Rokok yang Bikin Tobat

Selasa, 13 April 2010


CikarangNews6: Berhenti merokok buat banyak orang bukan perkara mudah. Dihimbau, diingatkan atau ditakut-takuti karena merusak kesehatan tak mampu membuat perokok kapok. Tapi ada banyak kisah inspiratif yang membuat si perokok tobat.


Rokok tak hanya merusak jantung, paru, otak. Tapi efek merokok juga bikin buruk rupa alias penampilan yang tidak sehat seperti gigi kuning, noda hitam di wajah dan kulit jadi mudah keriput.


Tar dan nikotin adalah dua zat paling berbahaya diantara 4.000 jenis zat kimia lainnya di dalam rokok. Praktisi totok rokok Fuad Baradja yang dijumpai detikHealth, Kamis (8/4/2010) mengatakan kemauan adalah kunci bagi yang ingin berhenti merokok.


"Banyak perokok yang kalau ditanya, dalihnya adalah sulit untuk berhenti. Sebenarnya masalahnya bukan sulit atau tidak sulit. Simpel saja, ini soal mau atau tidak mau untuk berhenti," katanya.


Di Indonesia, rendahnya motivasi untuk berhenti merokok antara lain dipicu oleh kurangnya informasi. Kalaupun ada, seringkali informasinya menyesatkan. Sebagai contoh, Fuad menyebut iklan-iklan rokok yang mencitrakan perokok sebagai pribadi yang macho.


Kondisinya berbeda dengan negara lain seperti Singapura. "Di sana, untuk menjalani terapi berhenti merokok orang rela antre. Motivasinya besar, pertama karena harga rokok mahal. Kedua, tempat untuk merokok benar-benar dibatasi.


Untuk merokok orang harus mencari tempat khusus, dan itu repot. Ketiga, iklan dan himbauan antirokok ada di mana-mana. Ini memunculkan stigma tertentu, yang membuat orang akan merasa terhina kalau sampai merokok," tuturnya.


Rokok dan ceritanya:
1. Seorang sopir berhenti merokok selama 2 tahun karena berniat membeli motor. Dia bisa menyisihkan Rp 600 ribu/bulan untuk bayar cicilan. Begitu motor lunas ia merokok lagi, lalu jatuh sakit dan terpaksa menjual motor tersebut untuk ongkos berobat.


Sebuah pencapaian yang bagus sebenarnya, ketika sopir itu mampu berhenti merokok selama 2 tahun sementara banyak orang kesulitan untuk melakukannya. Ia bahkan jadi punya motor sendiri. Tragisnya, gara-gara merokok lagi ia malah kehilangan motor tersebut.
Cerita di atas hanyalah salah satu dari banyak kisah inspiratif yang bisa ditemui di grup Bikin Teman Berhenti Merokok, yang terdapat di situs jejaring Facebook yang dikelola Fuad. Semuanya menceritakan pengalaman orang-orang yang berhenti merokok. Banyak diantaranya cukup menggelitik kalau direnungkan.



2. Kisah tentang seorang mantan ketua organisasi Islam di Yogyakarta, yang diposting Rabu (7/4/2010). Ia berhenti merokok setelah menyadari bahwa aktivitas merokok adalah satu-satunya aktivitas yang tidak pernah dimulai dengan menyebut nama Allah.
Saat hendak makan dan minum ia selalu membaca Basmallah, tapi saat merokok tak sekalipun ia pernah membacanya. Ini lantas membuatnya yakin bahwa ada sesuatu yang salah dalam merokok.



3. Seorang kakek di Malang Jawa Tengah yang punya industri rokok rumahan, diposting pada Selasa (6/4/2010). Saat diberi tahu soal hukumnya, ia kurang setuju. Tapi setelah diberi penjelasan soal bahaya rokok, ia menutup usahanya itu. Konon untuk menebus dosanya, iapun beralih ke usaha minuman kesehatan berbahan jahe dan temulawak.


