga bantuan makan malam harus di distribusikan dengan menggunakan perahu dan getek seadanya.

Dua orang dari cikarangnews6 berkesempatan untuk ikut dalam rombongan team relawan membagikan nasi bungkus.kondisi malam yang gelap tanpa penerangan bulan maupun listrik membuat suasana makin mencekam.

sebagian warga bertahan di rumah-rumah mereka dengan membangun panggung dari bambu dan penerangan seadanya.banyak dari mereka anak-anak dan kaum wanita.

Seorang pemuda yang sempat ditemui cikarangnews6 mengatakan, pagi hari ia mengantar istrinya berangkat kerja dengan menggunakan getek kedebog pisang dari rumahnya yang tergenang banjir ke jalan raya.

Malam harinya sang pemuda tersebut, kembali menjemput istrinya dari jalan raya ke rumahnya juga dengan menggunakan getek gedebog pisang.

Ketika ditanya cikarangnews6 mengapa ia dan istrinya tidak mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.Ia hanya mejawab ringan "nggak aenak atuh mas ngrepotin orang lain, kecuali ama sodara"

Malam kian larut, ketika rombongan relawan baru saja selesai membagikan nasi bungkus.Keringat membasahi wajah mereka karena berjuang keras mengayuh dan mendistribusikan bantuan dengan jarak tempuh yang cukup jauh.


Sementara di sisi lain terlihat Beberapa warga bergerombol di bibir jalan sambil memperhatikan genangan air yang tak kunjung surut hingga memasuki hari ke-10.

semoga banjir segera berlalu...
READ MORE - Donasi dari DKM ANNAHL SEIN

1000 Bungkus Perhari

Minggu, 28 Maret 2010

Ini target posko banjir sebuah parpol di lokasi banjir di Labansari. Nasi bungkus ini untuk membantu para korban banjir. Kalau sehari makan tiga kali berarti ini hanya untuk 350 jiwa. Berapa jumlah pengungsi korban banjir di Labansari dan Bojongsari. Lebih dari seribu jiwa. Berarti posko ini hanya bisa membantu sepertiga jumlah pengungsi saja.

Artinya, bantuan masyarakat masih sangat dibutuhkan. Ada 40 parpol di negeri ini. Jika semua turun membantu maka menjadi ringanlah beban membantu warga Labansari dan Bojongsari ini. Barangkali tak usah semuanya, karena sudah banyak yang mati suri sejak pemilu selesai. Anggap saja 9 parpol yang berhasil masuk Senayan saja yang turun membantu, warga Labansari dan Bojongsari akan sangat terbantu.

Ada yang bilang, membantu korban banjir yang ikhlash saja. Jangan demi kepentingan politik. CikarangNews6 termasuk yang tak sepakat dengan komentar ini. Siapapun boleh membantu karena sekarang korban banjir memang sedang butuh bantuan. Apapun motivasinya, toh warga tak memperdulikan itu lagi. Siapapun yang memberi bantuan pasti diterima demi mengganjal dan meneruskan kehidupannya.

Jangan karena takut dibilang politis dan tidak ikhlas lalu tidak turun membantu. Justru saat ini tak ada bantuan yang politis. Karena pilkada dan pemilu masih jauh. Kini saatnya parpol menujukkan ketulusannya berbakti kepada rakyat negeri ini. Sambangi rakyat yang sedang membutuhkan parpol. Jangan hanya menyambangi pada saat mereka tak butuh. Jangan hanya menyambangi hanya pada saat petinggi parpol butuh suara yang mengantarkan mereka ke kursi empuk kekuasaan saja.
Kini saatnya membalas budi.

“Berapa biaya untuk 1000 bungkus nasi?”
“Kalau sebungkus Rp 4000,- berarti dibutuhkan Rp 4 juta rupiah perhari.” Kata ketua posko parpol berlambang bulan sabit kembar yang mengapit setangkai padi itu. Wow, jumlah yang tak sedikit. Jika tidak didukung oleh donator yang cukup dan yang ikhlas menyumbang setiap hari, sulit mendapatkan dana sebesar itu.

Setiap hari juga terdapat para petugas yang standby di posko ini. Tak pernah berhenti 24 jam. Tak pernah kosong.

