Tampilkan postingan dengan label palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label palestina. Tampilkan semua postingan

Tokoh Kita: ARIEF RACHMAN, DOKTER SPESIALIS BENCANA

Selasa, 24 Agustus 2010

CikarangNews6: Menolak ditempatkan di rumah sakit mapan dengan gaji besar. Kemampuannya justru semakin terasah jika ia ditugaskan di daerah bencana.
FOTO: DOK. SAHID
Rambutnya gondrong dan terlihat acak-acakan. Celana yang dipakainya sedikit melebihi lutut. Siapa pun tak menyangka kalau dirinya adalah dokter. Termasuk Kepala Dinas Kesehatan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). “Anda ini tidak sabar sekali, ya. Kayak Anda dokternya saja!” hardik Sang kepala dinas kesehatan NAD saat itu.
Kejadian ini dialami Arief Rachman tahun 2005 saat ia bertugas sebagai dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di wilayah NAD. Arief menyambangi kantor Dinas Kesehatan NAD untuk mendapat surat dispensasi PTT ”cara lain”. Karena tidak dilayani, akhirnya ia langsung menghadap kepala dinas. Namun, bukan sikap ramah yang diterima. Ia malah disemprot oleh Sang kepala dinas.


Sebetulnya Arief ditugaskan oleh Departemen Kesehatan RI menjadi dokter PTT di rumah sakit berpredikat teladan di Sampit, Kalimantan Tengah. Rencananya ia ditugaskan di sana selama dua tahun. Namun ia menolaknya. ”Saya tidak cocok di sini. Sistem dan manajemennya sudah berjalan. Saya tidak dibutuhkan di tempat ini,” ujar Arief kepada pemberi tugas kala itu.


Ia pun mengusulkan agar ditempatkan di NAD yang saat itu baru saja luluh lantak diterjang Tsunami. Kata Arief, pemindahan tempat PTT yang diajukan dokter pemohon biasa disebut PTT ”cara lain”. Arief mendapatkan PTT cara lain di NAD melalui kerjasama dengan lembaga nirlaba Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).
Kata Arief, jika saat itu dirinya bersedia ditempatkan di Sampit, tiap bulan dia akan mendapat honor Rp 6 juta dari pemerintah. Namun dengan memilih NAD, kocek Arief hanya terisi Rp 3 juta per bulan dari MER-C.

”Saya tidak betah bila harus duduk manis menunggu pasien di RS yang sudah mapan. Aceh bagi saya lebih menarik, karena apa yang selama ini diperoleh di fakultas kedokteran bisa saya uji-cobakan di Aceh. Saya tak hanya sekadar mengobati pasien, tapi juga bisa membangun sistem dan manajemen RS,” papar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.


Spesialis Bencana
Arief memang tidak seperti dokter pada umumnya. Ia bahkan tidak memiliki tempat praktek tetap. Ia beralasan tidak tega bila harus menulis tagihan biaya periksa kesehatan kepada Sang pasien. ”Saya sering tergagap ketika pasien bertanya berapa biayanya,” ujarnya.



Itu sebabnya, Arief lebih senang bertugas di daerah bencana atau daerah konflik. Kata Arief, di lokasi bencana dirinya mendapat kenyamanan, dan hubungan antara dirinya dengan pasien bisa terjaga.
Indonesia, kata Arief, adalah negara seribu satu bencana. Sayangnya, tak banyak dokter spesialis untuk daerah bencana. ”Saya berharap mengisi ceruk yang selama ini tak diminati dokter lainnya,” kata ayah satu anak ini.

Menurutnya, di lokasi bencana kemampuannya benar-benar diuji. Di Aceh, ia pernah menangani pasien yang tengah sekarat. Untuk merujuk pasien ke RS yang lengkap peralatannya tidak mungkin karena jalan terputus akibat gempa.
Di lokasi bencana, jelas Arief, dirinya harus mampu berperan menjadi dokter umum, dokter bedah, hingga menjadi dokter spesialis menanggani persalinan. Ketika tidak ada pilihan lagi, Arief dituntut untuk memberikan yang terbaik bagi sang pasien.


Hal berbeda bila praktek di kota. Katanya, dalam keadaan kritis dengan mudah dokter di kota bisa merujuk pasiennya ke RS lain yang lebih lengkap pelayanannya.”Ketika ada pasien yang saya tidak tahu lagi harus diapakan, atau pasien sudah harus ditangani oleh dokter spesialis, dengan mudahnya saya dapat membuat surat rujukan lalu memberitahukan keluarganya. Maka tanggungjawab saya pun selesai,” jelas Arief.