Fuad memang dikenal giat mengkampanyekan gerakan antirokok, termasuk di antaranya lewat Facebook. Salah satu status yang ia tulis awal tahun ini sempat jadi kontroversi karena dinilai melecehkan ulama.(up/ir)


source : DetikHealth
READ MORE - Rokok yang Bikin Tobat

Sedekah Pohon Ala Forum Muslim Graha Asri

Senin, 12 April 2010

CikarangNews6 -  Sedekah tidak cuma dengan uang. Demikianlah, maka Forum Muslim Graha Asri (FMGA) mencanangkan program sedekah pohon. Bukan memberi 'sedekah' kepada pohon untuk menolak balak. Tapi memfasilitasi khalayak untuk bersedekah dalam bentuk pohon. Yang selanjutnya pohon-pohon itu ditanam untuk menghijaukan Graha Asri khususnya dan Cikarang pada umumnya.                                                                      


Program ini digulirkan oleh FMGA sebagai reaksi atas kondisi "eksploitasi hutan, hilangnya area taman menjadi perumahan/perindustrian, semakin jarang dan berkurang pepohonan sebagai penghasil oksigen yang kita konsumsi setiap detiknya." kata Kahar dari Bidang Lingkungan FMGA.

Program ini diberi nama “SHODAQOH TANAMAN” dengan tema : “HIJAU, ASRI, MENGHIDUPI“. Sebuah program penghijauan yang melibatkan seluruh warga Graha Asri untuk mengembalikan lingkungan seimbang dengan penghijauan.

FMGA mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berpartisipasi dalam program penghijauan ini dengan menanam pohon di rumah masing-masing dan meng-shodaqoh-kan tanamannya untuk di tempatkan di lingkungan Graha Asri dan sekitarnya (Cikarang – Kab. Bekasi).

Selain tanaman FMGA juga menerima sedekah berupa pupuk, polibag, pot, kaleng bekas, drum, dan lain-lain yang bisa digunakan sebagai media tanam. Tentunya "kami juga menerima bantuan dana yang akan dikelola oleh panitia untuk mensukseskan program ini." demikian lanjut Kahar. 

Jenis tanaman dapat berupa Tabulampot (TAnaman BUah daLAM POT), Tasalampot (TAnaman SAyur daLAM POT), tanaman hias, ataupun tanaman apotik hidup. Bagi warga Graha Asri atau siapapun yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi koordinator kegiatan ini yaitu Bapak Rohmat (08128201167).

READ MORE - Sedekah Pohon Ala Forum Muslim Graha Asri

Hiruk-pikuk Pasar Festival

Minggu, 11 April 2010



Cikarangnews6 (11/04/2010) - Keberadaan Pasar Festival di wilayah Botanical Garden Perumahan Cikarang Baru dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan "rekreasi keluarga" favorit di akhir pekan.

Selain letaknya yang dekat, lingkungan disekitarnya dikerumuni pepohonan hijau yang membuat nafas kita segar.

Sejak pukul 6.00wib pagi suasana keramaian disini mulai berdenyut, baik pedagang, pejalan kaki, penggoes sepeda, maupun mereka yang membawa kendaraan bermotor atau pengendara mobil pribadi.

Tanpa komando mereka mulai berkerumun secara teratur.

Pemandangan yang warna-warni cukup membuat anak-anak kita sumringah.Lihatlah keindahan pedagang balon, mainan anak, hingga kereta, dokar dan delman yang berkeliling di area sekitar Pasar Festival.

Untuk kelompok pecinta kuliner, tentu bisa juga memanjakan lidah disini.Berbagai macam makanan dijajakan.Dari mulai soto, nasi pecel, nasi rames dan berbagai minuman dingin.Semua bisa dicicipi sesuai selera.

Bahkan ada juga penjual baju, sprei dan lain sebagainya.

Untuk anda pengendara sepeda motor, telah disediakan tempat parkir yang sangat leluasa dengan hanya membayar karcis Rp 1.000,-.

Sayangnya ada yang luput dari perhatian pihak pengembang, banyaknya mobil diparkir di pinggiran jalan, berderet cukup panjang sehingga mengurangi area gerak pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.

