Tampilkan postingan dengan label Bojongsari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bojongsari. Tampilkan semua postingan

Perlu Dibangun Penampungan Air Bersih di Labansari

Minggu, 04 April 2010

Labansari didatangi banjir hampir setiap tahun. Saat banjir salah satunya yang dibutuhkan warga adalah air bersih. Meskipun saat banjir Maret ini bantuan logistik berbentuk makanan dan minuman banyak, tapi air bersih tidak ada. Itulah yang dikeluhkan warga korban banjir di Labansari dan Bojongsari baru-baru ini. Selama lebih dari sepuluh hari banjir yang merendam enam kecamatan, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Bekasi hanya sekali mengirimkan air bersih. Bahkan, warga Labansari dan Bojongsari merasa belum pernah dikirim air bersih.
Ternyata ini terjadi karena di kedua desa langganan banjir ini tidak terdapat bak penampungan air bersih. "Beberapa pihak dari perusahaan dan swasta sebenarnya ingin mengirimkan bantuan air bersih. Namun, tidak ada penampungan di Kecamatan Kedungwaringin dan Cikarang Timur, " kata anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cikarang Timur, Zuli Zulkipli.
Zuli dan beberapa puluhan warga dalam pertemuan dengan DPRD meminta agar PDAM mau memberikan tempat penampungan air meski tidak permanen agar pengiriman bantuan air besih dapat dilakukan tidak saja oleh PDAM namun juga bantuan beberapa pihak swasta dan perusahaan.
Kepala Bagian Humas PDAM Bekasi Komaruddin mengatakan telah menerima laporan dari beberapa pihak mengenai bantuan air bersih. Ia mengaku telah menyalurkan air bersih ke wilayah Muaragembon dan sekitarnya. Namun, ia juga mengakui jika di wilayah Labansari dan Bojongsari memang belum ada tempat penampungan air bersih dari PDAM.
Dengan pengalaman berkali-kali banjir di dua desa ini, semoga menggerakkan Pemda Kabupaten Bekasi untuk membangun tempat penampungan air bersih di kedua desa ini. Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Desa juga memasukkan pembangunan tempat penampungan air bersih ini dalam rapat-rapatnya.  
READ MORE - Perlu Dibangun Penampungan Air Bersih di Labansari

Pasca Banjir: Semoga Allah Mengganti dengan yang Lebih Baik

Rabu, 31 Maret 2010

CikarangNews6 - Pasca banjir, warga Desa Labansari dan Desa Bojongsari terus berbenah. Mereka terus membersihkan sampah dan sisa-sisa lumpur. Beberapa perabotan yang terbuat dari kayu dan triplek rusak, setelah terendam selama 10 hari. Meskipun demikian, bantuan terus berdatangan. Sebagian besar berupa obat-obatan, alat kebersihan, sabun mandi, dan makanan dalam kemasan seperti mie dan air minum.

Rumah yang terbuat dari bilik sudah jelas rusak. "Tembok rumah saya yang cuma setengah tembok sudah jebol, Pak." kata seorang warga. "Mudah-mudahan ada rizki untuk memperbaikinya." harapnya.

Menurut seorang petugas posko banjir, ada lembaga sosial yang akan menyelenggarakan pelayanan kesehatan di sini dalam minggu ini. "Hari ini lokasi akan disurvey." katanya.

CikarangNews6 berharap semoga warga yang mendapatkan musibah ini diberi ketabahan dan kesabaran melihat kondisi barang dan rumahnya pasca banjir. Semoga Allah SWT menggantinya dengan yang lebih baik. Dan para donatur dermawan mendapatkan kebaikan disisi Allah serta dilapangkan rizkinya. Amiin.
READ MORE - Pasca Banjir: Semoga Allah Mengganti dengan yang Lebih Baik

Hari ke 6 Banjir Labansari: Posko Terancam Terendam

Kamis, 25 Maret 2010

CikarangNews6 - Responden CikNews6 di lokasi banjir mengirimkan SMS pagi ini (25/3/10). Isinya:


"Air sudah melewati jalan Labansari. Deras. .... Kalau tetap seperti ini, 1-2 jam ke depan, Posko Labansari terendam."

Tertangkap informasi bahwa air semakin tinggi. Jalan Labansari yang membelah Desa Labansari dan Desa Bojongsari telah terbenam air dengan aliran yang deras. Jika demikian maka Posko Ustadz Ja'far akan terendam. Maka posko harus pindah demi melayani para korban banjir.

Ada dua lokasi alternatif yaitu jembatan Bojongsari dan Stasiun Bojongsari. Responden CikNews6 melaporkan untuk antisipasi ini, beberapa saat yang lalu telah dibuat Posko di jembatan Bojongsari. Di sini juga berdiri dapur umum. Tentu Posko sangat membutuhkan partisipasi berbagai pihak untuk mendukung biaya operasional Posko.