Lintas Batas
Selain Aceh, Arief juga pernah ditugaskan oleh MER-C ke Ambon, Papua, hingga ke Jalur Gaza, Palestina. Untuk penugasan ke Gaza, Arief sudah melakoninya selama dua kali. Termasuk perjalanan armada kebebasan menuju Gaza, Freedom Flotilla, bersama sebelas relawan Indonesia lainnya yang diserang tentara Zionis Israel akhir Mei 2010 lalu.



Meski demikian, Arief mengaku tidak kapok bila ditugaskan kembali ke Gaza. Peristiwa Mavi Marmara, kata Arief, dianggapnya sebagai ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. ”Ini pembuktian seberapa besar cinta kita kepada Gaza. Masak, baru 24 jam saja kita diperlakukan biadab oleh tentara Israel di atas kapal Mavi Marmara, kita langsung kapok. Padahal, masyarakat Gaza sudah 60 tahun diperlakukan lebih dari itu,” katanya menegaskan.


Saat MER-C menugaskan Arief ke Gaza untuk ketiga kalinya, Arief menerima dengan senang hati. Alhamdulillah, pertengahan Juli 2010 lalu, Arief bersama lima relawan MER-C lainnya berhasil masuk ke Gaza untuk melanjutkan misi membangun rumah sakit Indonesia di sana.


Arief bergabung bersama MER-C sejak tahun 1999. Saat itu, ia masih co ass (praktek lapangan calon dokter) di Yogya. Arief merupakan salah seorang pendiri MER-C Cabang Yogyakarta. Di tahun 2002, Arief bersama MER-C Yogya menangani korban bencana banjir di Jawa Tengah sebanyak enam kali.


Arief merampungkan kuliahnya di Fakultas Kedokteran UGM (2003). Selain bertugas di MER-C, lelaki kelahiran Jakarta 16 April 1978 ini juga pernah menjadi dokter jaga di klinik Labschool Jakarta dan di salah satu klinik rekanan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia.


Beda Penampilan
Arief Rachman merupakan buah hati dari pasangan Achmad Munandar (55) dan Ami Rachmiyati (52). Kedua orangtuanya asli Jakarta. Ayahnya pegawai kantor pos yang kerap dipindahtugaskan ke berbagai daerah. Itu sebabnya, masa kecil hingga remaja Arief dihabiskan di luar Jakarta.



Ilmu-ilmu keislaman diperolehnya dari madrasah saat ia bermukim di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, ia memperolehnya saat kuliah di UGM. Ia sempat merasakan atmosfir sistem tarbiyah di Lembaga Dakwah Kampus (LDK).


Arief juga pernah bergabung di Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Ia kerap mendaki gunung berhari-hari dengan teman-temannya. Penampilannya pun tak jauh beda dengan aktivis pencinta alam lainnya, berambut gondrong, berkaos oblong plus bercelana buntung. Bahkan, saat ditugaskan ke Gaza untuk pertama kali, ia masih berambut gondrong. Karenanya, masyarakat Gaza memanggil dirinya ”dokter gondrong”.


Namun, sejak menikah dengan Kuntum Khairatifa (30) pada Desember 2005, Arief memotong rapi rambutnya dan menghindari berpenampilan mewah. ”Kalau saya necis, orang sungkan menyuruh saya mengepel. Padahal di lokasi bencana, apa pun harus bisa saya lakukan, termasuk mengepel lantai,” ujarnya berkelakar.

Arief memang dikenal sederhana. Ia tidak ingin hidupnya hanya digunakan untuk mengejar materi. Dalam setahun, ia selalu meluangkan waktu tiga bulan untuk terjun ke daerah bencana.
Sebagai dokter spesialis bencana, penghasilan Arief memang tidak sebesar dokter–dokter umumnya. Tak heran, pilihannya ini sempat ditentang oleh ibunya. ”Kamu ini kan dokter, kok tidak pernah praktek? Lihat tuh temanmu sudah bawa mobil!” ujar Arief menirukan penuturan ibunya.