Disamping Pasar Festival juga terdapat kerumunan warga yang cukup banyak.Mereka adalah kelompok pesenam aerobik nusantara.senam yang bisa diikuti siapa saja, dan GRATIS.




Senam nusantara tidak hanya menjadi favorit anak muda, manula bahkan anak-anak usia balita pun terlhat ikut aktif bersenam ria.Karena memang gerakan senam nusantara yang simple dengan diiringi musik bernuansa etnis dari sabang sampai merauke.

Mencari sarapan dan minuman segar setelah senam nusantara tentulah menjadi rangkaian acara minggu pagi yang menyehatkan dan sangat menyenangkan. [nikolas]
READ MORE - Hiruk-pikuk Pasar Festival

Warga Ancam Tutup Ekplorasi Minyak di Hurip Jaya

Jumat, 09 April 2010

CikarangNews6:Ribuan warga empat kampung di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengancam akan menutup eksplorasi minyak oleh tiga perusahaan rekanan Pertamina, jika warga di sekitar ekplorasi minyak tersebut tidak diakomodir kepentingannya. Empat kampung yang berada di sekitar eksplorasi minyak tersebut di antaranya Kampung Cabang empat dan Kampung Setia Mekar.

"Kami ini hanya meminta sedikit kebijaksanaan dari rekanan Pertamina yang sedang mengeksplorasi minyak untuk memberikan dana kompensasi atau paling tidak pekerjaan bagi warga yang masih menganggur," ucap Anggota Karang Taruna Hurip Jaya, Rosidi saat ditemui "PRLM", Kamis (8/4).

Desakan tersebut, kata dia, sudah lama dilakukan, bahkan warga ingin melakukan diskusi dan musyawarah untuk membicarakan hal ini pun, perusahaan tidak mau mendengar apalagi mendatangi undangan musyawarah dari warga. "Jangan hanya warga sekitar ini dapat kerugiannya saja dan tidak bisa menikmati keuntungannya. Kalau ada limbahnya, warga yang menanggung namun tidak pernah dilibatkan untuk sedikit mencicipi keuntungan dari ekplorasi minyak ini," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Forum Masyarakat Desa Penghasil Migas (FMDPM) Kabupaten Bekasi, Ibnu Hajar. Ia meminta kepada PT Pertamina memprioritaskan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja profesional melalui pembinaan kemampuan masyarakat.

Sekretaris Desa Hurip Jaya, Supriadi membenarkan kekesalan warga. Bahkan, warga melakukan aksi pemasangan spanduk dengan isi tuntutan mereka. "Sejauh ini tuntutan warga kami anggap wajar saja, dan aksi dalam melakukan penuntutan juga tidak mengarah tindakan anarkis. Kami sebagai aparat desa meminta hendaknya kedua belah pihak bertemu saja melakukan musyawarah," tuturnya.

sumber : pikiran-rakyat
READ MORE - Warga Ancam Tutup Ekplorasi Minyak di Hurip Jaya

Dana Kematian bagi Rakyat Miskin pun Disunat

CikarangNews6:Pencairan dana kematian bagi rakyat miskin di Kabupaten Bekasi yang semestinya satu keluarga mendapat Rp 2 juta banyak dikeluhkan warga karena mereka menerima dana tersebut hanya Rp 1,5 juta. "Hampir semua penerima dana kematian disunat jumlahnya hingga Rp 500 ribu. Alasannya untuk biaya administrasi," ucap salah seorang warga Desa Sukamulya, RT 13/06, Wati (38) kepada "PRLM", Kamis (8/4).

Dana bantuan bagi keluarga miskin yang mendapat musibah ini, telah dua tahun dianggarkan dari Pemkab Bekasi yang dicairkan melalui Dinas Sosial. Kematian yang wajar misal karena sakit maupun kematian karena lanjut usia yang berhak mendapat dana kematian.

