Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Indahnya I'tikaf di Mekar Indah

Senin, 30 Agustus 2010


CikarangNews6: Ramadhan sebentar lagi meninggalkan kita, saat ini telah menginjak masa-masa akhir di pekan ketiga..artinya kita akan segera memasuki waktu ber- I’tikaf.
Sebagaimana yang dicontohkan Rosulullah saw, beliau lebih menghidupkan malam dan mengencangkan ikat pinggang di 10 hari terakhir ramadhan.


Sebagian orang terharu dan harap-harap cemas, sebagian bahagia, sebagian lagi cuek…tergantung, seberapa tebal tingkatan keimanan mereka masing-masing.


Tempat (masjid) untuk I’tikaf yang nyaman biasanya menjadi prioritas untuk dipilih, selain pengisi materi kajian dan jarak yang tak terlalu jauh dari tempat tinggal.


Masjid Mekar Indah di kawasan Cikarang Baru dapat dikategorikan sebagai tempat layak untuk ber-I’tikaf.Setiap tahunnya tak pernah sepi pengunjung ketika memasuki waktu I’tikaf.


Masjid yang satu ini areanya cukup luas, apalagi baru-baru telah melakukan pembenahan sehingga area tempat sholat semakin lega saja.Dilengkapi sound system yang cukup berkualitas.


Dilengkapi dengan tempat parkir motor yang leluasa, dengan nuansa sekitar masjid yang cukup hening dan nyaman.


Sederet Ustadz ‘yang tak asing lagi’ biasanya siap mengisi malam-malam I’tikaf di Masjid Mekar indah dengan siraman rohaninya dan diskusi-diskusi keagamaan yang diselenggarakan ba’da shalat tarweh hingga jam 10 malam.


Dilanjut dengan shalat tahajjud jam 2.30 dini hari hingga jam 4.00, dilanjutkan dengan makan sahur bersama dan shalat subuh berjama’ah.


Subahanallah, sungguh indah ber-I’tikaf di masjid Mekar Indah.
Jika tidak ada perubahan, berikut ini jadwal pengisi kajian I’tikaf di Masjid Mekar Indah, Cikarang Baru :


30.ags.2010 : Mahmud al-hafidz thema : Cara Cepat Menghafal Al-Qur’an
31.ags.2010 : Sona’I Abdurrahman Lc thema : Alqur’an dan Kisah Umat terdahulu
01.sep.2010 : Juju Jubair S.HI thema : Ekonomi Berkah Syariah
02.sep.2010 : Apud Kusaeri Msi thema : Keluarga Harmonis yang Islami
03.sep.2010 : Mahmud Muklis thema : Dakwah media dalam Islam
04.sep.2010 : Zaenal Muttaqin Lc thema : Masyarakat Madinah dibawah naungan Al-Qur’an
05.sep.2010 : M.Adih Amin Lc MA thema : Model Masyarakat Qur’ani


Mari kita isi hari-hari terkahir Ramadhan tahun ini dengan aktifitas I’tikaf.Masjid Mekar Indah siap menampung jama’ah untuk kegiatan tersebut.


Alamat Masjid Mekar Indah : Jl.Puspita II Mekar Indah Cikarang Baru Tlp : (021) 89832007 (nikolas)
READ MORE - Indahnya I'tikaf di Mekar Indah

Ramadhan di Makkah: Hari-hari al-Qur’an

Rabu, 25 Agustus 2010

CikarangNews6: Saat Ramadhan, semua penghafal al-Qur’an ‘turun gunung’ ke masjid-masjid atau mushollah

Hidayatullah.com—Tahun ini, usia saya sudah hampir 51 tahun. Tidak terasa, saya sudah berada Tanah Haram, sekitar 33 tahun lamanya. Pertama kali menginjakkan kaki di Makkah, tujuan saya ada mengaji. Saya akhirnya kuliah di Umul Qura’ di jurusan Ushuluddin.

Namun karena semenjak kuliah saya sudah berurusan dengan jamaah haji dan umrah, akhirnya lambat laun saya menjadi 
mutawwif (pembimbing umrah dan haji) dan menghandle jamaah.  Kini, saya, istri, anak-anak, dan orangtua, sudah tinggal di sini.