Menanggapi sang Ibu, Arief mengatakan, ”sekarang ini kaya-miskin seseorang tidak bisa dihitung dari apa yang kelihatan (materi). Ibu semestinya bangga mempunyai anak yang membantu orang tanpa harus dibayar.”
Syukurlah, kini sang Bunda mulai mengerti dan mendukung jalan mulia yang ditempuh putranya. *


Sumber: Bilal Muhammad, Ibnu Syafaat/Suara Hidayatullah, AGUSTUS 2010
READ MORE - Tokoh Kita: ARIEF RACHMAN, DOKTER SPESIALIS BENCANA

Aksi 100 Ribu Massa: Kami Tak Akan Pernah Menyerah

Jumat, 04 Juni 2010

CikarangNews6: Demonstrasi mendukung kemerdekaan Palestina (3/6/2010) benar-benar menjadi momentum baru menggerakkan kesadaran masyarakat atas kebiadaban Zionis Israel. Penyerangan, pembajakan dan pembunuhan atas sukarelawan penumpang kapal Mavi Marmara telah menjadi bukti. Sukarelawan sipil tak bersenjata telah ditembaki tentara bersenjata lengkap saat masih berlayar di perairan Internasional.

Menurut Presidium MER-C Dr. Sarbini Abdul Murad misi Mavi Marmara bukanlah misi gagal. Tapi misi yang tertunda. Tak ada kata menyerah. Karena itu MER-C tetap akan berusaha kembali ke Gaza. Menyampaikan amanat rakyat Indonesia untuk membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina.


Selain itu dalam orasinya Hidayat Nurwahid mendesak Presiden Mesir Hosni Mubarak agar membuka perbatasan Rafah-Gaza selamanya. Bukan hanya pada saat ini saja.

Israel lebih kejam dari pada kisah bajak laut dari Somalia, karena Israel merampas tanah Palestina. Dan kini membajak kapal kemanusiaan beserta bantuan untuk rakyat Gaza yang bernilai milyaran.

"Israel bukanlah korban kekerasan seperti yang diklaimnya selama ini. Tapi Israel adalah biang kerok kekerasan itu sendiri" demikian Hidayat Nurwahid mantan ketua MPR RI yang kini menjabat sebagai Ketua Persatuan Parlemen Asia.


Selanjutnya Hidayat mengatakan, bahwa kalau ada sekelompok orang yang mengatakan bahwa kecaman, kutukan dan demonstrasi terhadap kekejian Israel tidak ada artinya, maka sesungguhnya kelompok ini telah terperangkap dalam propaganda zionis Israel. Bahkan misi pembebasan kapal Mavi Marmara meski dibajak oleh Israel tetap membawa manfaat. Yaitu membukakan mata dunia tentang kekejian Israel. Dan yang lebih penting adalah menyatukan kembali Fatah dan Hamas di Palestina. Mereka bersatu melawan penjajahan zionis Israel.

Hidayat menyampaikan rasa bangga kepada PM Turki Recep Tayyeb Erdogan atas perjuangannya.
"Jangan mundur. Terus bekerja sama dengan negara-negara lain untuk membebaskan Palestina." teriaknya di depan ratusan ribu massa demonstran. Karena, katanya, kejahatan Israel telah menghancurkan sendi-sendi masyarakat dunia, hukum internasional, menjatuhkan kredibilitas PBB dan perangkat hukum internasional lainnya. (ciknews6/ca)
READ MORE - Aksi 100 Ribu Massa: Kami Tak Akan Pernah Menyerah

Seratus Ribu Massa Mengutuk Israel Sebagai Biang Kerusakan

Kamis, 03 Juni 2010

CikarangNews6: Sekira seratus ribu massa menghadiri aksi damai untuk Palestina yang digelar di Monas, Kamis 3 Juni 2010. Aksi ini diikuti oleh massa dari berbagai ormas dan tokoh lintas agama serta lintas partai. Tampak dominan adalah massa dari Partai Keadilan Sejahtera yang dilengkapi dengan berbagai atribut yang menyertainya. Menurut laporan yang diterima oleh CN6, massa seratus ribu ini berasal dari Cirebon sampai Banten. Tentu saja tak ketinggalan rombongan massa dari Cikarang yang berjumlah sekira 125 orang.

Aksi yang dimulai pada pukul 13.00 WIB ini, diisi dengan orasi dari beberapa tokoh. Tokoh nasional yang juga mantan ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menjadi salah satu tokoh yang turut berorasi. Orasi diikuti dengan orasi dari perwakilan dari organisasi-organisasi kemanusiaan untuk Palestina seperti Mer-C, KISPA dan KNRP. Tidak ketinggalan anggota DPR dari partai Gerindra yang juga artis dan bintang film Rachel Maryam pun menyampaikan orasinya.