Salah seorang warga lain, Manta (40) mengatakan, dana kematian yang diperolehnya langsung dipotong Rp 500 ribu dengan alasan yang sama, yaitu biaya administrasi dan ongkos petugas desa mengurusnya ke Dinsos Kab. Bekasi. "Seharusnya kan kami mendapat Rp 2 juta seperti yang dinjanjikan Bupati. Kalau memang meminta uang terima kasih, harusnya bilang dulu, tapi ini langsung dipotong saja," tuturnya.

Meski begitu, hal tersebut dibantah oleh Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Desa Sukamulya, Marjaya. Menurut dia, pemotongan tersebut untuk biaya transport pengurusan pencairan bantuan. "Mengurus cairnya dana kematian tidak cukup dua kali bolak balik. Bisa empat sampai lima kali, itu semua kan pakai ongkos," ungkapnya.

Proses pencairan dana kematian yang dianggap bertele-tele, juga mendapatkan sorotan dari DPRD Kab. Bekasi. DPRD akan mengevaluasi proses tersebut. Meski sudah dianggarkan Rp 9 miliar tahun ini, proses pencairan dana tersebut oleh Dinas Sosial dinilai terlalu bertele-tele.

”Jumlah orang meninggal di Kabupaten Bekasi ini paling banyak mungkin hanya 10 orang dalam sehari. Tapi kenapa pencairan dananya, bisa lambat hingga dua bulan lebih,” tutur Ketua DPRD Kab. Bekasi, Mustakim

sumber : pikiran-rakyat
READ MORE - Dana Kematian bagi Rakyat Miskin pun Disunat

Kepedulian ALFAJRI FOUNDATION Australia

Selasa, 06 April 2010

CikarangNews6 (06/04/10) - Peristiwa banjir Labansari dan Bojongsari di wilayah Cikarang Timur ternyata juga mengetuk hati para muallaf di Australia yang bermukim di Christmast Island [ALFAJRI FOUNDATION*] untuk turut peduli dan berpartisipasi memberikan bantuan.

Bekerjasama dengan Yayasan ALFAJRI CAHAYA UMAT yang berada di Cikarang, saudara-saudara kita di Australia menyalurkan dana infaq sebesar AUD 500.

Penyaluran bantuan dilakukan pada hari rabu (31/04) pukul 13.00-14.00Wib dalam bentuk 150 bungkus berisi Makanan Instant, sabun, dan lain-lain .

Sebanyak 150 keluarga menerima bantuan tersebut dengan di koordinir oleh Ust.Ja'far.Beliau adalah ketua team relawan untuk wilayah banjir Labansari dan sekitarnya.

Warga Labansari sangat berterima kasih kepada saudara seiman di ALFAJRI FOUNDATION.

We are the one as a brotherhood of moslem.....

*) Ust.Zaenul Ma'arif, pengasuh ALFAJRI FOUNDATION.
READ MORE - Kepedulian ALFAJRI FOUNDATION Australia

Senam Nusantara: Dari Aceh Sampai Papua

Senin, 05 April 2010

CikarangNews6 - Warga Cikarang Baru yang suka jalan-jalan pagi di hari Ahad, mungkin tidak asing lagi dengan Senam Nusantara. Senam ini setiap Ahad pagi digelar di Botanic Garden, Cikarang Baru, dari jam 06.30 sampai jam 07.30. Area asri yang kini juga makin ramai dengan pindahnya Pasar Festival Jababeka ke area ini.

Senam yang diiringi dengan lagu-lagu daerah dari Aceh sampai Papua ini memang menarik. Dengan aransemen musik yang bagus, lagu-lagu daerah itu menjadi pas untuk mengiringi gerakan senam itu. Dari mulai lagu Bungong Jeumpa dari Aceh, Dindin Badindin dari Sumatera Barat, Manuk Dadali dari Jawa Barat, sampai Jali-jali dari Betawi. Dari lagu Batak sampai Yamko Rambe Yamko dari Papua. Lalu ditutup dengan lagu Indonesia Pusaka yang mengiringi gerakan pendinginan dan pernafasan. Semua lagu itu mengiringi gerakan senam yang lincah dan gembira.