Salurkan bantuan Anda ke CikNews6. Hubungi Rizal (0813 162 397 33) dan Ustadz Ja'far (0878 804 111 87). 
Posko inilah yang terancam terendam pagi ini.
READ MORE - Hari ke 6 Banjir Labansari: Posko Terancam Terendam

Banjir Labansari Dalam Gambar

Selasa, 23 Maret 2010



(1) Lapangan bola itu kini menjadi sungai. Semakin ke kiri semakin dalam. Kedalaman bisa mencapai 2 meter. Perahu karet ini adalah bantuan dari Pemda Kabupaten Bekasi. Yang telah tiba di lokasi pada hari pertama terjadinya banjir. Sangat bermanfaat untuk mengevakuasi warga.

(2) Perahu karet ini sedang menuju Kampung Nanggewer, salah satu kampung yang terparah dalam musibah ini. Di sinilah salah satu sukarelawan CikarangNews6, Ust. Ja'far tinggal. Rumahnya sudah terendam 2 meter pada hari kedua banjir melanda (22/03/10).

(3) Anak-anak..... ketika hujan turun mereka main hujan-hujanan. Ketika banjir datang, merekapun membuat rakit dari pelepah pisang.

Main.... ini memang dunia anak-anak. Biarlah mereka tumbuh berkembang. Kita yang sudah dewasalah yang bekerja keras menyelamatkan para warga yang terperangkap banjir.

(4) Warga sedang menyaksikan banjir di Labansari di atas jalan yang memisahkan Labansari dengan Bojongsari. Hari ini (23/3/2010) jalan ini mulai terendam air. Sebagian Desa Bojongsari, Kec. Kedungwaringin juga sudah terendam air.

(5) Beginilah suasana malam di lokasi banjir di Desa Labansari. Selain perahu karet, warga menggunakan rakit dari pelapah pisang.

(6) Pada malam hari kemarin (22/3/10) ketinggian air naik seperti pada gambar ini. Bandingkan dengan kondisi di siang hari (gb. 3).

(7) Sebuah SD Negeri Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin juga sudah terendam. Dipastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah ini terhenti. Demikian juga dengan dua SD lainnya yang juga terendam air.
READ MORE - Banjir Labansari Dalam Gambar

Banjir di Labansari Mencapai 2 Meter

Senin, 22 Maret 2010

Laporan: Choirul Asyhar

Banjir di Labansari sudah mencapai 2 meter. Ini terjadi di Kampung Nanggewer. Lebih tinggi dari itu terjadi di Kampung Jatiponcol. Kampung inilah yang pertama kali kemasukan air luapan Bendungan Saguling itu.

Ya, banjir di Labansari adalah banjir kiriman dari tak mampunya Bendungan Saguling menampung air dari Purwakarta dan sekitarnya. Karena Labansari termasuk paling rendah maka air mengalir ke Desa ini. Hari ini (22/3/2010) dikabarkan oleh sumber CikNews6 di Labansari, banjir telah mulai menggenang Desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin yang letaknya lebih tinggi dari Desa Labansari.

Sahyudin, Ketua DPC PKS Kedungwaringin, mengatakan bahwa air sudah menggenangi tiga sekolah SDN Bojongsari. Ketinggian sudah hampair mencapai atap. Menurut Sahyudin, PKS dari DPC Kecamatan Cikarang Timur dan Kecamatan Kedungwaringin telah mengirimkan tim kepanduannya sejak kemarin. Selain itu dari PKS Kabupaten Bekasi telah mengirimkan tim P2B (Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana) ke lokasi banjir.

Seorang warga, Ustadz Ja'far mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi juga telah mengirimkan dua perahu karet untuk evakuasi warga korban banjir. Posko sendiri secara resmi belum ada, tapi dia bersama warga telah membuat Posko darurat di Desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin yang berbatasan dengan Kampung Nanggewer tempat Ustadz Ja'far tinggal.

Menurut Ustadz Ja'far tadi pagi air sudah memasuki Kampung Babakan yang lokasinya lebih tinggi daripada kampungnya. Saat ini korban banjir mengungsi di rumah-rumah warga di Desa Bojongsari. Yang mengkhawatirkan, kata Ustadz Ja'far, desa Bojongsari sendiri kini sudah mulai digenangi air kiriman bendungan Saguling ini. Selain itu warga juga khawatir jika bendungan Saguling jebol karena sudah tak mampu lagi menampung air dari daerah di sekitarnya.  

Masalah logistik, kata Ustadz Ja'far, kemarin (21/3/2010) sudah ada kiriman dari warga di Jalan Kancil Cikarang Baru. Selain nasi bungkus yang siap saji, warga juga datang membawa beberapa dus mie instant. Meskipun demikian, bantuan tetap masih sangat diperlukan.


Pembaca yang hendak menyalurkan bantuan silakan hubungi Rizal (081 316 239 733) atau posko Banjir Ustadz Ja'far (0878 804 11187).   






READ MORE - Banjir di Labansari Mencapai 2 Meter