Pada orasi tersebut, para tokoh mengutuk Israel. Israel dianggap sebagai biang kerusakan dan kekacauan di muka bumi. Di samping itu, para peserta aksi juga menuntut dibukanya blokade Israel dan Mesir pada Gaza.

Aksi damai untuk Palestina ini diakhiri dengan longmarch menuju ke Bundaran HI. Sempat dimasukkan ke dalam air, sebuah banner raksasa di kolam Bundaran HI oleh para peserta aksi yang juga disaksikan oleh Hidayat Nur Wahid. Peserta aksi kemudian kembali lagi ke Monas dan membubarkan diri.
READ MORE - Seratus Ribu Massa Mengutuk Israel Sebagai Biang Kerusakan

Rombongan Cikarang Berangkat Menuju Aksi Damai Untuk Freedom Flotilla for Gaza


CikarangNews6: Berita penyerangan tentara Israel kepada kapal Mavi Marmara yang merupakan salah satu kapal dari kafilah Freedom Flotilla untuk menembus blokade Israel ke Gaza sudah menjadi santapan kita akhir-akhir ini. Aksi penyerangan kepada kafilah kemanusiaan ini tak hanya menjadi perhatian media massa untuk diberitakan, tetapi juga memanggil kepedulian dan rasa kemanusiaan yang luar biasa bagi seluruh warga dunia.
Berbagai aksi damai dilakukan di berbagai negara. Tak hanya negara muslim, tetapi juga negara-negara yang mayoritas non muslim pun melakukan aksi dan demonstrasi, sebagai sebuah bukti keprihatinan mereka atas penyerangan tentara Israel ke kafilah kemanusiaan Freedom Flotilla.
Tak terkecuali di Indonesia, beragam aksi pun dilakukan. Setidaknya sejak aksi penyerangan tersebut, ibu kota Jakarta senantiasa dihiasi dengan beragam aksi damai dukungan kepada kafilah Freedom Flotilla dan aksi pengutukan terhadap penyerangan tentara Israel kepada para aktifis kemanusiaan tak bersenjata itu. Mulai dari "black monday" yang dilakukan oleh beberapa ormas sampai pada aksi-aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa.
Hari ini pun, Kamis, 3 Juni 2010 ibu kota Jakarta masih akan dihiasi oleh aksi damai untuk Palestina. Salah satu aksinya adalah aksi gabungan dari beberapa ormas dan agama yang dikoordinir oleh DPW Partai Keadilan Sejahtera DKI Jakarta yang akan dimulai pada pukul 13.00 WIB dan mentargetkan seratus ribu peserta. Aksi yang insyaAllah akan diisi dengan orasi salah seorang anggota DPR dari Partai Gerindra yang juga seorang artis, Rachel Maryam ini akan dipusatkan di Monumen Nasional.
Aksi ini pun menggugah hati warga Cikarang untuk terjun dan bergabung membela Palestina. Tercatat 2 bus berangkat dari JABABEKA untuk menuju ibu kota Jakarta. Info yang didapatkan CN6 bus bersama rombongan ini mengangkut sekitar 125 orang. Semoga Allah senantiasa meridhoi setiap langkah dan gerak kita, sekecil apapun usaha kita.
READ MORE - Rombongan Cikarang Berangkat Menuju Aksi Damai Untuk Freedom Flotilla for Gaza

Kapal Bantuan "Rachel Corrie" Siap Berangkat ke Gaza dari Libya


CikarangNews6:Serangan Israel ke rombongan kapal "Freedom Flotilla" tidak menyurutkan tekad para aktivis kemanusiaan untuk menembus blokade Israel di Gaza lewat jalur laut. Kapal kargo asal Irlandia yang bermuatan 1.200 ton bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza siap bertolak menuju perairan Palestina.

Perdana Menteri Irlandia, Brian Cowen turun langsung, meminta pada Israel agar membiarkan kapal yang diberi nama "Rachel Corrie" itu menyampaikan bantuan ke Jalur Gaza. (Rachel Corrie adalah aktivis asal AS yang tewas dilindas buldoser tentara Israel pada tahun 2003). Namun Cowen mengakui bahwa tidak tertutup kemungkinan Israel juga akan memblokade kapal tersebut meski pihaknya sudah meminta izin secara resmi untuk memasuki perairan Gaza.

