Tampilkan postingan dengan label Muara Gembung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muara Gembung. Tampilkan semua postingan

Empat Titik Tanggul di Muaragembong Kembali Jebol

Selasa, 25 Mei 2010


CikarangNews6 - Tanggul di Kampung Kedungbongkor, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi kembali jebol akibat terjangan air Sungai Citarum. Meski luapan air kali Citarum mulai surut dan kini ketinggian tinggal satu meter, namun dampak dari luapan Sungai Citarum lalu masih merendam 400 hektar sawah dan 2.700 hektar tambak.
Sekretaris Desa Pantai Bakti Nuryaman kepada "PRLM", Selasa (25/5) menuturkan, jebolnya tanggul, disebabkan perbaikan yang dilakukan pascabanjir Maret lalu tidak sempurna. Sebenarnya, tanggul di Kampung Kedungbongkar memang sudah pernah jebol, lalu hanya ditambal pakai tumpukan karung pasir saja.
”Tanggulnya kan cuma diperbaiki dengan karung-karung tanah saja, tentu saja tidak kuat. Mana janji dewan kabupaten dan provinsi yang bakal memberikan anggaran tanggap darurat buat pembangunan tanggul. Hingga kini belum juga ada realisasinya. Malahan sudah jebol lagi tanggulnya,” katanya.
Menurut Nuryaman, selain tanggul di Kampung Kedungbongkar, tanggul lain yang jebol terdapat di tiga titik lagi, yaitu di RT 08, RT 07, RT 03 Kampung Jogol. Akibat jebolnya tanggul tersebut maka berdampak pada tujuh kampung, yaitu Kampung Bungin, Kedungbongkor, Kedungcinde, Bendungan, Singkil, Biyombong dan Jogol.
Sementara anggota Komisi C DPRD Kab. Bekasi, Taih Minarno, menepis tudingan warga, jika dewan dianggap tak bertanggung jawab. Ia justru gantian menuding Dinas Binamarga tak bertanggung jawab karena tidak respon untuk membawa alat beratnya ke lokasi sejak banjir Maret lalu.
”Kalau Binamarga tidak mau menurunkan alat beratnya untuk melakukan penambalan pada tanggul yang jebol. Nanti, Komisi C bakal menyewa beko itu untuk digunakan di Muaragembong,” katanya.

Sumber: Pikiran Rakyat Online
READ MORE - Empat Titik Tanggul di Muaragembong Kembali Jebol

Warga Muara Gembong Bekasi Masih Terendam Banjir

Senin, 29 Maret 2010

CikarangNews6: Sekitar 5.198 rumah warga di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, masih terendam air pada ketinggian 10- 30 sentimeter.
Banjir akibat meluapnya Sungai Citarum itu, memang mulai surut tetapi sebagian besar rumah warga masih terendam selama satu pekan lebih.

Ketinggian air sungai Citarum, dari posisi semula 13,20 meter kini menjadi 11,30 meter. "Sudah mulai surut namun rumah warga masih terendam," kata Herman Susilo, Camat Muara Gembong kepada Tempo, Senin (29/3).

Perbaikan tanggul jebol belum bisa dilakukan. Terutama tanggul besar di Kampung Bokor RT 07 Desa Pantai Bhakti yang jebol sepanjang 75 meter.

Syahrudin Aji, pengurus lembaga swadaya masyarakat (LSM) Mitra Peduli Indonesia yang mendirikan posko bantuan korban banjir di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, mengatakan warga belum bisa kembali ke rumahnya.

Menurut dia, warga bergotongroyong membendung luapan air sungai Citarum tetapi gagal. Empat hari lalu, warga menutup tanggul jebol memakai batang pohon kelapa, namun karena derasnya arus sungai batang pohon kelapa hanyut.

sumber : tempointeraktif

READ MORE - Warga Muara Gembong Bekasi Masih Terendam Banjir

Bupati Di Muara Gembong

Minggu, 28 Maret 2010

CikarangNews6 - Selain di Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur dan Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, banjir juga melanda Kecamatan Muara Gembong. Dengan menggunakan sepeda motor, Bupati Bekasi DR. H. Sa'duddin, MM menengok warganya yang terkena banjir. Tiga desa di Kecamatan Muara Gembong yang terendam banjir adalah Desa Pasir Mekar, Desa Pantai Bahagia dan Pantai Sederhana serta SMAN 1 Muara Gembong.

Bupati Bekasi pada kesempatan ini memberikan bantuan berupa mie instan 300 dus, air mineral 600 dus, beras 100 ton dan dana dari Pemerintah Kabupaten Bekasi sebesar 15 milyar dari biaya tak terduga APBD Kabupaten Bekasi yang diperuntukan perbaikan jalan, sawah seluas 726 hektar dan tambak 37,90 hektar.

Pemkab Bekasi juga sudah menyiapkan tim medis dan perlengkapannya untuk membantu warga yang membutuhkan, ujar Bupati.

Sedangkan bagi warga yang terkena banjir akan dievakuasi ke tempat yang lebih aman. “ Kami sudah persiapkan peralatan untuk evakuasi,” jelas Bupati. Namun menurut keterangan warga, banyak warga yang enggan untuk dievakuasi. Hingga berita ini diturunkan, mereka enggan pindah dari tempat tinggalnya.

Sumber: bekasikab.go.id
READ MORE - Bupati Di Muara Gembong