Ternyata membangun posko banjir tak sekedar menggelar tenda.
READ MORE - 1000 Bungkus Perhari

Terima Kasih Posko Banjir dan Dapur Umum

Sabtu, 27 Maret 2010


CikarangNews6 - Memasuki hari ke-10 banjir di Cikarang Timur dan sekitarnya, ketinggian air masih belum surut. Pengungsipun masih tetap bertahan. Sebagian bertahan di pengungsian dan sebagian lagi bertahan di rumah atau sekitar rumah yang cukup aman dari jangkauan tingginya air. Dari pantauan tim Ciknews6 ketika berkunjung ke lokasi banjir (26/03/10) seputaran pasar Bojongsari, ternyata jumlah korban banjir yang bertahan di rumah atau mengungsi di sekitar rumah yang cukup aman dari banjir tergolong sangat banyak. Hal ini sebenarnya masih sangat riskan, apalagi ketika air semakin tinggi, sangat dimungkinkan mereka akan terendam.

Berdasarkan data di satlak PBP banjir Cikarang Timur, data pengungsi mencapai 953 jiwa dari jumlah penduduk 4044 jiwa. Kondisi korban banjir yang tetap tinggal di sekitar rumah yang terendam selain sangat riskan juga perlu mendapatkan perhatian lebih karena akses ke area sana yang cukup sulit. Salah satu yang menjadi titik perhatian adalah makanan. Dengan kondisi dingin dan banjir, maka sebenarnya diperlukan makanan dan minuman yang cukup dan higienis.

Ketika tim Ciknews6 berada di sana, tampak hanya satu buah dapur umum yang sedang menyiapkan makan malam untuk para korban. Dapur umum ini terletak di Posko Banjir PKS. Menurut Irawan yang menjadi koordinator di Posko Banjir PKS, dapur umum yang didirikan tersebut beraktifitas selama 24 jam. Dalam sekali waktu makan, dapur umum ini membuat sekitar 1000 bungkus makanan untuk didistribusikan kepada para korban banjir. Tidak kurang dari empat juta rupiah setiap harinya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan korban banjir di daerah seputaran pasar Bojongsari dan Labansari. Untuk memasak makanan yang akan didistribusikan, dapur umum ini memiliki juru masak khusus yang bertugas untuk memasak. Sementara untuk mendistribusikan makanan yang sudah jadi, Posko Banjir PKS mendapat dukungan dari beberapa relawan. Posko ini juga menerima sumbangan dari para donatur yang ingin membantu para korban banjir.

Posko banjir lain yang juga standby 24 jam adalah Posko Sub Satlak PBP Banjir Cikarang Timur. Posko ini dijaga oleh beberapa orang tentara dan menyediakan data pengungsi dan keadaan banjir terkini. Disamping itu, posko ini juga menerima bantuan dari para donatur. Hanya saja posko ini tidak menyediakan dapur umum.

Keberadaan posko-posko banjir ini tentu sangat membantu tidak hanya para korban banjir tetapi juga para donatur yang ingin menyalurkan bantuan serta para keluarga dan pencari berita yang ingin mendapatkan berita terbaru banjir. Semoga para relawan yang berada di posko, yang dengan keikhlasan dan semangatnya senantiasa diberikan kesehatan dan kemampuan untuk tetap membantu para korban banjir.
READ MORE - Terima Kasih Posko Banjir dan Dapur Umum

Dari Posko ke Posko

Kamis, 25 Maret 2010

CikarangNews6 - Bencana. Pengungsi. Sumbangan. Posko. Bendera Partai.
Lima hal ini selalu ada dalam setiap musibah alam yang terjadi di negeri ini. Setiap ada bencana alam, pengungsi bertebaran di beberapa tenda, masjid, sekolah, dan lain-lain yang posisinya masih aman. Lalu sumbanganpun dibutuhkan. Kemudian sumbanganpun berdatangan sebagai wujud simpati atas musibah yang menimpa.

Demikian juga yang terjadi di Desa Labansari dan Desa Bojongsari, yang sedang mengalami banjir karena luapan Sungai Citarum sejak Sabtu 20/3 yang lalu. Banyaknya pengungsi, maka mendorong dibentuknya posko-posko. Posko tujuannya untuk menampung para korban banjir. Posko juga menerima sumbangan para donatur. Posko didirikan oleh warga, tokoh masyarakat, dan instansi pemerintah.

Selain posko buatan pemerintah, ada pula posko partai-partai politik. Bahkan bisa jadi posko parpol telah lebih dulu berdiri daripada posko pemerintah. Meskipun dananya pas-pasan. Inilah yang diamati oleh CikarangNews6 ketika malam ini (25/3/10) meninjau lokasi banjir di Labansari dan Bojongsari.