"Rachel Corrie" membawa bantuan berupa kursi roda, persediaan obat-obatan dan beton untuk bahan bangunan. Kapal itu seharusnya kemarin bergabung dengan rombongan "Armada Pembebasan" tapi dibatalkan karena mengalami kerusakan mesin. Saat ini, "Rachel Corrie" sedang menunggu pelayaran di lepas pantai Libya. Dalam kapal tersebut, ikut serta Mairead Corrigan, pemernang hadiah Nobel tahun 1976 dan Denis Halliday yang pernah mengelola program bantuan kemanusiaan PBB di Irak.

Sementara itu, Kepala Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan bahwa mencabut blokade di Gaza dan memberikan izin masuknya barang-barang bantuan dari luar Israel adalah satu-satunya solusi untuk memecahkan krisis kemanusiaan di Gaza.

"Yang harus dilakukan adalah membuka perbatasan-perbatasan agar barang-barang bisa masuk ke Gaza," kata Fillipo Grandi, Komisioner UNRWA.

Grandi mengatakan, tragedi seperti yang dialami rombongan "Freedom Flotilla" tidak akan terjadi jika bala bantuan kemanusiaan dibolehkan lewat melalui perbatasan-perbatasan darat oleh Israel. Serangan Israel terhadap rombongan aktivis kemanusiaan itu, tambah Grandi hanya akan memicu instabilitas di kawasan.

Grandi menilai positif seruang para pemimpin dunia agar blokade Israel di Gaza dihentikan. Tapi ia berharap seruan itu direalisasikan lewat tindakan nyata.

sumber : eramuslim
READ MORE - Kapal Bantuan "Rachel Corrie" Siap Berangkat ke Gaza dari Libya

Kapten Mavi Marmara Ceritakan Penyerangan Israel

Rabu, 02 Juni 2010


CikarangNews6:Kapten Turki yang berada dalam kapal Mavi Marmara, kapal misi bantuan untuk penduduk Gaza yang diserang Israel secara brutal dan menewaskan sekitar 20 orang menceritakan detil peristiwa saat penyerangan terjadi.

Kapten Huseyin Tokalak mengatakan bahwa angkatan laut Israel mengancam akan menenggelamkan kapal sebelum akhirnya tentara mereka memasuki kapal, seperti yang dilansir Reuters.

"Mereka mengarahkan senjara ke kepala kami," ujar Tokalak dalam konferensi pers pada Selasa (1/6).

"Mereka benar-benar menarik senjata, seperti yang kalian lihat di film-film."

Kapal bantuan Freedom Flotilla ini mengangkut sekitar 10.000 ton material bangunan, peralatan medis dan perelngkapan sekolah.

Tentara zionis Israel menyerang kapal tersebut saat masih berada di wilayah perairan internasional, sekitar 150 Km dari pantai Gaza.

Tokalak mengatakan ia dan kapten lainnya telah meyakinkan angkatan laut Israel bahwa mereka msih berada di perairan internasional dan membawa barang-barang yang tidak ilegal.

"Mereka mulai menembaki Mavi Marmara..... Mereka tidak peduli bagian depan atau belakang kapal," ujarnya yang mengepalai konvoy.

"Aku katakan, mereka mencoba menenggelamkan kapal."


sumber : voa-islam

READ MORE - Kapten Mavi Marmara Ceritakan Penyerangan Israel

3 Kapal Pertama untuk Armada Baru ke Gaza Sudah Siap


CikarangNews6:Europe Campaign untuk Pembebasan Blokade Gaza menyatakan pihaknya sudah memiliki dana untuk membeli 3 kapal pertama untuk armada baru “Freedom Flotilla 2” yang akan berlayat ke Jalur Gaza. Ini sebagai kelanjutan dari armada pertama yang dibajak pasukan penjajah Zionis Israel dan terjadi pembantaian biadab di atasnya terhadap para aktivis kemausiaan.

Ketua Europe Campaign Arafat Madhi mengatakan, “Komuni secara luas sedang dilakukan untuk memberangkatkan armada baru yang membawa 10 ribu ton bantuan dan ratusan aktivis kemanusiaan dari lebih 40 negara di dunia.”