Yang menarik lagi peserta laki-laki dan perempuan tidak bercampur. Sehingga tampak dua kelompok besar. Kelompok laki-laki di sisi kiri dan kelompok perempuan di sisi kanan. Semuanya dipimpin oleh 2-3 orang instruktur laki-laki. Pemisahana ini sengaja dilakukan oleh penyelenggara sehingga tidak bercampur laki-laki perempuan. Karena nanti akan ada gerakan berkelompok saling berpegangan tangan 4-6 orang. Juga ada gerakan berlari "ular-ularan" yang tentu saja peserta di belakang memegang pinggang atau pundak peserta di depannya. Gerakan ini menumbuhkan keakraban peserta senam. Laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan.

Karena senam ini diciptakan departemen olahraga sebuah parpol, awalnya peserta senam ini adalah para kader dan simpatisan parpol itu. Kini, tampaknya senam ini sudah menjadi milik warga Cikarang Baru. Setiap Ahad senam ini diikuti oleh 400-an peserta. Mereka datang dari Cikarang Baru dan Graha Asri.

Hal menarik lainnya adalah ketika terjadi banjir di Desa Labansari dan Desa Bojongsari beberapa pekan yang lalu, komunitas Senam Nusantara berhasil mengumpulkan lebih dari 2 juta rupiah untuk disumbangkan kepada korban banjir. Ini sebagai wujud kepedulian mereka terhadap korban banjir di kedua desa tersebut.

Salut buat komunitas Senam Nusantara Cikarang Baru. Sehat jasmani, sehat rohani serta peduli.
READ MORE - Senam Nusantara: Dari Aceh Sampai Papua

Helm SNI: Seperti Apa, sih?

CikarangNews6 - Per 1 April 2010 telah diberlakukan pemakaian helm berstandar SNI bagi pengendara motor. Jika tidak mengenakan helm SNI pengendara akan dikenakan denda Rp 250.000,- Sosialisai terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Diantaranya hari ini (5/4/10) di Radio Dakta.

Dalam talk show Halo Polisi banyak pendengar yang mempertanyakan tentang helm SNI yang dimaksud dalam  UU no 22 ini.

Banyak anggota masyarakat mempertanyakan apakah helm SNI itu merujuk pada merk tertentu. Atau pada ada tidaknya logo SNI pada helm. Pertanyaan ini muncul karena sebenarnya sudah banyak juga pengemudi motor yang memiliki helm mahal tapi tak berlogo SNI.

"Saya baru membeli helm mahal, harganya Rp 200 ribu lebih, masak harus beli lagi gara-gara tidak ada logo SNI-nya.?" tanya pendengar Radio Dakta.

Erna, nara sumber dari kepolisian menegaskan bahwa helm berstandar SNI tidak merujuk pada merek tertentu. Jika menutup satu kepala penuh, ada kaca helm dan dilengkapi dengan tali helm di dagu, maka helm demikian sudah dianggap memenuhi syarat SNI.

Di akhir acara, Erna juga mengingatkan bahwa modifikasi motor banyak yang membahayakan keselamatan pemengemudi. Desain motor dari pabrik telah memenuhi syarat keselamatan. Sehingga modifikasi motor sering justru bisa mengurangi tingkat keselamatan pengemudi. (ca)
READ MORE - Helm SNI: Seperti Apa, sih?