Ramadhan di bumi kelahiran Nabi Muhammad ini sudah saya rasakan lebih dari seperempat abad lamanya. Meski demikian, suasana ibadahnya kayaknya hampir sama saja. Tetap indah dan tak pernah membosankan. Bahkan dari tahun ke tahun, suasana kemudahan semakin banyak.

Suasana orang yang ingin beribadah di Haram hampir sama dengan jamaah Haji. Ini terjadi karena banyak orang melakukan umrah, sebagaimana  ada 
targhib (janji) dari Rasulullah.  Akibatnya, jamaah membludak dan hotel ikut jadi mahal. Wajar saja, ini karena permintaan lebih banyak dari persediaan kamar. Banyak orang mampu ingin menikmati suasana indah Ramadhan di Masjidil Haram.

Hanya saja, di bulan Ramadhan, suasanya jauh lebih teratur, sebab manusianya jauh lebih ngerti agama. Agak berbeda sekali dengan musim haji yang boleh dikatakan lebih kacau balau.

Sekedar contoh, di Bulan Ramadhan, tidak ada perempuan berdiri satu saf dengan laki-laki. Sebaliknya di haji itu menjadi pemandangan biasa. Sebab umumnya, kalau haji yang datang banyak orang kampung dan sebagian besar belum pernah kenal teknologi tinggi. Seperti naik lift yang dikhususkan wanita. Selain itu, tingkat bekal ilmu syar'inya belum memadai. Sedang bulan Ramadhaan sebaliknya.

Saat Ramadhan Masjidil Haram jauh lebih bersih, tapi tidak saat di musim haji. Susana seperti ini bukan hanya ada di Masjidil Haram saja, namun hampir terjadi di kota Makkah secara umum.

Selama lebih dari 30 tahun, baru sekali saya Ramadhan di Indonesia.  Tapi di Indonesia sangat keterlaluan. Di Jakarta,  misalnya, siangnya tidak terlihat suasana 
shaum Ramadhan sama sekali. Banyak  orang makan dan minum minum. Warung juga buka seperti biasa di mana-mana.  Pokoknya tidak ada suasana yang mendukung ibadah. Hanya malamnya saja yang kelihatan karena masjid-masjid menyelenggarakan tarawih.

Pernah menjelang buka saya singgah di salah satu mushollah. Mengagetkan, orangnya cuma satu. Dia yang adzan, dia yang iqomah dan dia pula yang menjadi imam. Sungguh memprihatinkan.

Saya sempat mampir ke masjid Ma'had Alhikmah di Jalan Bangka, Kemang. Di situ tarawihnya hampir satu juz. Atau di masjid jamaah Tablig di Hayam Wuruk, 
Alhamdulillah, imamnya huffaz dan bagus.

Di Indonesia, jika Ramadhan, mall dan TV sangat ramai, masjid malah sepi, apalagi jika menjelang
i'tikaf. Di Makkah sebaliknya. Untuk mencari stasiun TV luar harus menggunakan parabola.
“Banjir” Infaq dan al-Qur’an

Ramadhan di Makkah tidak ada dukanya. Hampir semua saya rasakan sebagai suka. Dari semua sisinya, baik urusan dunia dan akhirat.

Ini terjadi karena nuansa Ramadan di Makkah memang sangat kental nuansa ibadahnya. Apalagi kalau berada di sekitar Masjidil Haram. Tak ada yang kita saksikan kecuali semua orang berlomba-lomba beribadah dan bersedekah.

Selama Ramadhan, tak akan kita saksikan satu orangpun tidak berpuasa, layaknya di Indonesia. Selain itu, Ramadhan di sini, ibarat bulan infak. Hampir semua orang kita saksikan begitu semangat berinfak.

Setiap hari, semua orang –tak peduli orang Asli Arab atau pendatang-- membagi-bagi uang, makanan untuk iftar (buka puasa) dan lain-lain.

Seandainya ada orang datang ke Tanah Haram di Bulan Ramadhan tanpa uang sepeser pun, dipastikan ia tidak akan kelaparan dan pasti kenyang. Orang membagi iftar ada di mana-mana. Termasuk bekal sahur. Ibaratnya, hanya dengan bekal badan saja, orang sudah dijamin kenyang. Bahkan kalau berani, malah bisa pulang bisa membawa 1 kwintal kurma terbagus.