Dia menambahkan, “Menyusul terjadinya pembantaian biadab yang dilakukan pasukan Israel terhadap para aktivis kemanusiaan di atas armada kebebasan pertama di perairan internasional, terjadi peningkatan seruan dari Arab, dunia Islam, Eopa dan Barat secara umum untuk membentuk armada lebih besar dari yang dibajak Israel. Ini sebagai perlawan jelas dari orang-orang bebas di dunia, yang berjuang dari seluruh dunia mengecam pembantaian yang mengerikan tersebut.”

Dia menyatakan “Armada Kebebasan 2” ini diperkirakan akan diberangkatkan dalam beberapa pekan mendatang. Dia menegaskan bahwa armada ini akan lebih besar dari sebelumnya dan menjadi kehendak orang-orang bebas di dunia untuk membebaskan blokade Israel yang dzalim.

Menurut Madhi tidak menutup kemungkinan peserta semi remi dalam armada baru ke Gaza ini, khususnya pihak Turki. Di mana perdana menterinya telah menegaskan akan terus memberikan bantuan ke Jalur Gaza berapapun harga yang harus dibayar.

Armada kebebasan yang dibajak Israel tersebut terdiri dari 6 kapal. Sebuah kapal barang didanai Kuwait yang mengibarkan bendera Turki dan Kuwait, sebuah kapal barang yang didanai Aljazair, sebuah kapal barang yang didanai Eropa dari Swedia dan Yunani, 2 kapal pengangkut penumpang, salah satunya “kapal 8000” yang melambarkan jumlah tahanan Palestina yang mendekam di dalam penjara Zionis Israel, serta sebuah kapal penumpang besar dari Turki.

Armada kemanusiaan ini membawa 750 aktivis solidaritas dari lebih 40 negara, meskipun banyak permintaan dari berbagai pihak untuk bisa berpartisipasi dalam misi kemanusiaan ini. Turut serta dalam armada ini 44 pejabat pemerintah, anggota parlemen dan aktivis politik Eropa dan Arab, termasuk sepuluh anggota parlemen Aljazair.

Armada ini membawa lebih dari 10 ribu ton bantuan medis, bahan bangunan dan kayu, 100 rumah siap huni untuk membantu puluhan ribu warga yang kehilangan rumah mereka dalam perang Israel di Gaza pada awal 2009, serta membawa 500 kendaraan listrik untuk mobilitas penyandang cacat, terutama sejak agresi Israel terakhir telah mengakibatkan 600 penyandang cacat di Gaza.


sumber : infopalestina

READ MORE - 3 Kapal Pertama untuk Armada Baru ke Gaza Sudah Siap

Kapal MV Rachel Corrie Siap Tembus Blokade Israel


CikarangNews6:Kegagalan enam kapal misi kemanusiaan mancanegara mencapai Gaza akibat serangan brutal Israel hari Senin (31/5) tidak menyurutkan semangat para aktivis. Mereka berjanji untuk kembali mencoba menembus blokade Israel terhadap Gaza dengan memberangkatkan MV Rachel Corrie, kapal dagang yang dibeli para aktivis pro-Palestina.


Pihak penyelenggara misi mengatakan, Selasa, bahwa kapal yang menyandang nama aktivis perempuan Amerika yang tewas di Jalur Gaza pada 2003 itu sudah diberangkatkan dari Malta, Senin. Tekad para aktivis itu ditanggapi seorang pejabat Israel dengan mengatakan bahwa pihaknya akan menghambat misi kapal tersebut.

Kondisi ini kembali memunculkan konfrontasi baru setelah insiden Senin berdarah."Kami berinisiatif mendobrak blokade Israel kepada satu setengah juta orang warga Gaza. Misi kami tidak berubah dan ini menjadi misi `flotilla` terakhir," kata Greta Berlin, aktivis Gerakan Pembebasan Gaza yang berbasis di Siprus ini.

Perdana Menteri Irlandia Brian Cowen menggambarkan MV Rachel Corrie sebagai kapal milik Irlandia. Kapal itu patut diizinkan untuk merampungkan misinya.

Di atas kapal itu, terdapat 15 orang aktivis, termasuk seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Irlandia Utara. "Pemerintah (Irlandia) sudah resmi meminta Pemerintah Israel agar mengizinkan kapal milik Irlandia merampungkan perjalanannya dan menurunkan pasokan bantuan kemanusiaannya di Gaza," kata Cowen kepada parlemen di Dublin.

Seorang perwira AL Israel berpangkat letnan mengatakan kepada Stasiun Radio Angkatan Darat Israel bahwa unitnya siap menghentikan kapal Irlandia itu."Sebagai satu unit, kami sedang mempelajari, dan kami akan melakukan investigasi secara profesional untuk mencapai kesimpulan," katanya.