Paling tidak ada 3 partai politik yang mendirikan posko di sini. Kalau Anda masuk ke lokasi dari jalan provinsi Cikarang-Karawang, pertama Anda akan melihat rumah di kiri jalan dengan bendera besar berwarna merah dengan lambang banteng gemuk bermoncong putih. Itulah posko banjir milik PDIP. CikarangNews6 melalui posko ini jam 18.00. Tapi sayang tidak tampak kegiatan berarti di posko ini. Sehingga CikarangNews6 meneruskan perjalanan.

Beberapa puluh meter maju mendekati lokasi, di kanan jalan ada truk wing box 40 feet yang berbendera matahari biru. Milik siapa lagi kalau bukan milik PAN. Tanpa banyak tulisan dan spanduk, CikarangNews6 menduga ini juga posko banjir. Sama, tidak tampak kegiatan di sini. Mungkin karena sudah hampir maghrib, jadi sudah tidak ada kegiatan. CikarangNews6 berharap tadi siang mereka cukup ramai membantu para korban banjir.

Kalau kita bergerak maju lagi ke arah jembatan pasar Bojongsari, tampak satu lagi bendera partai berkibar. Gambarnya bulan sabit kembar mengapit seuntai padi. Ya, ini pasti posko banjir milik PKS, partai yang selama ini memang paling rajin dan cepat membangun posko begitu ada bencana alam. Dengan penerangan yang baik, CikarangNews6 melihat ada peralatan masak di dalamnya. Ada juga beberapa tumpuk dus kornet kalengan, air dalam-kemasan, mie dan ratusan nasi bungkus yang siap dibagikan.

Untuk membuat posko banjir seperti ini memang tidak mudah, apalagi murah. Dari keterangan yang diperoleh, posko banjir PKS membutuhkan dana sekitar 3 juta per hari. Uang ini bisa dipakai untuk menyediakan 700-800 nasi bungkus, jumlah yang masih belum memadai untuk seluruh korban banjir di Labansari dan Bojongsari ini. Karena itu setelah dua hari berdiri, posko ini dikhawatirkan besok (25/3/10) akan tutup dulu, karena ketiadaan dana. Kecuali bila ada dermawan yang mau menitipkan uangnya ke posko ini. Ya, memang selama ini posko mengelola dana para dermawan yang terketuk hatinya membantu saudara-saudaranya yang sedang ditimpa musibah.

Selama CikarangNews6 mengamati posko ini, ada berberapa pihak yang menitipkan nasi bungkus di posko ini untuk didistribusikan. CikarangNews6 menghitung paling tidak ada 600 nasi bungkus. Alhamdulillah, ini bisa menjadi santapan makan malam para korban banjir.

"Posko sangat mengharapkan bantuan dana, lauk pauk, nasi bungkus dan lain-lain dari para dermawan, agar bisa terus mengoperasikan dapur umum ini." demikian harapan petugas piket di Posko PKS ini.

CikarangNews6 berharap agar lebih banyak posko berdiri dan berfungsi dengan baik sehingga bermanfaat bagi kemaslahatan para korban banjir. Semoga.
READ MORE - Dari Posko ke Posko

Hari ke 6 Banjir Labansari: Posko Terancam Terendam

CikarangNews6 - Responden CikNews6 di lokasi banjir mengirimkan SMS pagi ini (25/3/10). Isinya:


"Air sudah melewati jalan Labansari. Deras. .... Kalau tetap seperti ini, 1-2 jam ke depan, Posko Labansari terendam."

Tertangkap informasi bahwa air semakin tinggi. Jalan Labansari yang membelah Desa Labansari dan Desa Bojongsari telah terbenam air dengan aliran yang deras. Jika demikian maka Posko Ustadz Ja'far akan terendam. Maka posko harus pindah demi melayani para korban banjir.

Ada dua lokasi alternatif yaitu jembatan Bojongsari dan Stasiun Bojongsari. Responden CikNews6 melaporkan untuk antisipasi ini, beberapa saat yang lalu telah dibuat Posko di jembatan Bojongsari. Di sini juga berdiri dapur umum. Tentu Posko sangat membutuhkan partisipasi berbagai pihak untuk mendukung biaya operasional Posko.

Salurkan bantuan Anda ke CikNews6. Hubungi Rizal (0813 162 397 33) dan Ustadz Ja'far (0878 804 111 87). 
Posko inilah yang terancam terendam pagi ini.
READ MORE - Hari ke 6 Banjir Labansari: Posko Terancam Terendam