Sekedar catatan, di bulan Ramadhan, semua kurma yang terbaik di Saudi akan dikeluarkan. Dari yang harganya cuma 5 real (sekitarRp. 45 ribu) per kilo sampai yang harga 100 real (hampir 300 ribu) per kilo.

Keindahan yang tidak ada di tempat lain adalah semangat beribadah di masjid-masjid, khususnya di Masjidil Haram. Meski demikian,  hampir di semua masjid, walau masjid kecil sekalipun, semua penuh orang untuk dzikir, baca al-Quran atau shalat.

Satu lagi yang juga tak kalah indah di Makkah, para 
huffaz (penghafal al-Quran), betul-betul memanfaatkan Ramadhan untuk memuraja'ah (melancarkan) hafalannya.

Hampir semua imam tarawih di masjid kecil sekalipun, termasuk para imam  baru, sengaja diterjunkan oleh guru-guru mereka untuk memurajaah hafalannya. Ibaratnya, mereka ‘turun-gunung’ ke masjid-masjid kecil atau mushollah.

Huffaz yang saya maksud di sini adalah anak-anak yang baru belasan tahun. Usianya setingkat SMP atau SMU. Meski demikian, mereka adalah anak-anak yang sudah khatam hafalannya. 
Subhanallah, rata-rata di semua masjid, anak-anak muda yang ditugaskan menjadi imam tarawih itu memiliki suara yang luar biasa bagus, tartil dan lancar hafalannya. Sungguh luar biasa indah!

Pemandangan ini, bukan sebuah pemandangan aneh. Bahkan pernah, di sebuah masjid kecil di Tanah Haram, yang menjadi imam anak berusia 6 tahun. Tapi jangan keliru, ia memiliki suara luar biasa bagus. Memang belum baligh, namun mereka sudah 
mumayyiz (yang telah mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk).

Sementara itu, di Masjidil Haram, banyak orang  menanti para huffaz, yang umumnya imam senior menjadi imam secara bergantian, sampai selesai satu juz.

Meski di Masjidil Haram shalatnya tarawihnya 23 rakaat (20+3), rata-rata jamaah menikmati dan sangat merindukan. Bacaan 1 juz yang membutuhkan waktu sekitar dua jam tak membuat orang bosan atau beranjak.

Ini karena orang begitu menikmati beribadah. Bacaan yang indah dan mengasyikkan ikut membawa suasana jamaah bersemangat. Tak sedikit jamaah menangis karena mereka menghayati makna bacaan imam. Ada juga yang ikut menangis karena di samping kiri dan kanan mereka sudah menangis,.

Dengan kata lain, bulan Ramadhan di Tanah Haram itu seperti bulan al-Quran. Bulan Ramadhan, adalah hari-harinya demo keindahan al-Quran.


[Diceritakan oleh Amiruddin Abdullah Rasul dari Tanah Haram/hidayatullah.com]
READ MORE - Ramadhan di Makkah: Hari-hari al-Qur’an

Ramadhan di Gaza: Ismail Haniyah Iftar Bersama Keluarga Sederhana

Senin, 23 Agustus 2010

CikarangNews6: Jamuan iftar disediakan oleh keluarga sederhana yang tinggal dalam ruangan pengap.


Hidayatullah.com--Perdana Menteri Ismail Haniyah berbuka puasa bersama dengan sebuah keluarga di Jalur Gaza pada Jumat 20 Agustus 2010.

Keluarga yang terdiri dari delapan orang anggota itu tinggal di sebuah ruangan berukuran kurang dari 20 m2, tanpa ventilasi atau jendela. Keenam anak setiap harinya tidur di lantai bersama kedua orangtua mereka.

Setelah berbuka bersama dengan hidangan ala kadarnya yang disediakan keluarga itu, Haniyah memerintahkan para pembantunya memberikan bantuan makanan untuk tuan rumah, berikut sebuah kipas angin dan keperluan anak yang masih kecil.

Para pejabat mengatakan, kepala keluarga tersebut direkrut untuk sebuah posisi dalam kementerian pemerintahan Gaza.[di/maan/hidayatullah.com]
READ MORE - Ramadhan di Gaza: Ismail Haniyah Iftar Bersama Keluarga Sederhana

Mozaik Ramadhan: Jamaah Tarawih Mencapai 500 Ribu

Sabtu, 21 Agustus 2010

CikarangNews6: Bacaan shalat imam yang bagus, membuat  jamaah berduyun-duyun menuju masjid Amru bin Ash. Qunut witirnya yang panjang dirindukan orang.