Perlu Dibangun Penampungan Air Bersih di Labansari

Minggu, 04 April 2010

Labansari didatangi banjir hampir setiap tahun. Saat banjir salah satunya yang dibutuhkan warga adalah air bersih. Meskipun saat banjir Maret ini bantuan logistik berbentuk makanan dan minuman banyak, tapi air bersih tidak ada. Itulah yang dikeluhkan warga korban banjir di Labansari dan Bojongsari baru-baru ini. Selama lebih dari sepuluh hari banjir yang merendam enam kecamatan, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Bekasi hanya sekali mengirimkan air bersih. Bahkan, warga Labansari dan Bojongsari merasa belum pernah dikirim air bersih.
Ternyata ini terjadi karena di kedua desa langganan banjir ini tidak terdapat bak penampungan air bersih. "Beberapa pihak dari perusahaan dan swasta sebenarnya ingin mengirimkan bantuan air bersih. Namun, tidak ada penampungan di Kecamatan Kedungwaringin dan Cikarang Timur, " kata anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cikarang Timur, Zuli Zulkipli.
Zuli dan beberapa puluhan warga dalam pertemuan dengan DPRD meminta agar PDAM mau memberikan tempat penampungan air meski tidak permanen agar pengiriman bantuan air besih dapat dilakukan tidak saja oleh PDAM namun juga bantuan beberapa pihak swasta dan perusahaan.
Kepala Bagian Humas PDAM Bekasi Komaruddin mengatakan telah menerima laporan dari beberapa pihak mengenai bantuan air bersih. Ia mengaku telah menyalurkan air bersih ke wilayah Muaragembon dan sekitarnya. Namun, ia juga mengakui jika di wilayah Labansari dan Bojongsari memang belum ada tempat penampungan air bersih dari PDAM.
Dengan pengalaman berkali-kali banjir di dua desa ini, semoga menggerakkan Pemda Kabupaten Bekasi untuk membangun tempat penampungan air bersih di kedua desa ini. Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Desa juga memasukkan pembangunan tempat penampungan air bersih ini dalam rapat-rapatnya.  
READ MORE - Perlu Dibangun Penampungan Air Bersih di Labansari

Tanpa TV Anak Berfikir Lebih Luas

Kamis, 01 April 2010

Anak saya punya 3 ensiklopedi. Itu memberikan pemahaman padanya bahwa buku lebih berharga dari TV  (Fauzil Adhim)

Hidayatullah.com--Pengaruh televisi dalam keluarga Indonesia tampaknya sudah demikian kuat menyatu dengan keseharian masyarakat. Data Bank Dunia tahun 2004 menunjukkan, ada 65 persen lebih rumah tangga pemilik televisi di Indonesia. Bentuk media audio visual yang menarik dan lengkap dari si ”tabung ajaib” menjadikan ia lebih digandrungi dibandingkan dengan produk budaya lain, seperti buku. Hiburan yang disajikan mampu menarik mayoritas penduduk menekuni tayangan televisi dalam kegiatannya sehari-hari. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2006, lebih tiga perempat (86 persen) dari seluruh penduduk usia 10 tahun ke atas di Indonesia memiliki aktivitas rutin mengikuti acara televisi dalam seminggu. Tapi jumlah itu  tak termasuk Mohammad Fauzil Adhim (38), pria yang namanya melejit lewat bukunya “Kupinang Engkau dengan Hamdalah” (1997) justru tak memiliki TV.  Mungkin akan terasa janggal bagi semua orang. Bagaimana cara dia menjelaskan pada anak tanpa hiburan TV di rumah?  Berikut petikan wawancara dengan laki-laki kelahiran Mojokerto, Jawa Timur pada 29 Desember l972 ini.
Apa alasan Anda menolak TV di rumah?
Saya tidak menolak, tapi karena saya melihat tidak ada alasan yang membuat TV layak untuk dipelihara di rumah, sehingga saya tidak memelihara TV.
Sejak kapan itu Anda lakukan?
Memang sejak awal saya sudah tidak memelihara TV. Tapi suatu saat, karena penasaran ingin tahu seperti apa sih TV sekarang, saya dan istri pernah juga mencoba menyewa TV. Nah, pada saat TV itu distel, justru anak pertama saya, Fathimah yang memprotes, dan minta TV itu dimatikan. Sampai dia bilang,”Ibu dimatiin, kok Ibu suka sih nonton film yang jelek-jelek. Itu kan nggak bagus.” Makanya TV akhirnya dimatikan dan kita tidak pernah nyewa lagi.
Mudharatnya apa?
Tidak ada stasiun TV yang mengudarakan acara yang benar-benar mengaktifkan otak anak, dan menggugah anak terlibat dalam proses berfikir. TV justru menyedot perhatian anak yang dalam jangka panjang bisa mempasifkan otaknya. Belum lagi soal content (isi). Film-film yang ditayangkan maupun iklan pariwaranya sebagian besar tidak layak untuk dikonsumsi anak. Katakanlah misalnya ada acara yang cukup bagus, itu saja mengenaskan.
Berarti Anda tidak butuh TV?