Dalam penyerangan terhadap konvoi enam kapal misi kemanusiaan ke Gaza hari Senin, perwira Israel berpangkat letnan ini mengatakan, unitnya menembak mati sembilan orang aktivis di kapal feri Turki."Kami juga siap (melakukan hal yang sama) terhadap Kapal Rachel Corrie," katanya.

Di antara para penumpang MV Rachel Corrie itu adalah Pemenang Nobel Perdamaian Irlandia Utara Mairead Corrigan-Maguire, mantan diplomat senior PBB asal Irlandia, Denis Halliday, dan beberapa warga Irlandia lainnya.

Menlu Irlandia Micheal Martin menyampaikan kepada parlemen bahwa dia sudah berbicara dengan Halliday, Selasa sore. "Kami akan memantau situasi ini dari dekat, seperti yang juga dilakukan masyarakat dunia. Israel harus menghindari aksi apapun yang (dapat) menyulut pertumpahan darah lebih lanjut," kata Martin.

Radio Angkatan Darat Israel melaporkan kapal MV Rachel Corrie diperkirakan tiba di perairan Gaza, Rabu.
Namun Greta Berlin, aktivis Gerakan Pembebasan Gaza, mengatakan, MV Rachel Corrie mungkin tidak tiba di Gaza sampai awal pekan depan. "Kami mungkin tidak mengirim kapal berbobot 1.200 ton itu sampai Senin atau Selasa," katanya.

Pasukan komando AL Israel menyerbu geladak kapal feri Turki yang memimpin konvoi enam kapal misi kemanusiaan Gaza, Senin. Sedikitnya sembilan orang penumpang kapal itu tewas. Insiden tersebut memicu kemarahan dunia, krisis hubungan diplomatik Turki-Israel dan kutukan Dewan Keamanan PBB.

Pihak penyelenggara pelayaran MV Rachel Corrie mengatakan, kapal itu mengangkut peralatan medis, kursi roda, barang sekolah dan semen, bahan bangunan yang dilarang Israel memasuki Gaza.Anggota Parlemen Irlandia Mark Daly mengatakan, MV Rachel Corrie sebenarnya berangkat bersama konvoi kapal-kapal yang kini ditahan Israel itu namun tertinggal jauh karena lamban.

Para penumpang kapal itu mengetahui adanya serangan Israel namun mereka memutuskan untuk tidak pulang. "Setelah berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan, mereka akhirnya sepakat untuk terus," kata Daly.

Dalam perkembangan lain, Sekjen Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Anders Fogh Rasmussen telah meminta Israel agar membebaskan para penumpang dan kapal misi kemanusiaan ke Gaza yang mereka tahan."Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para korban dan mengutuk aksi (brutal Israel-red.) yang menjadi penyebab tragedi ini," katanya.

Rasmussen juga meminta pembebasan segera para warga sipil dan kapal yang ditahan Israel.Seruan kepada Tel Aviv itu disampaikannya setelah menghadiri pertemuan darurat Dewan Atlantik Utara yang digelar atas permintaan Turki.


sumber : republika

READ MORE - Kapal MV Rachel Corrie Siap Tembus Blokade Israel

WNI Terluka di Gaza Adalah Oktavianto dan Surya Fahrizal


CikarangNews6:Dua Warga Negara Indonesia yang terluka akibat serangan tentara Israel di Jalur Gaza adalah Oktavianto Emil Baharudin dan Surya Fahrizal. Penumpang kapal Mavi Narmada itu harus tinggal selama sepekan di Rumah Sakit di Derserba, perbatasan Gaza dan Israel. " Keduanya terkena luka tembak dan sudah dioperasi" kata Presidium Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) Sarbini Abdul Murad, Rabu (2/6).

Oktavianto Emil adalah anggota Komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina. Adapun Surya Fahrizal adalah jurnalis dari Sahabat Al Aqsha. Sebanyak 10 warga Indonesia lainnya, menurut Sarbini, menunggu keputusan Israel untuk dipulangkan. "Mereka belum sampai Amman, Yordania," kata Sarbini.