Hidayatullah.com--Shalat Tarawih di Masjid Amru bin Ash’ banyak dirindukan umat Islam. Tidak hanya warga Mesir yang tinggal di Kairo saja, melainkan juga umat Islam dari negara lain.  Itu terutama para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Kairo.

Tak heran, kalau pada saat bulan Ramadhan, jamaah shalat Tarawih mencapai 500 ribu orang. Dengan jumlah jamaah yang demikian banyak, maka shaf shalat meluber hingga ke jalan-jalan di sekitarnya. Bahkan jamaah itu memanjang hingga terowongan Malik As Shalih, yang berjarak hampir 1 km dari masjid.

Pengalaman seperti itu pernah dialami Baihaqi, salah satu mahasiswa Al Azhar yang pernah melaksanakan shalat di masjid yang pertama kali berdiri di Mesir ini.

Awalnya, Baihaqi merasa penasaran saat mendengar kabar bahwa yang menjadi imam tarawih di masjid itu adalah Syekh Muhammad Jibril, salah satu qari’ terkenal di Mesir. ”Ternyata benar, bacaan Syekh Jibril benar-benar bagus,” katanya. Tak heran ia rela berangkat menjelang Ashar, agar bisa mengikuti tarawih di dalam masjid.

Tetapi prediksi Baihaqi meleset, ia mendapatkan tempat di jalan raya di sekitar masjid. Bisa dibayangkan, jika berangkat sore hari saja kebagian shaf di jalan, bagaimana dengan mereka yang berada di dalam masjid? Lebih jauh lagi, jam berapa harus berangkat kalau ingin shalat di shafpertama?

Bacaan Syekh Jibril memang merupakan daya tarik tersendiri bagi umat Islam yang tinggal di Ibukota negeri seribu menara ini. Bahkan, kaset muratal beliau sudah sampai di Indonesia sejak beberapa tahun lalu. Tak heran jika Fauzan Subroto, mahasiswa Al Azhar asal Sidoarjo yang sudah pernah mendengar suara beliau sejak di kampung halamannya, juga penasaran ingin menyaksikan langsung seperti apa sosok Syekh Muhammad Jibril.

Sayang, ia tidak bisa melihat sosok qari’ yang resmi menjadi imam di Masjid Amru bin Ash’ sejak tahun 1988 itu. Ia harus shalat di jalan karena masjid sudah penuh sesak.

Sebenarnya, bukan hanya bacaan Syekh Jibril saja yang menjadi daya tarik. Doa qunut yang beliau bacakan saat shalat Witir juga merupakan ”magnet” tersendiri. Dalam doa qunut yang memakan waktu sekitar 30 menit, umat Islam Palestina, Kashmir, Iraq, Afghanistan disertakan dalam doa, agar mereka segera terbebas dari penjajahan. Tidak hanya itu, urusan jodoh, kesehatan, ekonomi, studi juga tidak luput dari doa yang beliau panjatkan. Tak heran jika selama doa diucapkan, ribuan jamah menangis terharu.

Bukan hanya sosok Syekh Jibril saja yang membuat masyarakat tertarik hingga berduyun-duyun melaksanakan shalat. Masjid Amru Ash sendiri memiliki nilai sejarah, karena merupakan masjid yang pertama kali dibangun di Mesir pascamasuknya pasukan Islam yang dipimpin oleh sahabat Rasulullah SAW, Amru bin Ash.

Bagi mereka yang hendak shalat di masjid ini, tidak hanya berangkat lebih awal, tapi mereka harus menerima konsekuensi pulang agak malam. Sebab, Shalat Tarawih berakhir pada pukul sembilan malam. Itulah yang dialami Baihaqi dan Fauzan. Mereka baru bisa mencapai rumah kontrakan yang berada di Madinah Nashr pada pukul sebelas malam. Tapi walau demikian, ternyata keinginan untuk melakukan shalat di Masjid Amru bin Ash masih tetap ada dalam hati mereka.
READ MORE - Mozaik Ramadhan: Jamaah Tarawih Mencapai 500 Ribu

Mozaik Ramadhan: 10 Juz 1 Tarawih

CikarangNews6: Pesona Ramadhan di Mesir berasal dari sebuah masjid di sudut kota Kairo yang memiliki kekhasan tersendiri dalam mengisi bulan mulia ini. Itulah Masjid Ibad Arrahman, yang berada di Distrik Imam As Syafi’i.