Saya merasakan tidak ada kebutuhan dari TV. Karena itu mengapa saya harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Menurut saya hiburan yang paling mahal ya TV. Untuk mendapatkan sampah kita harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah, padahal dengan dana segitu, kita bisa membelikan anak-anak kita ensiklopedi, atau bisa kita belikan komputer atau buku, atau hal-hal lain yang jelas manfaatnya.
Di TV kan juga ada tayangan pendidikan yang bermanfaat untuk anak?
Pertama, Ayat Al-Quran bisa ditempelkan di tissue, di kaleng bir. Tapi kalau ada tulisan bismillah di kaleng bir bukan berarti birnya halal. Khamr pun dikatakan ada manfaatnya, tapi kenapa diharamkan? Berarti ada manfaatnya tidak cukup untuk menjadikan sesuatu itu halal. Kedua, tayangan-tayangan yang diperuntukkan anak-anak sebagian besar tidak dikemas sesuai dengan perkembangan anak, dan tidak dikemas untuk merangsang kemampuan berpikir aktif maupun konstruktif, sehingga anak hanya menjadi pihak yang mengalami terpaan exposure dari berbagai tayangan TV.
Bagaimana dengan kebutuhan informasi yang bisa didapatkan di TV?
Sumber informasi, sumber untuk mendapatkan kebutuhan psikis berupa perhatian, kebutuhan untuk mendengarkan itu ada pada orang tua, dan orang-orang penting lainnya dalam keluarga. Kalau dalam ilmu psikologi dikenal dengan significant person atau significant others. Sejauh ini, sepanjang yang saya tahu, kualitas attachment yang baik meningkatkan kreatifitas anak, meningkatkan kecerdasan anak dan meningkatkan percaya diri anak. Anak cenderung akan memiliki konsep diri yang bagus dan cenderung lebih bisa mengelola dirinya.
Apa dampak lebih jauh dari menonton TV?
Sejauh yang saya pahami sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli-ahli psikiatri Amerika Serikat, tayangan TV yang sering disaksikan anak adalah tayangan-tayangan yang tidak dikemas untuk anak, sehingga banyak menonton TV menyebabkan anak otaknya pasif dan cenderung tidak suka berpikir. Dan jika anak tidak suka berpikir, maka anak cenderung tidak mampu mengkomunikasikan perasaannya dengan baik. Dan itu berarti menambah kesulitan kita dalam mendidik anak.
Bagaimana respon anak dengan tidak adanya TV di rumah?
Anak-anak memang saya didik untuk suka membaca. Karena itu mereka cenderung bisa mengungkapkan gagasannya dengan lebih baik. Dan anak-anak yang suka membaca itu cenderung memiliki informasi yang lebih kaya. Bahkan terkadang kalau sudah seperti itu, anak-anak malah suka usul pada saya. Misalnya Fathim, ketika melihat gambar mobil yang ada TV-nya, justru mengatakan pada saya, ”Bapak kalau mau beli mobil tak usah pakai TV, karena di TV banyak yang jelek.”
Bagaimana Anda menjelaskan kepada Anak?

