Tampilkan postingan dengan label muaragembong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muaragembong. Tampilkan semua postingan

250 Siswa SMPN 1 Muaragembong Jalani UN di Pengungsian

Selasa, 30 Maret 2010

CikarangNews6:Sebanyak 250 siswa SMPN 1 Muaragembong Kabupaten Bekasi terpaksa diungsikan dan diinapkan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini karena sekolahnya hingga kini masih terendam banjir setinggi kurang lebih satu meter.

Mereka melaksanakan UN dengan fasilitas dan persiapan seadanya. Para siswa harus mengungsi dengan jarak kurang lebih 12 kilometer dari tempat tinggal mereka ke SMPN 2 Muaragembong.

"Meski kami erasa persiapan kurang optimal karena mereka sejak sepekan berada di pengungsian sehingga belajarnya tidak maksimal, namun hari pertama UN semua berjalan lancar," ucap Kepala Sekaloh SMPN 1 Muaragembong, Suhandi Noor saat ditemui "PRLM" seusai pelaksanaan UN, Senin (29/3)

Tidak hanya dalam pelaksanaan UN, dalam empat hari kedepan selama UN mereka juga diinapkan dengan fasilitas yang minim di SMPN 1 Muaragembong, SDN 04 Jaya Sakti dan Aula Desa Jaya Sakti. "Karena ini dalam keadaan darurat maka kami memfungsikan semua ruangan seperti di Mushola dan perpustakaan untuk dijadikan kamar tempat tidur bagi siswa kami," katanya.

Dari pantauan "PRLM", mereka tidur hanya beralaskan tikar dan selimut yang mereka bawa sendiri-sendiri dari rumah. Sedangkan untuk kebutuhan mekan, mereka didistribusi dari posko bantuan banjir berupa nasi bungkus sehari tiga kali.

"Sementara untuk keperluan mandi, sejauh ini pasokan air bersih di SMPN 2 masih cukup dibantu dengan beberapa murid menumpang mandi di beberapa rumah di sebelah SMPN 2," ungkapnya.

sumber : Pikiran Rakyat Online
READ MORE - 250 Siswa SMPN 1 Muaragembong Jalani UN di Pengungsian

Warga Muara Gembong Bekasi Masih Terendam Banjir

Senin, 29 Maret 2010

CikarangNews6: Sekitar 5.198 rumah warga di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, masih terendam air pada ketinggian 10- 30 sentimeter.
Banjir akibat meluapnya Sungai Citarum itu, memang mulai surut tetapi sebagian besar rumah warga masih terendam selama satu pekan lebih.

Ketinggian air sungai Citarum, dari posisi semula 13,20 meter kini menjadi 11,30 meter. "Sudah mulai surut namun rumah warga masih terendam," kata Herman Susilo, Camat Muara Gembong kepada Tempo, Senin (29/3).

Perbaikan tanggul jebol belum bisa dilakukan. Terutama tanggul besar di Kampung Bokor RT 07 Desa Pantai Bhakti yang jebol sepanjang 75 meter.

Syahrudin Aji, pengurus lembaga swadaya masyarakat (LSM) Mitra Peduli Indonesia yang mendirikan posko bantuan korban banjir di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, mengatakan warga belum bisa kembali ke rumahnya.

Menurut dia, warga bergotongroyong membendung luapan air sungai Citarum tetapi gagal. Empat hari lalu, warga menutup tanggul jebol memakai batang pohon kelapa, namun karena derasnya arus sungai batang pohon kelapa hanyut.

sumber : tempointeraktif

READ MORE - Warga Muara Gembong Bekasi Masih Terendam Banjir

Banjir Rendam Empat Kecamatan di Bekasi

Senin, 22 Maret 2010

Wakil Bupati Bekasi Darip Mulyana mengungkapkan wilayah yang paling luas terkena banjir akibat luapan Sungai Citarum adalah Kecamatan Muaragembong. Sebab, daerah ini berada paling dekat dengan muara sungai di Pantai Utara Bekasi.

Darip mengatakan di Kecamatan Muaragembong terdapat sedikitnya 3.000 rumah warga yang tergenang air. Kecamatan lain yang juga terkena dampak luapan Sungai Citarum yakni Cabang Bungin. Di sana terdapat sedikitnya 450 rumah terendam air.

Kemudian Kecamatan Kedungwaringin, luapan air merendam sedikitnya 100 rumah di sini. Sementara itu, air juga menggenangi sedikitnya 70 rumah di Kecamatan Pebayuran.

Sungai Citarum telah meluap sejak empat hari lalu. Bahkan, ketinggian air, pada Minggu 21 Maret 2010 mencapai dua meter di beberapa kawasan.

sumber : TVOne
READ MORE - Banjir Rendam Empat Kecamatan di Bekasi