Yang agak berbeda dari masjid ini, dibanding pada umumnya masjid-masjid di Mesir adalah jumlah bacaannya dalam shalat Tarawih. Rata-rata masjid-masjid lainnya menyelesaikan satu Juz bacaan al-Qur`an setiap malamnya, sedangkan bacaan Tarawih di masjid Ibad Arrahman mencapai 10 juz.

Tak heran jika untuk Shalat Isya’ saja, di masjid ini selesai pukul satu tengah malam. Untuk satu rakaat, rata-rata membutuhkan waktu satu jam lebih. Kalau dibandingkan dengan pelaksanaan shalat Tarawih di mayoritas masjid Indonesia, mungkin kita sudah selesai melakukan shalat, mereka baru menyelesaikan rakaat pertama shalat Isya’.

Setelah shalat Isya’, baru dilanjutkan shalat Tarawih hingga selesai menjelang shubuh, sehingga waktu makan sahur pun cukup singkat.

Meski waktu shalat cukup lama, banyak pula  warga Mesir yang berminat, terutama para penuntut ilmu, hingga jumlah jamaah mencapai sekitar seribu orang. Mereka kebanyakan para penghafal al-Qur`an. Salah seorang pelajar Indonesia yang pernah mengikuti shalat Tarawih dan i’tikaf di Ibad ArRahman ini adalah Dr. Zain An Najah.

Saat itu, pria asal Klaten ini sedang menyelesaikan studinya  untuk tingkat doktoral di Al Azhar. Seorang dosen mata kuliah Ushul Fiqh, Syaikh Usamah, mengajaknya melakukan i’tikaf di masjid itu. Kebetulan, saat itu beliau sendiri yang menjadi imam dalam shalat Tarawih itu.

Dengan banyaknya jumlah ayat yang dibaca, otomatis bacaan agak cepat. Walau demikian, bacaan tetap memperhatikan tajwid dan makharij al huruf (tempat keluarnya huruf). Tidak hanya shalat Tarawih, shalat Shubuh pun selesai hingga menjelang matahari terbit, karena imam membaca surat Al Mukminun yang panjangnya 6,5 halaman mushaf standar.

Walau saat ini sudah menyelesaikan studi dan kembali ke Tanah Air, pengalaman mengikuti Tarawih di Masjid Ibad Ar Rahman masih berkesan bagi Zain. Ia menilai bahwa mereka yang ikut melakukan shalat yang demikian panjang itu golongan baqiyah as shalihin (orang-orang saleh yang tersisa), yang mungkin di dunia hanya tinggal satu tempat saja, yakni di Masjid Ibad Ar Rahman.  [tho/Sahid/hidayatullah.com]
READ MORE - Mozaik Ramadhan: 10 Juz 1 Tarawih

BAKSOS RAMADHAN DI KAMPUNG PULE

Senin, 16 Agustus 2010

CikarangNews6:
Jam 7.30 (Ahad, 15/8/2010) rombongan lima mobil dari Cikarang Baru menuju Kampung Pule, Karang Bahagia. Dua mobil diantaranya mengangkut sembako murah dan pakaian layak pakai.Ini semua akan dibagikan secara murah (bukan gratis) kepada 150 KK masyarakat Kampung Pule.
Paket sembako Rp 55.000 dijual Rp 10.000,-

Kenapa tidak gratis? Menurut panitia, agar masyarakat merasa membeli barang-barang ini. Meskipun harganya sangat murah karena mendapatkan subsidi hampir 80% dari panitia yang terdiri dari ibu-ibu yang bernaung di bawah Yayasan Sosial dan Da’wah Nurul Ilmi ini.

”Ini dana masyarakat, yang percaya dan menitipkannya kepada panitia.” kata seorang anggota panitia.


Sembako diturunkan dari mobil baksos
Menurut pengamatan CikarangNews6, satu paket sembako senilai Rp 55.000,- itu dijual dengan harga Rp 10.000,- saja. Agar sembako bersubsidi ini jatuh ke tangan yang memang berhak mendapatkannya, beberapa hari sebelumnya panitia membagikan 150 kupon kepada DKM musholla setempat.

Semoga berkah.