Jadi yang penting prosesnya. Kalau anak langsung dilarang, anak akan penasaran. Tapi cukup dengan dialog. Sebagaimana sekarang Fathimah ndak mau makan di Kentucky Fried Chicken, Mc Donald, ndak mau minum air mineral yang mereknya Aqua dan Ades. Semua itu bisa ditanamkan karena ada dialog, kalau semua itu produk boikot. Begitu juga dengan menyikapi TV, harus ada dialog.
Pernah ditanyai anak tentang TV?
Saya pernah ditanya anak, ”Bapak kok nggak punya TV. Kata temanku kalau ndak punya TV berarti miskin.” Ini kan berarti social pressure, tekanan-tekanan masyarakat. Nah di sinilah saya perlu menjelaskan setepat-tepatnya. Ya karena kebetulan Allah memberikan rezeki pada saya maka saya gantikan dengan benda-benda yang ada manfaatnya, dan harganya melebihi TV, seperti ensiklopedi. Sekarang anak saya punya 3 ensiklopedi. Itu memberikan pemahaman pada anak bahwa ini lebih berharga dari TV, dan saya memperkuat dengan dialog bahwa ini lebih baik dari TV.
Apa pengganti TV, selain ensiklopedi?
Kalau anak sudah senang buku apakah kemudian dia masih ingin mencari ganti yang lain. Jadi tidak sekedar ensiklopedi, tapi komputer, buku atau bacaan-bacaan lainnya. Atau juga ketika anak-anak butuh hiburan, saya belikan tenda yang mereka bisa bermain di sana.
Anak-anak tidak bosan baca ensiklopedi dan buku terus-terusan?
Kalau otak anak itu aktif, maka dia akan cenderung aktif mencari. Kalau dia sudah bosan membaca, maka dia akan mencari kegiatan yang inovatif lainnya. ketika anak-anak suka membaca, maka mereka cenderung komunikatif, lebih mampu mengungkapkan perasaannya. Misalnya, suatu saat anak saya minta dibelikan buku. Untuk apa? Dia mau menulis buku harian. Selain itu, ketika dia tidak terlalu fokus pada TV, saya lihat mereka cenderung menyukai benda-benda intelektual, seperti memotret sendiri. Ia mengembangkan berbagai macam keterampilan karena pikirannya berkembang. Pikirannya tidak tersedot oleh bayangan yang sebenarnya tidak diperlukan itu.
Nilai positif rumah tanpa TV?
Tanpa TV anak akan memiliki kesempatan berfikir yang lebih luas, anak akan mengembangkan inisiatif-inisiatif yang lebih aktif dan progresif. Sementara dengan adanya TV anak siap untuk dicekoki. Anak belum sempat berpikir sudah dijejali dalam tempo yang sangat tinggi. Ketika anda melihat TV, maka dalam 1 menit akan terjadi perubahan-perubahan gambar yang luar biasa cepatnya. Padahal masa kanak-kanak adalah masa yang paling pesat perkembangan otaknya. Semestinya pada masa itulah rangsang-rangsang otak itu dimaksimalkan. Anak betul-betul diberi pengayaan rangsang otak yang luar biasa.
Mengapa demikian?
Otak itu berkembang dari usia 0 – 6 tahun, dan porsinya mencapai  80 %. Sementara sisanya yang 20 % terjadi pada usia-usia berikutnya. Dari usia itu, yang lebih penting lagi adalah 18 bulan pertama usia anak. 20% perkembangan otak terjadi pada usia itu. Maka alangkah sayangnya jika pada usia-usia yang sangat strategis ini justru anak-anak tidak memperoleh rangsangan yang maksimal. Dan sebaliknya justru hanya memperoleh exposure dari TV. Padahal banyak kegiatan lain yang bisa merangsang daya nalar anak, contohnya membaca.
Dampak anak yang suka menonton TV?
Saya kira anak yang biasa menonton TV, maka di sekolah pun TV memiliki daya tarik yg lebih besar baginya. Karena itu sekolah tidak menjadi surga baginya. Karena di TV anak tidak akan banyak dapat informasi. Ada kasus yang pernah saya dapatkan, ketika ada orang tua yang membawa anaknya, saya kira dia ini idiot sehingga dia tidak naik kelas dan nilainya nol semua, tapi ternyata anak ini tidak idiot. Ia lebih senang nonton TV dan main game, sehingga ketika di kelas, pikirannya tidak di kelas, tapi di rumah, yaitu di TV. [jidi/sahid/www.hidayatullah.com
READ MORE - Tanpa TV Anak Berfikir Lebih Luas