Tampilkan postingan dengan label Rumah Sakit Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Sakit Indonesia. Tampilkan semua postingan

Pengacara 60 Negara Gugat Kebiadaban Israel atas Misi Flotilla

Selasa, 13 Juli 2010

CikarangNews6:
Israel serang kapal pembawa bantuan Mavi Marmara
Jakarta, (tvOne)
Pengacara dari 60 negara, termasuk Tim Pengacara Muslim (TPM) dari Indonesia, akan bertemu di Istanbul, Turki, 15-16 Juli, untuk menggugat Israel terkait penyerangan misi kemanusiaan Flotilla yang membawa bantuan ke Gaza.

"Ada pengacara yang berasal dari 60 negara yang akan melakukan langkah-langkah hukum untuk menggugat dan menuntut pelaku penyerangan Mavi Marmara," kata Ketua Dewan Pembina, Mahendradatta, kepada ANTARA di Jakarta, Senin (12/7). Mavi Marmara adalah kapal utama yang membawa bantuan ke Gaza tersebut.

Mahendradatta memaparkan, pihaknya menjadi kuasa hukum dari enam orang WNI yang menjadi korban dari penyerangan tersebut, termasuk dua WNI yang terluka, yaitu Surya Fachrizal dan Oktavianto. Para pengacara puluhan negara tersebut antara lain dari Turki, Inggris, dan berbagai negara yang tergabung dalam kawasan Uni Eropa.

Para pengacara tersebut, ujar dia, akan merumuskan suatu gugatan terhadap Israel, baik di sejumlah forum pengadilan internasional maupun forum bilateral lainnya. Untuk itu, Mahendradatta menegaskan, pihaknya akan tetap terus melawan Israel untuk menunjukkan perlawanan terhadap sikap arogansi kekuasaan negara zionis tersebut.

Selain itu, lanjutnya, di balik semangat untuk terus melakukan perlawanan hukum terhadap Israel, TPM juga merasa prihatin dengan sikap pasif pemerintah Indonesia. "Karena bila sebagian besar peserta lain sangat didukung dan difasilitasi pemerintahnya masing-masing, TPM harus berjalan sendiri," katanya. (Ant)
READ MORE - Pengacara 60 Negara Gugat Kebiadaban Israel atas Misi Flotilla

Kebaikan Tak Kenal Jera: MER-C Tetap Kirim Bantuan ke Palestina

Jumat, 25 Juni 2010

CikarangNews6:

MER-C Tak Jera Kirim Bantuan ke Palestina


Kapal Mavi Marmara
Padang, (tvOne)
Lembaga kemanusiaan internasional "Medical Emergency Rescue Committe" atau MER-C Indonesia akan terus mengirim bantuan ke Palestina, meskipun terjadi penyerangan oleh tentara Israel terhadap kapal bantuan kemanusian Mavi Marmara beberapa waktu lalu.

"Kejadian itu tidak menyurutkan niat MER-C Indonesia untuk terus mengirimkan bantuan ke Palestina," kata Presidium Mer-C Indonesia dr Joserizal Jurnalis, di Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (24/6).

Ia menegaskan, MER-C Indonesia akan terus mengirim bantuan kemanusiaan ke Palestina, walaupun militer Israel melarang. Hal itu disampaikan Joserizal di sela peresmian kembali dua gedung sekolah dasar (SD) yang roboh akibat gempa di Kabupaten Padang Pariaman.

Ia mengatakan, MER-C Indonesia telah merencanakan memberangkatkan kembali bantuan kemanusian ke Palestina pada Agustus 2010. Ditambahkannya, larangan Israel itu tidak menyurutkan langkah tim kemanusiaan internasional, termasuk Mer-C Indonesia untuk masuk ke Palestina.

"Terkait hal itu, MER-C Indonesia sedang menyiapkan satu kapal penumpang untuk mendukung misi kemanusian internasional ke Jalur Gaza yang direncanakan pada Agustus 2010," katanya.

Menurut dia, MER-C akan menempuh berbagai cara untuk bisa masuk ke Gaza, baik melalui darat maupun laut guna memulai program pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di daerah itu. (Ant)
READ MORE - Kebaikan Tak Kenal Jera: MER-C Tetap Kirim Bantuan ke Palestina