Setiap paket terdiri dari beras 3.5 liter, sirup 1 botol, gula 1 kg, kecap 1 botol, minyak goreng 1 liter. Selain paket sembako, panitia juga menjual pakaian layak pakai. Harga paling mahal adalah Rp 2.000.- Ya, dua ribu rupiah. Wajar saja jika pembeli berebut untuk mendapatkan baju-baju yang masing sangat layak pakai itu.
Ayo borong baju Ro 2.000 dapat 3 potong!
Pilih-pilih....


Masyarakat Kampung Pule

Selain sembako dan pakaian murah, juga ada santunan untuk 10 anak yatim, yang diselenggarakan secara spontanitas oleh salah seorang anggota rombongan.
Pembagian sembako... Wow, nampaknya berat juga ya..

Alhamdulillah, ada santunan anak yatim
Sebelum dibagikan sembako masyarakat Kampung Pule mendengarkan tausiyah Ustadz Adih Amin, Lc, MA dan ustadzah Lusiana Rahmawati. Mereka berpesan agar kita tetap bersyukur atas nikmat Allah. Syukur itu melalui ucapak hamdalah sampai ibadah shalat fardhu dan shaum ramadhan selama sebulan penuh.
Taujih Ustadz Adih Amin disimak dengan baik

Sekitar jam sepuluh acara selesai. Tampak wajah-wajah gembira pulang ke rumah masing-masing dengan membawa sekantong sembako dan beberapa potong pakaian.
Ramadhan Mubarrak
READ MORE - BAKSOS RAMADHAN DI KAMPUNG PULE

Ramadhan Bulan Penuh Berkah

Minggu, 15 Agustus 2010


CikarangNews6: Entah seberapa sering kita mendengar sebuah jargon atau sebuah kata-kata tentang bulan ramadhan yaitu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Rasanya hampir setiap hari kata-kata ini menghiasi layar kaca dan kita jumpai.
Bagi para penjual makanan dan penjual perlengkapan ibadah, rasanya kata-kata atau jargon ini memang ada benarnya. Contohnya adalah munculnya beberapa penjual makanan dadakan yang membuka lapak dagangannya di daerah seputaran Pasimal Cikarang Baru. Sebagian penjual dadakan ini menjajakan makanan untuk berbuka puasa atau sering disebut ta'jil. Menurut pengamatan team ciknews6, tercatat puluhan penjual makanan baru membuka lapaknya di pinggir jalan seputaran Pasimal. Makanan yang mereka jual beraneka ragam yang sebagian besar didominasi oleh makanan-makanan manis khas bulan Ramadhan seperti kolak, bubur candil, bubur sumsum atau es buah. Dan tidak ada satupun pedagang makanan yang ini yang terlihat sepi dari pembeli, maka sepertinya ungkapan Ramadhan bulan yang penuh berkah memang tidak salah bagi mereka.
Tak hanya penjual makanan saja yang merasakan berkah di bulan Ramadhan, penjual peralatan sholat seperti peci yang ada di seputaran Pasimal pun mendapat berkah dari datangnya bulan Ramadhan. Bahkan, tercatat ada satu penjual peci yang baru membuka lapaknya setelah masuk bulan Ramadhan ini. Penjual peci ini pun begitu rame dengan antrian pengunjung yang memenuhi lapaknya.
Bagi Anda yang bingung ingin berbuka puasa apa hari ini, maka silakan berjalan-jalan di seputaran Pasimal Cikarang Baru dan Anda bisa memilih mau berbuka puasa dengan menu apa. Sebaliknya jika Anda melewati area ini pada saat-saat menjelang maghrib, maka bersabarlah, karena jalanan ini biasanya penuh sesak dengan para pencari ta'jil mulai sekira jam setengah lima sore. (prs)
READ MORE - Ramadhan Bulan Penuh Berkah

PKS Gelar Pawai Tarhib Ramadhan

Minggu, 08 Agustus 2010

CikarangNews6:  Kader dan simpatisan PKS dari 3 Kecamatan di Kabupaten Bekasi pagi ini (8/8/2010) mengadakan pawai motor dan mobil dalam rangka tarhib Ramadhan. Ketiga kecamatan itu adalah Cikarang Timur, Cikarang Utara dan Karang Bahagia. Tarhib Ramadhan adalah kegiatan menyambut datangnya Ramadhan. Tujuannya adalah mengingatkan warga masyarakat bahwa sebentar lagi akan masuk bulan Ramadhan.