Adapun 12 nama WNI yang ikut armada kebebasan Flotilla di Kapal Mavi Marmara adalah:

Dari Sahabat Al Aqsha bekerja sama dengan Hidayatullah:
1. Wisnu Dzikrullah Pramudya
2. Surya Fahrizal
3. Santi Soekanto

Dari relawan MER-C:
1. Nur Fitri Moeslim Taher (Ketua Tim)
2. dr Arief Rachman
3. Abdillah Onim (Logistik dan Penerjemah)
4. Nur Ikhwan Abadi (Insinyur)
5. Muhammad Yasin (Jurnalis TV One)

sumber : tempointeraktif

READ MORE - WNI Terluka di Gaza Adalah Oktavianto dan Surya Fahrizal

Israel Siap Perang Hadapi Kapal Bantuan yang Akan Datang Lagi


CikarangNews6Di tengah kecaman dan kutukan masyarakat internasional akan aksi brutal Israel yang menyerang kapal relawan bantuan kemanusiaan, Israel malah menyatakan akan melancarkan serangan lagi terhadap kapal relawan yang saat ini menuju Gaza.


Israel berdalih langkah tersebut diambil karena para relawan di kapal Mavi Marmara mengadakan perlawanan saat menembus blokade Israel pada Senin (31/5).

Menurut seorang komandan Angkatan Laut Israel, Selasa (1/6) waktu setempat, pihaknya telah diserang oleh para relawan saat naik ke atas kapal Mavi Marmara. "Jadi nanti kami harus siap seperti menghadapi perang," kata dia.

Menyusul serangan Israel terhadap kapal relawan Mavi Marmara, aktivis Pro-Palestina juga mengirim sebuah perahu lain untuk menantang blokade Israel dari Jalur Gaza.

Pemerintah Mesir pada Selasa menyatakan membuka sebuah pintu penyeberangan untuk sementara ke wilayah Palestina guna membantu penyaluran bantuan kemanusiaan. Presiden Mesir Hosni Mubarak telah memerintahkan pembukaan penyeberangan Rafah ke Jalur Gaza.

Di tengah ketegangan, militer Israel melakukan serangan udara di Gaza pada Selasa. Kelompok militan Islam mengatakan tiga anggotanya tewas setelah menembakkan roket ke Israel selatan. Pemerintah Israel mengatakan roket tersebut mendarat di daerah terbuka dan tidak menyebabkan jatuhnya korban dipihaknya.

Sementara itu para pemimpin komunitas Arab di Israel memperingatkan akan munculnya gerakan perlawanan baru terhadap Israel sebagai akibat dari demonstrasi besar-besaran terhadap Zionis.

Para pemimpin juga memperingatkan pasukan keamanan agar tidak salah langkah dalam upaya menghentikan aksi protes masyarakat. Mereka juga meminta para demonstran untuk menghindari konfrontasi dengan aparat kepolisian yang berjaga.


sumber : tempointeraktif

READ MORE - Israel Siap Perang Hadapi Kapal Bantuan yang Akan Datang Lagi

Aksi Save Palestina Diikuti 150 Ribu Orang

Sabtu, 20 Maret 2010

Sabtu, 20 Maret 2010 Jakarta diwarnai oleh aksi dukungan terhadap perjuangan Palestina dalam menjaga setiap jengkal tanah airnya. Aksi yang dihadiri tak kurang dari 150 ribu peserta ini selain diisi orasi juga diisi dengan long march. Longmarch aksi ini mengambil jalur Monas menuju bundaran HI dan kembali lagi ke monas. Meskipun aksi ini ditujukan untuk menggalang dukungan untuk perjuangan Palestina, namun, para peserta aksi tak lupa membawa bendera Merah Putih raksasa sebagai simbol identitas bangsa Indonesia.


Tercatat beberapa tokoh nasional melakukan orasi, diantaranya Mantan Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Hidayat mengajak seluruh rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia untuk buka mulut terhadap kekejaman Israel di Palestina. Selain Hidayat, salah seorang politisi PDIP, Sabam Sirait juga turut hadir dan menyampaikan orasi. Sabam mengajak semuanya untuk menghapuskan segala bentuk tindak penjajahan di muka bumi. Hal ini juga yang tercantum dalam pembukaan Undang Undang Dasar 45, yang diamanatkan oleh para pejuang Indonesia. Bahkan Sabam juga mengajak seluruh kader PDIP untuk mengikuti aksi-aksi save Palestina yang diadakan oleh PKS.


Aksi yang berjalan tertib dan rapi ini berakhir sekira pukul 16.00 WIB.
READ MORE - Aksi Save Palestina Diikuti 150 Ribu Orang