Ust. Faizal Hafan Farid, melepas pawai tarhib Ramadhan
”Barang siapa bersuka cita menyambut kedatangan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya disentuh api neraka.” demikian kata orator di atas mobil pick up sambil menyitir sebuah hadis Nabi SAW.

Pawai ini dimulai setelah kader dan simpatisan serta masyarakat Cikarang Baru melaksanakan Senam PKS Nusantara yang setiap Ahad pagi diadakan di Botanic Garden, Tropikana, Cikarang Baru. Saat pemberangkatan mereka dilepas oleh Ustadz Faizal Hafan Farid, ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi.

Rute konvoi dimulai dari Botanic Garden ke jalan baru Simprug Garder menuju Rusa, Puma dan Gardenia. Dilanjutkan ke Graha Asri, Citarik, Lemahabang, Pilar, Pasar Cikarang. Dari sini konvoi berlanjut kembali ke Lemahabang, lalu ke Pasir Gombong dan masuk ke Jababeka 2 sebelum akhirnya berakhir di Masjid Nurul Iman, Pasimal, Cikarang Baru.

Tetap tertip dan taat peraturan lalu lintas
Selain 200 kader dan simpatisan PKS yang berangkat dari Botanic Garden, ada 500 an orang lainnya yang berangkat dari Desa Tanjung Baru. Mereka mengendarai 20 mobil dan 300-an motor. Karena konvoi bergerak dengan kecepatan 20-30 km/jam, massa ini sedikit banyak membuat lalu lintas sedikit terhambat. Meskipun dalam jumlah besar, tampak mereka berkendara dengan sopan, pengendara motor tetap mengenakan helm dan menyalakan lampu.

Rastusan motor meninggalkan Cikarng Baru
Selama dalam perjalanan melalui mobil sound system disampaikan tentang pentingnya ibadah Ramadhan. Ibadah ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, dengan penuh iman dan keikhlasan sehingga diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Selain itu peserta konvoi juga membagi-bagikan jadwal sholat dan puasa Ramadhan.

Melewati Graha Asri
Marawis Al Hidayah

Dalam konvoi ini juga disertakan satu mobil tim marawis anak-anak Al Hidayah yang sepanjang jalan melantunkan nasyid-nasyid Islami. 

Selain konvoi kendaraan bermotor, di tempat lain, juga dalam rangka menyambut Ramadhan, PKS DPC Cikarang Utara juga mengadakan bakti sosial di Desa Karang Raharja, Cikarang Utara. Dalam baksos ini dijual sembako dengan harga sangat murah dan pembagian pakaian layak pakai. Penjualan sembako murah ini dikunjungi oleh tak kurang dari 260 orang.

Pandu Keadilan bersiap siaga
Seperti kegiatan-kegiatan PKS lainnya, regu Pandu Keadilan selalu siap mengamankan dan menertibkan jalannya acara ini. Misalnya menyediakan logistik, menertibkan peserta konvoi, menegakkan disiplin berlalu lintas dan ikut serta melancarkan lalu lintas di perempatan-perempatan jalan yang dilalui oleh peserta konvoi. (ca)

READ MORE - PKS Gelar Pawai Tarhib Ramadhan

Syahrul Qur'an Segera Tiba

Kamis, 05 Agustus 2010

[ADVETORIAL] CikarangNews6:

Al Quran Tajwid dan Tarjamah Ar Rusyd



Ramadhan sebentar lagi tiba. Di dalamnya diturunkan Al Quran. Maka wajar setiap Ramadhan salah satu amalan utama adalah tilawah Al Quran. Siang, sore, malam, kita membaca Al Quran. 2-3 kali hatam Al Quran selama Ramadhan.

Maka, ayo persiapkann diri. Perbaiki bacaan kita dengan memperbaiki tajwidnya. Tak perlu repot, karena tajwidnya telah tercetak rapi dalam al Quran ini. Dengan warna-warni yang membedakan hukum bacaannya.

Selain itu ada bonus Kumpulan Ayat-ayat Al Quran tentang doa-doa, kisah-kisah Wanita dan Keluarga.

HARGA Rp. 80.000,-
Cover : Hard Cover
READ MORE - Syahrul Qur'an Segera Tiba